• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Ta’dhiman wa Takriman Rois ‘Am dan Tetap Mendukung Penelitian

by Admin
2 Juni 2024
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang NU yang telah diajarkan sikap tasamuh, tawazun dan ta’adul ( bersikap adil ) tentu melihat polemik nasab ini perlu kepala dingin dan jiwa yang lebar, tidak harus emosi dan nir akhlak, sebab polemik tersebut tidak dimaksudkan sebagai tujuan, tetapi efek dari perbedaan paham saja, meski kadang tajam. Dua tahun belakangan terisi polemik hampir di setiap ruang-ruang diskusi.

Sebenarnya warga Nahdliyyin relatif biasa menghadapi silang pendapat, terutama santri sudah terbiasa mudzakarah dan bahtsul masail. Terhadap polemik nasab ini pun sebenarnya tidak keruh, karena yang membuat keruh itu muhibbin habaib yang terlalu membelanya karena doktrin dzuriyat Nabi melekat sudah lama. Bagaimana mungkin sesuatu yang sudah jadi pandangan lama dan jadi umum berlaku, bisa berubah oleh pandangan baru meski ilmiah, ini kemudian jadi pangkal dari sikap yang cenderung mati-matian dalam pembelaannya.

Mungkin tidaklah viral dan menjadi polemik besar berkepanjangan jika saja ditanggapi secara dewasa oleh kalangan habaib dan tidak memperalat muhibbinnya untuk menanggapi secara emosional atas penelitian ilmiah terkait keabsahan nasab Habaib tersebut. Artinya jika awalnya langsung responsif dengan menulis bantahan ilmiah, bisa jadi resistensinya relatif kecil. Soal siapa yang paling benar, biar kebenaran yang mengatakannya.

Tidak bisa dihindari pasti akan terjadi pembelahan dukungan karena berangkat dari nasib yang dialami, yang mendukung penelitian ilmiah seperti berjalan di kegelapan malam tiba-tiba muncul cahaya rembulan yang meneranginya. Begitupun dukungan muhibbin atas habaib diibaratkan syahdu mengikuti irama hadroh, hingga saking syahdunya kemudian terlelap panjang meski mata yang terbelalak.

Baca Juga

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Dalam situasi seperti ini warga Nahdliyyin dimana pun agar menahan diri untuk tidak ambil sikap, meski pernyataan Rois Am belakangan terkesan mendukung kesahihan Ba’Alawi dan seolah itu pernyataan resmi PBNU, padahal kita harusnya dewasa memahami diksi dari ucapan al-mukarrom KH. Miftahul Akhyar, orang tua dan yang dituakan kita. Di sisi lain dukungan atas penelitian ilmiah tidak perlu kendur dan lenyap hanya karena ada pernyataan Rois Am. Dalam hal ini kita tetap menghormati dan memuliakan Romo Yai Rois Am, namun kita pun tetap mendukung penelitian ilmiah terkait nasab tersebut, karena dari dasar itulah kita sadar bahwa klaim pengakuan keturunan Rosulullah S.a.w tidak lagi jadi alat eksploitasi bahkan alat menjajah secara spiritual.

Mari kita berpikir lebih luas dan memegang teguh prinsip-prinsip kebangsaan kita yaitu persatuan, karena persatuan adalah kekuatan yang tak terkalahkan. Soal polemik biar berjalan menuju kebenarannya masing-masing, dan kita punya ketegasan dimana kita berpijak, namun di sisi lainnya kita punya akhlak yang jadi barometer dualitas sikap tersebut.

Terlalu besar jika NU dikerdilkan dengan sikap pembelaan sepihak, dan terlalu mulia jika NU menjadi wadah perdebatan yang ujungnya saling menghinakan, bahkan sangat disayangkan jika kita sesama warga NU saling cakar hanya karena pembelaan. Sikap kita tetap guyub, ngeriung bersama, ngopdar bareng, guyon sama sama, dan biasa kita ngaji. Tauladan kita adalah kiai pesantren, dan kiai pesantren adalah juga kiai NU.

Jalan yang kita pilih pastilah berbeda, tetapi bukan berarti saling jegal, kata yang terucap pastilah berbeda namun tidak untuk saling gibah dan fitnah, pemikiran pastilah berbeda tetapi bukan untuk medan pertikaian, dukungan pun pasti berbeda tetapi sekali lagi tidak untuk bermusuhan. Indonesia adalah rumah besar kita, dimana kita hidup dan matinya. Jagalah persatuan dan kesatuan, karena ini adalah harga diri kita.

Mecca, 2 Juni 2024

Penulis: Hamdan Suhaemi

ShareTweetShare
Previous Post

Pesan Cinta Untuk Nahdliyiin

Next Post

Hukum Nikah Online: Menakar Kesahihan Dalil Syaikh Zen Bin Sumet Ba’Alwi Tentang Kinayah

Related Posts

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
100

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
46

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
222

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
224

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
76

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
560

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
107

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
99

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
117

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
107
Next Post

Hukum Nikah Online: Menakar Kesahihan Dalil Syaikh Zen Bin Sumet Ba'Alwi Tentang Kinayah

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
181

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25