• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Pasar Kresek Dikelilingi 9 Pesantren

Yang menjadi daya tarik pasar Kresek di waktu sore banyak terlihat santri baik putra maupun putri yang berlalu lalang, yang demikian itu karena Kresek memang daerah santri. Ada tujuh pesantren yang mengelilingi Pasar Kresek.

by Admin
27 Juli 2022
in Berita
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

PASAR KRESEK Adalah salah satu pasar tertua dan terbesar di Kabupaten Tangerang. Ketuaan Pasar Kresek bisa di perkirakan dari los besi yang di bangun Belanda yang masih ada sampai sekarang.

Letaknya yang strategis diperbatasan antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang menjadikan Pasar Kresek menjadi pusat belanja masyarakat perbatasan kedua kabupaten itu.

Sejak zaman dahulu Pasar Kresek beroperasi paripurna setiap hari Sabtu dan Hari Selasa. Sedangkan hari hari lainnya hanya toko dipinggir jalam yang buka ditambah pedagang ikan dan sayur di los belanda.

Los Belanda itu jika hari Sabtu dan Minggu menjadi komplek pedagang kain. Sedangkan tukang sayur dan ikan berada di sekitar bawah terminal menuju Kampung Cempaka.

Pasar Kresek dilalui jalan antara Tanara dan Balaraja, ketika hari Sabtu dan Selasa biasanya pengguna jalan dari Tanara menuju Balaraja atau sebaliknya yang berkendara mobil lebih nyaman mencari jalan via Kronjo walaupun lebih jauh jarak tempuhnya, kecuali yang siap bermacet ria sambil melihat pemandangan pasar yang ramai.

Mulai dari masarakat kecamatan Kresek, Kecamatan Gunung Kaler, Kecamatan Mekar Baru, Kecamatan Tanara, Kecamatan Carenang, Kecamatan Binuang, Kecamatan Cikande mengenal pasar Kresek sebagai pasar yang murah dan barang yang bagus terutama jenis pakaian dan alat alat onderdil motor.

Yang menjadi daya tarik pasar Kresek juga di waktu sore banyak terlihat santri baik putra maupun putri yang berlalu lalang, yang demikian itu karena Kresek memang daerah santri. Ada tujuh pesantren yang mengelilingi Pasar Kresek.

Disebelah Barat Pasar Kresek ada Pesantren Al Hikmah Syekh Cinding yang diasuh oleh Kiai Ali, Pesantren Raden Kenyep yang di asuh oleh Kiai Muhtadi, Pesantren NU yang diasuh oleh Kiai Imaduddin, dan Pesantren Subulussalam yang diasuh oleh Kiai Amal.

Di Bagian Timur ada pesantren Al-Falah yang diasuh oleh Kiai Latif Humaidi, Psantren Nasy’atul Falah yang diasuh oleh Kiai Zaenudin dan Pesantren Al-Falah putri yang diasuh oleg Kiai Awanuddin.

Dibagian utara ada pesantren El-Syarif yang diasuh Kiai Rofi dan di bagian selatannya ada pesantren Manba’ul Hikmah yang diasuh Kiai Ubaidillah.

Demikian infirmasi tentang pasar Kresek semoga bermanfaat.

Tags: kitab kuningkresek tangerangnahdlatul ulamapasar kresekPesantrenRMI PWNU Bantentokoh NU BantenUlama Bantenulama NU
ShareTweetShare
Previous Post

Meditasi Mina Muzdalifah: Aku Lempar Batu Batu Itu

Next Post

Kitab Fikih Peradaban Karya Ulama Banten Menyongsong Satu Abad NU

Related Posts

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
61

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
34

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
17

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
349

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
63

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
47

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
110

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

3 Oktober 2026
214

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

1 Oktober 2026
159

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

28 September 2026
133
Next Post

Kitab Fikih Peradaban Karya Ulama Banten Menyongsong Satu Abad NU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

by Admin
20 Oktober 2026
16

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah Rembang) Fenomena self-love yang mengisi...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25