• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

by Admin
21 April 2026
in Opini
8 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara

12 Data Weaponizing Historis dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi

Senjata utama Klan Habib Baalwi dalam menundukkan dan menjajah muslim pribumi NU adalah klaim dan doktrin “Habib = Ahlul Bait = [satu-satunya] Cucu Nabi = Rasulullah Saw = Allah Swt”.[1] Senjata turunan lainnya adalah klaim histori dan sanad keilmuan NU. Dengan klaim histori keilmuan dan sanad itu, Klan Habib Baalwi menekan dan menguasai psikologis warga NU supaya tunduk patuh kepada mereka.

Beberapa contoh di antara upaya propaganda itu sebagai berikut:

Pertama: Sanad Ilmu dan amalan klan habib Baalwi Jadi senjata untuk menundukkan umat; Habib menakut-nakuti umat supaya tidak memutuskan nasab mereka dengan memposisikan diri sebagai wali dan sama saja perang dengan Allah.
Pelaku: Hanif Alathas
Sumber: https://youtu.be/7RrNlxvRaFk?si=0s2–YCKlFi-4hHW.

Baca Juga

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

Kedua: Mengingkari nasab klan habib Baalwi berarti merusak nasab keilmuan NU; menafikan nasab habib akan kualat dan mati su’ul khatimah; mempercayai nasab habib adalah termasuk syariat.
Pelaku: Jamal bin Thoha Baagil
Sumber: https://youtu.be/w8bUIjDgU34?si=432r-z4UTtzmBxN- .

Ketiga: Jika tidak mengakui habib sebagai cucu Nabi Muhammad; ilmu Aswaja di Indonesia runtuh; yang membawa ilmu para Kyai adalah ilmu Baalwi (habib).
Pelaku: Sholeh Al Jufri.
Sumber: https://youtu.be/LXW8GvrVc-8?si=m0u5nI6RoS5xPdfU&t=169 .

Keempat: Habaib adalah sumber keilmuan karena memiliki Silsilatul Dzahab mata rantai emas hadits-hadits Ahlul Bait.
Pelaku: Bahar bin Smith
Sumber: https://youtu.be/Y9mGJeCfsIs?si=9tLFLzTYjgces8ge&t=334 .

Kelima: Membatalkan nasab habib, semua Ilmu akan hilang.
Pelaku: Kyai Miftah Fauzi Pandeglang; Diceritakan oleh: Gus Ubad Aminullah
Sumber: https://youtu.be/WK36Q-uJjaM?si=m5wehLQtbos-q3Ue&t=58 .

Keenam: Para ulama mengambil ilmu dari habib; Jika ulama yang mengambil ilmu selain dari habib maka mereka ulama yang sesat dan menyesatkan; yang benci habib semua amal ibadahnya ditolak oleh Allah Swt.
Pelaku: Ali Abdullah Alaydrus.
Sumber: https://youtu.be/KCLTAKO22KA?si=6M-_1lNF3XtiHM_D .

Ketujuh: Masyarakat yang mengkritisi habib adalah anak zina karena melupakan jasa habib yang meng-Islam-kan masyarakat (klaim mengislamkan masyarakat Indonesia) dan karenanya Indonesia akan muncul bajingan dan pengkhianat muda; Indonesia adalah tempat no. 2 Hadramaut.
Pelaku: Fahmy Alaydrus (Al Idrus). Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=b41Lxr7SrNc .

Kedelapan: Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani dan guru-guru masyarakat menyambung ilmunya dari Baalwi (habib).
Pelaku: Pengasuh PP. Ali Ba’alawy Jember, KH. Sholahuddin Munshif (asal Sedan-Rembang-Jateng) yang juga alumni PP. Al-Anwar Sarang.
Sumber: https://youtu.be/iAg56FtLfDg?si=mBVFK43-CliTN2Ws .

Kesembilan: Semua Kyai dan Ulama diklaim berguru kepada habaib.
Pelaku: Muhammad Farid Al Muthohhar
Sumber: https://youtu.be/fVJF4QGdt2I?si=qOlE5PS7i3N_fDh_ .

Kesepuluh: Jika meragukan nasab Baalwi berarti meragukan keilmuan ulama Nusantara.
Pelaku: Abdurrahman Bilfaqih. Sumber: https://youtu.be/KBwkifJ6kXI?si=Ttf8qQKRWu4puOFR .

Kesebelas: Tanpa Ubaidillah leluhur habib, kita tidak tahu apa-apa.
Pelaku: KH. MIFTACHUL AKHYAR, RAIS AAM PBNU
Sumber: https://youtu.be/g3CVFknicGU?si=y3-Gtme3vPIggo-R .

Keduabelas: Membatalkan Nasab Habib meruntuhkan aqidah dan keilmuan.
Pelaku: KH. IMRON MUTAMAKKIN, KETUA TANFIDZIYAH PCNU KABUPATEN PASURUAN
Sumber: https://youtu.be/biQxNc01kFo?si=-cQPdxw6lpU-RMhM .

Apabila ada sumber di atas yang invalid itu berarti video itu sudah dihapus. Dan, Maha Hebat Allah, wallahul khoirul maakirin, Anda bisa memperolehnya dari sumber lain yang bertebaran di internet terutama YouTube. Cari saja, pasti ketemu.

Konstruksi Penguasaan Sanad, NU, dan Muslim Indonesia

Yang saya sebutkan di atas hanya 12 (dua belas) contoh saja. Ada banyak lagi lainnya umpamanya apa yang didoktrinkan oleh PP Al Anwar Sarang Rembang Connection atau Gus Kautsar. Semuanya bernada dan bermaksud sama yaitu menekan mental muslim pribumi NU harus tunduk patuh kepada Klan Habib Baalwi (di bawah ‘karena nasab’) karena keislaman dan sanad ilmu NU berasal dari Klan Habib Baalwi. Konstruksi berikutnya: “Habib dan NU Tak Terpisahkan, NU = Habib, Habib = NU”. Konstruksi ini untuk menundukkan dan menguasai NU dan muslim pribumi Indonesia melalui NU (pesantren-pesantren dan nonsantri yang mengaku sebagai NU yang jumlahnya 50% ke atas dari populasi muslim Indonesia). Konstruksi ini dan konstruksi berikutnya tidak saya urai detail di sini namun, semestinya, Anda sudah dan dapat memahaminya secara mandiri.

Silsilatul Dzahab

Dengan diitemukan dan diungkapkannya manuskrip-manuskrip Sunan Ampel yang dimiliki KHR. Mas Muhammad Salim bin Sunan Ampel[2] membuktikan kembali dengan tegas bahwa Walisongo bukan Baalwi, sanad keilmuan Islam di Nusantara bukan dari dan ke Baalwi; dan yang menyebarkan Islam di Nusantara bukan Baalwi melainkan Walisongo—Walisongo bukan Baalwi dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan Baalwi.

Manuskrip Bantarsari sekaligus membungihanguskan seluruh klaim historis, klaim sanad keilmuan, dan doktrin-doktrin penjajahan Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya yang menggunakan klaim historis dan sanad keilmuan sebagai senjatanya (weaponizing).

Manuskrip Bantarsari juga membuktikan yang memiliki Sanad Silsilah Emas adalah Trah Walisongo khususnya KHR. Mas Salim bin Sunan Ampel dan diteruskan kepada KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Ini adalah Silsilatul Dzahab (Mata Rantai Emas) hingga Rasulullah Saw yang nampaknya tidak dimiliki oleh Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya. Ini saya simpulkan dari keterangan yang ada bahwa KH. Agus Sunyoto berkeliling Nusantara untuk mencari manuskrip Walisongo namun yang ditemukan berangka tahun 1800an dan 1900an. Jika kita extend, sebagai buffer posibilitas, anggap saja sampai 1700an. Manuskrip pada periode itu rentan bias kolonial. Sementara, manuskrip Bantarsari berangka tahun 1481 atau 1400an. Ini data sezaman dengan Mbah Sunan Ampel dan suci dari bias kolonial dan suci dari Baalwi sebagai anteknya.

NU Mengaku Penerus Walisongo

NU, secara organisasi, mengklaim sebagai penerus Walisongo. Maka demikian, semestinya sanad ilmunya ke Walisongo. Masih ada kemungkinan ini kurang tepat tetapi saya kira termasuk pesantren-pesantren NU, termasuk yang ‘besar-besar’ itu, terutama yang berafiliasi baik erat atau tidak erat dengan Klan Habib Baalwi, juga tidak memiliki sanad ilmu sebagaimana yang dimiliki KHR. Mas Salim dan Kyai Imad. Sekali lagi, jika berdasar kenyataan bagaimana KH. Agus Sunyoto tidak menemukannya padahal sudah keliling Nusantara. Wallahualam bisshawab tentang itu. Silakan diteliti lagi. Jika Anda punya manuskrip sebagaimana Bantarsari silakan diungkapkan.

Dari Mana Sanad Ilmu Klan Habib Baalwi dan Pengikutnya?

Melihat histori dan sanad ilmu dijadikan weapon oleh Klan Habib Baalwi dan budak-budaknya untuk menekan psikis dan menjajah muslim pribumi NU, saya kira saya tidak dapat disalahkan dan merupakan suatu kewajaran apabila saya menanyakan balik hal serupa:

Pertama. Dari mana sanad ilmu pesantren-pesantren tokoh-tokoh NU yang membela Klan Habib Baalwi? Ke Walisongo hingga Rasulullah Saw? Mana buktinya, tunjukkan.

Kedua. Dari mana sanad ilmu Klan Habib Baalwi termasuk pensantren-pesantrennya? Ke Rasulullah Saw via leluhur Klan Habib Baalwi? Jika mereka bersanad kepada leluhur Klan Habib Baalwi, mereka fiktif. Jika mereka bersanad ke sosok fiktif berarti mereka bersanad ke Setan atau Dajjal yang berpura-pura menjadi penyambung Rasulullah Saw. Kerjaan Dajjal kan memang begitu.

Statement KHR. Mas Muhammad Salim bin Sunan Ampel

Pada video yang beredar tanggal 19 April 2026, Kyai Salim, pemilik manuskrip-manuskrip Sunan Ampel menyampaikan beberapa hal:[3]

Pertama: Bagi warga dan Kyai-kyai yang mau menyambung sanad silsilah aurod ke Walisongo, silakan minta sanad ijazahnya ke KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Kyai Imad sudah saya ijazahkan dan saya Ridhoi untuk mengijazahkan menyambungkan sanad-sanad  aurod dan keilmuan sampai ke Walisongo.

Kedua: Silakan minta ijazahnya ke Kyai Imad supaya ketika warga dan Kyai mengamalkan sesuatu sanadnya tersambung ke Walisongo sebagai bukti benar-benar sebagai warga NU lahir-batin luar-dalam.

Ketiga: Yang tidak mau ijazah sanad ilmu ke Walisongo ini berarti penyusup di tubuh NU.

Keempat: Luarnya NU, (kok) yang diamalkan (amalan) Baalawi. [suara beliau kurang jelas terdengar, jadi mungkin kalimat dan maksudnya begitu].

Epilog

Jadi sekarang, episentrum dan puncak sanad keilmuan dan aurod Walisongo ada di 2 (dua) tokoh yaitu KHR. Mas Salim dan KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Di mana KHR. Mas Salim sudah mengumumkan bahwa yang mau minta ijazah sanad ke Walisongo (Mbah Ampel) silakan ke KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. Maka, mengerucut hanya kepada satu nama yaitu Al Alim Alllamah, Ki Ageng Imaduddin Utsman Al Bantani.

Nah, kalau NU mengaku penerus Walisongo, dan siapa saja yang mengaku NU, mau tidak mau harus (wajib) memiliki sanad ilmu dan aurod ke Walisongo. Kalau tidak punya, gugur klaim itu. Klaim dan iklan itu harus direvisi—kalau tidak direvisi berarti berdusta atas nama Wali, pelakunya menyakiti poro Wali, barangsiapa menyakiti Wali—Allah menabuh genderang kepadanya, ya kualat poro Wali karena Anda pasti tidak menang berperang melawan Allah. Saya khawatir yang melakukan itu mati suul khotimah.

Artinya, harus datang baik-baik dan datang dengan tawadhu menunduk kepada Kyai Imad sebagaimana adab yang selama ini dijejalkan kepada muslim pribumi. Sekarang waktunya para Kyai dan orang-orang yang mencitrakan dirinya sebagai ulama penerus Nabi untuk membuktikan praktik ilmu yang selama ini ia ajarkan. Kabura maqtan indallah kalau tidak begitu. Maka datanglah baik-baik, menunduklah dengan tawadhu, jalan lutut—kalau perlu ngesot dari jarak 30 meter, cium tangan bolak-balik 4 (empat) kali, ngomong baik-baik minta ijazah sanad ke Rasulullah Saw via Walisongo. Yang tawadhu.

‘Anda menghina?!” Lho saya tidak menghina, saya cuma mengartikulasikan ajaran pesantren anda selama ini. Kalau yang saya artikulasikan di atas dianggap menghina itu sama saja artinya anda mengatakan ajaran anda adalah ajaran hina dan anda menghinakan dan memandang hina santri-santri dan muslim pribumi yang selama ini mempraktikkan itu kepada Anda. Lho, bagaimana? Hina apa mulia? Kalau ajaran adab Anda itu mulia, maka harus bersemangat melakukannya. Kalau ajaran adab anda itu hina, lalu kenapa Anda mengajarkannya kepada orang lain? Berarti Anda sedang menghinakan orang lain berkedok adab?

Bagaimana? Ini terserah Anda. Saya hanya berbasis ajaran dan doktrin Anda sendiri.

Nah, orang mengaku NU, NU mengaku penerus Walisongo, sanadnya mana? tidak punya. Kalau tidak punya, minta ke yang punya. Siapa? Kyai Imad. Maka mintalah ke Kyai Imad. Cuma masak Anda ndak malu Anda minta ijazah sanad ilmu Walisongo ke orang atau pihak yang selama ini Anda fitnah dan hina sebagai anak zina, PKI, khawarij, wahabi, syiah, antek Yahudi, dan tudingan keji lainnya. Ya harusnya malu.

Cuma kadang Allah memang bikin-bikin skenario begitu dan menuju Allah dan Rasulullah memang mengharuskan manusia berkorban. Jangan cuma nyembeleh kambing, sapi dan kerbau. Itu gampang, kan cuma urusan duit saja itu. Sembelehlah juga nafsu ananiyah Anda. Jangan hanya pandai mengartikulasikan tulisan Arab dan ceramah-ceramah monolog saja—itu kan cuma urusan reading skill dan public speaking skill saja—orang juga mesti pandai melakukan. Kalau ndak mau begitu, ya ndak apa-apa. Tinggal Anda tentukan saja pilihan hidup Anda: Anda mau bersanad ke “nasab halu” atau ke Walisongo?

Lalu, Klan Habib Baalwi sanadnya ke mana? Ke orang-orang fiktif dan orang-orang yang ajarannya sesat dan khurafat yang menista Allah Swt dan Rasulullah Saw. Itu sanad halu, sanad “Dajjaliyah”. Baalwi kalau tidak pindah sanad ke sanad yang tersambung ke Rasulullah Saw, suul khatimah. Anda tidak perlu percaya yang saya katakan tentang suul khatimah. Sebagaimana gravitasi: tidak peduli Anda percaya atau tidak percaya kepada gravitasi, ia tetap ada di sana dan tetap berjalan hukumnya.

Baalwi pindah sanad mau minta sanad ke Walisongo? Wah, sungguh berat itu urusannya. Kalau tidak mau menunduk jalan lutut, ngesot, cium tangan bolak-balik, cium lutut, cium dada, cium kaki—kalau perlu, dan berirkrar jadi budak seanakturunannya selama-lamanya; gimana ya… berarti anda dimurkai Allah dengan murka yang amat besar karena anda tidak mempraktikkan apa yang anda ucapkan yaitu beradab dengan definisi dan teknis spesifik sebagaimana ajaran anda sendiri. Kabura maqtan indallahi antaqulu maa laa taf’aluun. Kan begitu kan? makanya sungguh berat itu urusannya.


[1] Lihat https://rminubanten.or.id/senjata-utama-klan-habib-baalwi-dalam-operasi-klandestin-baalwisasi-yamanisasi-nusantara/ dan https://rminubanten.or.id/habib-baalwis-doctrine-psycho-linguistic-model-pattern-and-its-impact-to-nusantara/
[2] Lihat https://www.nahdlatul-ulum.com/geger-manuskrip-manuskrip-sunan-ampel-dari-abad-15-dan-16-masehi-ditemukan-di-bantarsari-cilacap/ dan https://www.nahdlatul-ulum.com/sanad-yasin-fadhilah-dan-tahlil-dari-sunan-ampel/ ; dalam format video https://youtu.be/kZdzKbrY_6E?si=2T5T0-rbIJHCHyeK, https://youtu.be/M3CCCxNjBkQ?si=POQGe1KR41RCDmCz, https://youtu.be/qOwvGPOCqrI?si=lM2NIhKklN5yycP2
[3] Lihat https://youtube.com/shorts/aLGBLiPq0Nw?si=Z4SnImLAhH-dFq8h ; https://www.youtube.com/live/LlM5j4dVbps?si=9i4sf9Wk3UymSrnV

ShareTweetShare
Previous Post

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Related Posts

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
41

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
65

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
63

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
37

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
591

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40

Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

15 Maret 2026
118

Titik Balik Thesis al Bantani, Konsensus dan Glorifikasi Nasab Ba’Alwi: Tiga Tahun  Gagal Raih Syuhra Wal Istifadlah (2023 2025)

11 Maret 2026
118

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik

8 Maret 2026
233

Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

6 Maret 2026
212

Paling Banyak Dilihat

Opini

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

by Admin
21 April 2026
5

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara 12 Data Weaponizing Historis dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi Senjata utama Klan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25