• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Mustahil Para Habaib Itu Bernasab Kepada Nabi Muhammad SAW

by Admin
3 September 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

Para habib mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw melalui jalur Ubaidillah bin Ahmad bin Isa. Tetapi, nasab mereka tertolak oleh kajian pustaka. Nama Ubaidillah tidak tercatat sebagai anak Ahmad bin Isa. Nama Ubadillah muncul pertama kali dalam kitab seorang habib 550 tahun setelah wafatnya Ahmad bin Isa. Sebelumnya, tidak pernah dicatat dalam kitab nasab para ulama nasab, maupun kitab-kitab sejarah.

Bagi penulis, nasab mereka tertolak dan terputus kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Kuat sekali indikasi sosok Alwi dan ayahnya, Ubaidillah, keduanya sebagai tokoh fiktif. Algoritma penelusuran dua tokoh ini, mengarah ke jalan buntu. Bukan hanya berkonklusi mereka bukan keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi sangat kuat diyakini, keduanya sama sekali tidak pernah ada.

Nampaknya, tokoh yang benar-benar historis dari keluarga habib, dimulai dari nama Muhammad bin Ali yang digelari keluarga mereka, ratusan tahun setelah kematiannya, sebagai al-Fakih al-Muqoddam. Inilah nama inti keluarga mereka. Habib Ali al-Sakran dan keluarga lainnya dari abad 9 hijriah, berusaha mencari tahu siap silsilah leluhurnya. Jauh di mirbat, ada ulama besar bernama Muhammad bin Ali Al-Qola’i (w. 577 H), namanya masyhur sebagai ahli fikih yang pendapatnya dikutip dalam kitab-kitab mu’tabarah madzhab Syafi’i. Berdasar tulisan KH Imam Jazuli dari Cirebon, yang menyebut al-Qola’I ini sebagai Ba Alawi, mungkin ia berdasar suatu sumber, kemungkinan besar, permulaan jtihad mengarah kepada bahwa kakek al-Fakih al-Muqodam adalah Muhammad bin Ali al-Qola’i. Silsilahnya menjadi al-Fakih al-Muqoddam bin Ali bin Muhammad bin Ali al-Qola’i.

Karena suatu hal, mungkin adanya data silsilah keluarga asli al-Qola’I yang ditemukan, maka nama al-Qola’I ini kemudian dirubah menjadi Kholi’ Qisam. Masih mirip. Jadi urutan silsilah Fakih Muqoddam menjadi: al-Fakih Muqoddam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ali Kholi’ Qisam. Nama Mirbat yang sudah terlanjur disematkan kepada Muhammad bin Ali, tetap dipakai. Nama julukannya menjadi Muhammad Sohib Mirbath. Hari ini, kita bisa menyaksikan adanya makam dua tokoh ini: Muhammad bin Ali al-Qola’I dan Muhammad bin Ali Kholi’ Qisam (Sohib Mirbath). Dua nama yang sama, dengan julukan-nisbat yang mirip, dan hidupnya sezaman. Harus membuat curiga para peneliti, termasuk Gus Rumail.

Julukan Sohib Mirbath, kita terjemahkan saja: “Yang punya Kota Mirbath”, pantasnya disematkan kepada Muhammad bin Ali al-Qola’I, mengingat nama besarnya dan karangannya yang tersebar. Tetapi, kenyataannya diberikan kepada Muhammad bin Ali Ba Alawi, padahal namanya tidak dikenal para ulama, kenapa? Wallahu a’lam. Gus Rumail mungkin dapat menelusuri. Dan saya yakin, Gus Rumail hanya akan sanggup menelusuri keluarga habib sampai kepada nama al-Fakih al-Muqoddam. Tentu dengan nama Muhammad bin Ali, bukan al-Fakih al-Muqoddam. Penulis yakin, manuskrip tahun 697 H yang ditemukan Gus Rumail, jika benar, tidak menyebut nama Muhammad bin Ali dengan gelarnya, al-Fakih al-Muqoddam, tetapi menyebut nama aslinya, Muhammad bin Ali, karena gelar itu baru di zaman Habib Ali al-Sakran. Dan Saya yakin, nama Muhammad bin Ali (al-Fakih al-Muqoddam) inilah, nama yang terakhir yang bisa ditemukan sejarawan dalam melacak keluarga habaib. Al-Fakih al-Muqoddam wafat 652 H. lalu ia keturunan siapa? Wallahu a’lam bishowab.

Yang jelas, ia bukan keturunan Nabi Muhammad Saw jalur laki-laki, berdasar hasil tes DNA keturunannya yang ada hari ini. Sebagaimana berita yang disampaikan Doktor Sugeng Sugiharto: marga al-Habsyi, al-Segaf, Jamalullail, dan BSA (mungkin maksudnya Bin Syekh Abu Bakar) itu, masuk haplogroup G-Y32613. Sedangkan untuk bisa disebut keturunan Nabi Muhammad ia harus memiliki haplogroup yang sama dengan Sayidina Ali bin Abi Talib, karena ia adalah menantu dari Nabi Muhammad Saw.

Haplogroup saidina Ali adalah J-FGC10500. Menurut para ahli, mustahil jalur garis laki Sayidina Ali tidak sama haplogroupnya dengan Sayidina Ali. Maka, menurut para ahli, berdasar hasil dari para habib yang telah melakukan tes DNA dengan haplogroup G, mereka bisa disebut keturunan Nabi Muhammad itu hukumnya mustahil. Bahkan, masih menurut para ahli, para habib dengan hasil G ini, tidak pula keturunan Nabi Ibrahim As, karena haplogroupnya nabi Ibrahim itu J-FGC8712.

Hasil tes DNA menurut para ahli, sangat presisi dan dapat dipercaya. Memang, hasil tes DNA, tidak bisa menetapkan nasab. Jika ada seorang anak, setelah di tes DNA, mempunyai darah dari ayah biologisnya, maka tidak serta merta, secara syar’I, ia dianggap bernasab kepada ayah biologisnya itu. Harus ada akad nikah yang sah untuk kesahihan nasab. Jika tidak ada akad nikah, walau terbukti berdarah dari ayah biologisnya, maka ia ditetapkan bukan anak dari ayahnya; ia tidak bisa mewaris harta ayahnya. Tetapi, jika dalam suatu kasus terjadi sebaliknya: ada anak yang sudah masyhur sebagai anak si fulan, lalu ada yang bersaksi bahwa anak itu bukan anak sifulan, kemudian dilakukan tes DNA, dan terbukti anak itu tidak memiliki darah ayahnya, maka jelas anak itu bukan anak ayah yang diakuinya. Seperti itulah hasil keputusan Muktamar NU ke 31 di Solo tahun 2004.

Maka, hanya kejernihan jiwa yang akan menyampaikan kita kepada sebuah kebenaran hakiki. Bukan perasaan. bukan doktrin. Kepasrahan dan rela akan setiap takdir Tuhan adalah ‘tambang emas” keikhlasan dan keselamatan.

Siapa yang membela kemuliaan Nabi Muhammad Saw, apakah ia yang membantu seseorang yang bukan dzuriah Nabi lalu mengaku sebagai dzuriyah Nabi, atau dia yang berusaha agar para pengaku dzuriah Nabi ini bertobat dari menisbahkan dirinya sebagai dzuriah Nabi?

Ada yang mengatakan, salah mencintai lebih baik daripada salah membenci. penulis katakan, lebih baik kita mencintai semua orang, itu lebih selamat. termasuk mencintai orang yang salah jalan. Cara mencintainya bukanlah kita dukung ia untuk terus berjalan di jalan yang salah, namun, kita tunjukan bahwa ia berada di jalan yang salah, lalu kita tunjukan jalan yang benar. wallahu a’lam bihaqiqatil hal.

Penulis: Imaduddin Utsman al-Bantani
Editor: Didin Syahbudin

Tags: ba alawiBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahkitab sezamanmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsupemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Nasab Ba Alawi Tertolak Kajian Pustaka Dan Tes DNA

Next Post

Kena Virus Radikalisme Dan Terorisme, Pasti Jadi Goblok Mendadak atau Botol

Related Posts

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

21 Mei 2026
135

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
180

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
546

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
78

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
98

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

5 April 2026
55

إثبات نسب عائلة الملك عبد الله الثاني ملك الأردن الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

6 Maret 2026
116

HAPLOGROUP BANI HASYIM SUDAH KONSENSUS J1: MENJAWAB USAHA RUMAIL HIBUR BA’ALWI

8 Februari 2026
339

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

6 Februari 2026
124

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

23 Januari 2026
330
Next Post

Kena Virus Radikalisme Dan Terorisme, Pasti Jadi Goblok Mendadak atau Botol

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
125

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25