• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Peradaban Adiluhung Tradisi Islam Di Asia Tengah Di Bawa Oleh Sufi Agung Tarekat Kubrawiyah Al Hamadani Sayyid Husein Jamal-ad-Din Kubrawiyah Dan Putranya Sayyid Ibrahim Zainul Kubrawiyah/Ibrahim Samarqondi Ke Nusantara

by Admin
17 April 2024
in Berita, Opini, Santri, Sejarah, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pada Abad Pertengahan Islam, pusat-pusat peradaban dan intelektualisme Islam bukan hanya di Mekkah, Madinah, Baghdad, Kufah, Damaskus, atau Kairo, melainkan juga Samarkand, Bukhara dan Urgench di Asia Tengah yang menjelma menjadi pusat-pusat studi, seni dan kebudayaan Islam yang adiluhung.

Bahwa Islam dan Nabi Muhammad SAW lahir di Tanah Arab memang betul. Bahwa Timur Tengah pernah menjadi pusat politik-pemerintahan dan peradaban Islam memang benar. Bahwa di Timur Tengah, terdapat kota-kota yang menjadi sumber inspirasi intelektualisme Islam memang valid. Di kawasan ini ada Mekkah, Madinah, Baghdad, Kufah, Damaskus, Kairo, Yerusalem, dan lainnya. Bahwa banyak karya akademik di Abad Pertengahan Islam (hingga dewasa ini) yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Arab memang tidak salah.

tetapi ruh, energi, dan spirit kemajuan intelektualisme, peradaban, dan kebudayaan Islam di Abad Pertengahan itu banyak digerakkan oleh kaum non-Arab, dan Asia Tengah menjadi salah satu kawasan penyumbang peradaban Islam yang gemilang itu, selain Iran, Turki, Asia Selatan, Mongol, Afrika Barat dan Utara, dan lainnya, termasuk Asia Tenggara tentunya

Wilayah Asia Tengah yang terdiri dari negara Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Afghanistan menjadi region dengan penduduk muslim yang banyak. Agama Islam yang masuk pada abad ke-7 ke wilayah Asia Tengah ini disebarkan oleh para pedagang Arab. Sebelum dimayoritasi oleh umat Muslim, wilayah Asia Tengah diduduki oleh bangsa Persia, Kushan, Sogdia, dan Bactria. Hingga saat kini, ajaran agama Islam di Asia Tengah menjadi mayoritas kepercayaan masyarakatnya.

Baca Juga

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Wilayah Asia Tengah yang berdekatan dengan negara lainnya, seperti China, Afghanistan, Iran, dan Pakistan menjadi sebuah wadah atas perpaduan berbagai etnik. Kebudayaan yang terdapat di dalam negara-negara wilayah Asia Tengah menjadi multikultural, sama seperti negara Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Di dalam sejarah Indonesia, agama Islam masuk dari pengaruh para pedagang dari Arab yang kemudian disebarkan secara Massive dengan bantuan Wali Songo dan Walisongo ini Kakek nya berasal dari Samarkan Uzbekistan Asia tengah , Penyebaran agama oleh Wali Songo ini mengadaptasi kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia, mirip dengan negeri asal leluhurnya Walisongo sehingga banyak masyarakat nusantara pada waktu itu yang tertarik untuk memeluk agama Islam. Dari penyebaran agama melalui kebudayaan tersebut, corak ajaran agama Islam di Indonesia memiliki variasi kebudayaan di dalamnya, seperti ajaran agama Islam yang berkaitan erat dengan nilai tradisi di dalam kehidupan masyarakat.

Hal serupa juga terjadi di dalam ajaran agama di wilayah Asia Tengah. Sebelum agama Islam masuk ke wilayah Asia Tengah, agama yang dipeluk oleh masyarakatnya merupakan keagamaan tradisional, seperti Maniisme, Shamanisme, Zoroastrianisme, dan lainnya yang memiliki kaitan erat dengan tradisi nenek moyangnya. Beberapa praktik keagamaan yang dihiasi dengan corak tradisi ini terkadang memberikan anggapan bahwa bertentangan dengan agama Islam, tetapi hal ini yang menjadi masyarakat menjadi lebih dekat dengan kepercayaannya.

Terkadang ajaran agama secara tradisional dianggap bersimpangan dengan ajaran agama di dalam Al-Quran. Misalnya, di Indonesia sendiri terdapat tarian Saman yang menunjukkan kebersamaan dengan lirik yang berupa pujian kepada Allah SWT. Di Asia Tengah juga terdapat banyak bentuk tradisi yang dikaitkan dengan agama Islam, misalnya kaligrafi yang kerap menjadi oleh-oleh khas yang mencampurkan nilai seni dengan agama Islam.

Asia Tengah yang juga terkenal dengan aliran Sufi memiliki berbagai nyanyian yang diiringi dengan alat musik tradisional, seperti ney dan dambura. Aliran Sufi di Asia Tengah memiliki beragam tarekat dengan pendekatan masing-masing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada dasarnya, Sufi merupakan bagian dari tradisi agama Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara yang lebih spiritual.

Menariknya, keislaman yang berkembang di kawasan Asia tengah bukan jenis keislaman ortodoks dan puritan yang anti-tradisi dan kebudayaan lokal, melainkan jenis dan praktik keislaman yang menghargai dan mengadopsi aneka ragam tradisi dan budaya lokal, persis seperti yang dulu berkembang di Jawa dan berbagai daerah lain di Indonesia. Maka, jadilah corak keislaman di Asia Tengah itu semacam “Islam heterodoks” atau “folk Islam” dalam istilah antropologi.
Salah satu ciri menonjol dari “folk Islam” ini adalah perkembangan tasawuf atau Sufisme. Asia Tengah menjadi salah satu kawasan tertua mengenai tradisi Sufisme atau mistisisme dan tarekat (ordo Sufi).

Dari aspek politik-ekonomi, negara-negara di Asia Tengah mirip dengan Indonesia mengikuti sistem politik pemerintahan sekuler-republik serta prinsip-prinsip pasar bebas kapitalisme. Ideologi Islamisme yang mengusung “Negara Islam”, khilafah, dan sejenisnya tidak laku di sini. Sejumlah kelompok Islam radikal dan pengusung ideologi Islamisme seperti Ikhwanul Muslimin, Al-Qaidah, atau Hizbut Tahrir tidak mendapatkan tempat di Asia Tengah

Melihat catatan historis yang gemilang Peradaban Islam abad pertengahan di Asia Tengah, maka sudah saatnya jika kawasan ini perlu dijadikan sebagai salah satu “kiblat” dalam hal riset dan pengkajian sejarah, peradaban, dan kebudayaan Islam, bukan melulu kawasan Timur Tengah. Semoga bermanfaat.

Abu Farel Al Ampeli Al Husaini

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah NabiegalitergenetikaGus Fahrurhabaibhabibhaluhanif alatasHRSislamisasi prbumiisnad palsukemanusiaankesetaraanketua PBNUKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadPBNUpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahyawalisongo
ShareTweetShare
Previous Post

Menakar Kejujuran Ba ‘Alwi Dan Rumail Abbas

Next Post

“Jangan Bawa-bawa NU,” Kata Gus Fahrur Kepada Kiai Imaduddin

Related Posts

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
21

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
14

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
67

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
161

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
136

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
106

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
104

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
373

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
115

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
138
Next Post

"Jangan Bawa-bawa NU," Kata Gus Fahrur Kepada Kiai Imaduddin

Paling Banyak Dilihat

Berita

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

by Admin
21 Juli 2026
21

GROBOGAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan menerbitkan surat instruksi resmi yang meminta badan otonomnya, yakni PC GP...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25