• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Mendukung PBNU Menguatkan NU

by Admin
4 Januari 2024
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Jam’iyah Nahdlatul Ulama itu organisasi yang isinya para kiai, ulama, ilmuwan dan para pakar di bidangnya. NU organisasi Islam yang terbesar di Indonesia, jama’ahnya tersebar di seantero negara-negara di dunia. Ketika menyebut NU selalu yang terlintas adalah bintang sembilan, ciri dari wasathiyah Islam yang diterapkan NU di Indonesia, sesuai tradisi ajaran dan spiritualitas Islam yang disampaikan para Wali Songo sejak abad 15 silam.

Sebagai kader NU, yang ada di diri saya ini adalah sami’na wa atho’na pada kiai-kiai NU, baik para kiai yang di jajaran struktural maupun mereka yang bergerak dalam kultural. Rasa ta’dhim ini didasarkan pada ke’aliman dan adabnya para kiai, bukan pada nasab bukan pula harta kekayaannya.

Kader yang pernah melalu proses pendidikanya tentunya merasa terpanggil ketika NU diganggu atau terganggu oleh gerakan atau opini yang menyudutkannya, karena itu pasti membelanya, tidak terkecuali saya. Dalam hal ini saya merasa tidak perlu diminta untuk membela marwah NU, ini sudah jadi keniscayaan sebagai kadernya. Soal kemudian dianggap ini dan itunya tidak menjadikan kendur untuk membelanya.

Belakangan PBNU pasca pemberhentian Ketua PWNU Jawa Timur, rupanya situasi ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak puas atas kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf. Ada gerakan MLB menyeruak di kalangan Nahdliyyin, seolah ada kesalahan besar yang dilakukan oleh Ketum dan atau Rois Am-nya. Padahal faktanya itu normatif, hal pemberhentian itu sesuatu alamiah, lumrah dan tidak perlu didramatisir seolah PBNU itu otoriter.

Bisa jadi sikap di atas itu tidak lebih sebagai kejelian PBNU melihat situasi di wilayahnya, jika ada indikasi pragmatisme yang dilakukan hubungannya dengan dukungan politik atas Paslon dalam gelaran pilpres tahun ini. Saya membacanya sebagai sikap yang diprinsipi kaidah yaitu.

يتحمل الضرر الخاص لأجل دفع ضرر العام

Artinya: suatu resiko mesti dipikul untuk menghindari mara bahaya dan kerusakan yang lebih luas.

Masih ingat ketika dulu tahun 1983 pasca Munas NU, adalah Mbah Syaikh As’ad Syamsul Arifin (tokoh sejarah yang membidani NU 1926) bersama ulama besar lainnya seperti Romo KH. Ali Maksum telah bersepakat memberhentikan KH. Idham Chalid dari jabatannya selaku Ketum PBNU dengan alasan dan pertimbangan ulama khos sebagai dasar pijakannya.

Nalar kita mungkin tidak sampai ketika segala sesuatunya sudah jadi keputusan ulama khosnya NU, diantara benar dan salah, di antara baik atau buruk. Sebab istikhoroh ulama NU dalam melihat dan menyikapi gejala yang terjadi adalah sudah biasa dilakukan sejak awal pendiriannya NU. Terkadang ini yang diabaikan oleh kita yang dengan pisau analisa dan berbasis logis rasional mengatakan itu sebuah kesalahan atau kekeliruan, yang disikapi oleh kita justru menghujatnya padahal ulama NU itu ya guru-guru dan orang tua kita.

Betul jika manusia tempatnya salah dan dosa, betul bahwa selain Nabi tidak ma’shum, tetapi ulama pun termasuk makhfudz yaitu dijaga dari sikap dlolalah, atau fasad. Ini yang tidak banyak diketahui orang awam. Akan tetapi ulama bukan pula malaikat, melakukan dosa dan salah itu pasti mengalami.

Karena itulah umumnya warga Nahdliyyin terutama yang tumbuh dari pengkaderan jelas punya sikap sam’an wa tho’atan atas ulama NU, terutama terhadap PBNU, karena Rosulullah SAW telah mengajarkan agar tidak bersangka buruk atas segala sesuatu dan atas sikap sesuatu.

إياكم و الظن فإن الظن أكذب الحديث

Artinya: hindarilah berpraduga buruk, karena praduga yang buruk adalah perkataan yang paling dusta (H.R. Imam Bukhori).

يا ايّها الذين أمنوااجْتَنِبُوا كَثيرًا من الظَّنِّ ، إن بعضَ الظنِّ إثْمٌ ولا تجَسَّسُوا ولا يَغْتَبْ بعضُك بعضًا، أيُحِبُّ احدُكم أن يأكُلَ لحْم أخِيه مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوه، واتّقوااللهَ إنّ اللهَ توّابٌ رحيم.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu sekalian yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12).

Dalam rentang kesejarahan NU tidak lepas ketidaksukaan, ketidaksetujuan, penolakan, bahkan seringnya hujatan atas ulama PBNU ketika memutuskan sesuatu yang tampak kontroversial. Adalah Romo KH. Achmad Siddiq, menurut catatan Martin Van Bruinessen dalam jurnalnya yang dimuat di Prisma English No. 49, telah mendeskripsikan peristiwa keputusan khittahnya NU ke 1926 tahun 1984 yang menuai hujatan dan banjir kritik dari kalangan yang bersebrangan dengan NU.

“The idea of khittah and the formulation of what this amounted to originated with a typical kyai whose star was rapidly rising. Achmad Siddiq of Jember, it was Achmad Siddiq who presenter at this conference, to an initially unsyimpathetic audience, the compromise formula for accepting the Pancasila as sole foundation”. Tidak hanya itu PBNU menuai kritik dan hujatan yang begitu massifnya ketika memutuskan bergabung dengan NASAKOM di era Demokrasi Terpimpin, pada medio 1961 yang begtu krusial dan dramatis, tak henti-hentinya KH. Idham Chalid selaku Ketum PBNU dan Mbah KH. Wahab Hasbullah selaku Rois Am PBNU dihujat dan dianggap sebagai penjilat kekuasaan, kolaborator PKI, bahkan dicap Kiainya PKI. Padahal Mbah Wahab Hasbullah kala itu memegang prinsip.

تقديم المصلحة الراجحة اولى من تقديم المصلحة المرجوحة

Artinya: mendahulukan kemaslahatan yang sudah jelas lebih didahulukan dari kemaslahatan yang belum tentu jelas.

Dalam hal ini, kita yang melihat keputusan PBNU terkait pemberhentian Ketua PWNU Jawa Timur dan apa-apa yang telah diputuskan oleh PBNU tentunya selalu kita dukung, kita bantu, kita bela dan sudah menjadi konsekuensi logis untuk menjaga marwahnya. Karena tidak ada kesempurnaan atas dukungan kecuali didasari kecintaan. Cinta saya pada NU seperti menyatunya jiwa di dalam jasadnya.

Serang, 3 Januari 2024
Penulis: Hamdan Suhaemi
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten

Tags: aswajanahdlatul ulamaNUPBNU
ShareTweetShare
Previous Post

Ini Sanad Syaikh Yasin Al-Fadani Yang Asli

Next Post

Menjawab Sang Pembela Ba Alwi

Related Posts

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
11

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
98

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
46

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
84

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
349

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
71

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
63

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
257

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
141

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
147
Next Post

Menjawab Sang Pembela Ba Alwi

Paling Banyak Dilihat

Opini

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

by Admin
20 Oktober 2026
11

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah Rembang) Fenomena self-love yang mengisi...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25