• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Ulama Kisah

Dr. Sugeng Sugiharto di-Demosi oleh BRIN karena Bicara Nasab Klan Habib Baalwi?

by Admin
2 Oktober 2024
in Kisah, Opini, Peristiwa, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Kgm. Rifky Zulkarnaen

Penulis memperoleh informasi bahwa Dr. Sugeng Sugiharto di-demosi (penurunan jabatan dan tunjangan kinerja) oleh kantor tempat beliau bekerja yaitu BRIN, Badan Riset Inovasi Nasional[1]. Saya tidak tahu pasti alasan yang sebenarnya apa mengapa beliau didemosi. Tetapi mungkin saja, kemungkinan besarnya, adalah karena beliau membicarakan nasab habib dan membuktikan DNA habib bukanlah dzurriyah Nabi Muhammad Saw.

Jika demikian alasannya, kita sangat menyayangkan sekali keputusan demosi tersebut karena pembahasan DNA Klan Habib Baalwi oleh Dr. Sugeng Sugiharto yang berkesimpulan ‘mustahil Klan Habib Baalwi dzurriyah Nabi, orang Arab saja bukan apalagi dzurriyah Nabi’ merupakan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan demosi oleh BRIN kepada Dr. Sugeng Sugiharto menggores luka di hati kami atau publik secara umum. Bagaimana bisa pembahasan ilmiah diganjar hukuman demosi? Itu sungguh keputusan yang mencederai akal sehat dan dialektika ilmiah. Idealnya, jika jujur, semestinya BRIN memberi penghargaan kepada Dr. Sugeng Sugiharto atas penemuannya itu. Bukan kah itu fungsi riset dan inovasi? Menemukan sesuatu yang baru yang berguna bagi bangsa dan negara.

Dengan keputusan BRIN yang men-demosi Dr. Sugeng Sugiharto kita membaca bahwa BRIN berpihak, membela dan melindungi Klan Habib Baalwi, bukan berdiri objektif demi tegaknya kebenaran ilmu pengetahuan itu sendiri. Hal ini kontras berbeda dengan sikap Universitas Airlangga terhadap Prof. Dr. Menachem Ali dan sikap UIN Walisongo Semarang terhadap KH. Dr. Tamam Munji; kedua universitas tersebut tidak memberi hukuman apa pun, malah dengan sangat baik melindungi kemerdekaan berpikir, mengkaji dan berpendapat. Karena itu, sangat besar kemungkinannya, Kepala BRIN adalah budaknya Klan Habib Baalwi dan atau BRIN adalah sarang Habib Baalwi dan atau BRIN adalah sarang mukibin, budak-budak Klan habib Baalwi.

Dari situ kita semakin dapat memahami betapa berbahayanya Klan Habib Baalwi dan para budaknya jika menduduki jabatan pemerintahan tertentu karena mereka tidak segan-segan menggunakan otoritasnya untuk menghukum pihak lain yang tidak sesuai dengan seleranya. Kita akan dihukum agar bungkam dalam menyuarakan kebenaran atau pendapat yang berbeda atau ijtihad dalam dialektika ilmu pengetahuan.

Selain peristiwa demosi Dr. Sugeng Sugiharto oleh BRIN, peristiwa yang sama telah kita saksikan pada bagaimana dibatalkannya Seminar Ilmiah Internasional UIN Walisongo Semarang oleh Mabes Polri atau setidak-tidaknya oleh oknum-oknum Mabes Polri[2]. Alasan adanya potensi benturan fisik adalah alasan yang sangat aneh dan mengada-ada. Sebab, faktanya, ceramah-ceramah dari Klan Habib Baalwi yang provokatif, agitatif, menghina dan memecah belah bangsa yang mengarah pada timbulnya perang saudara, justru dibiarkan begitu saja, diberi izin, dan pengamanan. Sementara acara-acara ilmiah yang sesuai dengan nation interest malah justru dihalang-halangi bahkan dibubarkan. Sebelum dibatalkan oleh Mabes Polri, panitia dan atau Kyai Imad memperoleh pesan untuk tidak membahas nasab di seminar tersebut[3]. Nampak ketakutan sekali nasabnya dibahas di hadapan publik luas. Yang faktual, kita juga menyaksikan bagaimana KH. Marzuki Mustamar yang akhir-akhir ini juga mulai bersuara terkait nasab Klan Habib Baalwi, juga hendak dibungkam di Surabaya[4]. Deretan upaya-upaya pembungkaman sebelum peristiwa-peristiwa tersebut di atas telah banyak kita saksikan sebelumnya.

Baca Juga

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Pertanyaannya: Jika yang disimpan adalah permata, mengapa sedemikian takut tirai dibuka sehingga semua orang dapat menyaksikan keindahannya dan mengagumi Sang Pemilik permata? Mengapa takut jika yang dimiliki adalah permata? Kalau yang Klan Habib Baalwi miliki adalah permata, maka buka saja ke hadapan publik karena akan membuat publik terkagum-kagum kepada Klan Habib Baalwi. Kekaguman, ketundukan, keunggulan ras, bukan kah itu yang selama ini dicari-cari dan mati-matian dibangun oleh Klan Habib Baalwi?  Dan itu bisa dicapai dengan membuka tirai yang menyimpan permata. Lalu mengapa tirai itu sekuat tenaga hendak ditutup, jangan dibuka! Tentu saja jawabannya mudah sekali. Di balik tirai, bukan permata yang dimiliki Klan Habib Baalwi melainkan bangkai beraroma busuk yang menyengat tajam yang akan membuat publik bergidik ngeri dan pergi menjauh dari Klan Habib Baalwi.


[1] https://www.youtube.com/live/yUelFK8hcn8?si=xT9pyma_3FC8wmJQ&t=2168
[2] https://youtu.be/OzrB_pBZWxo?si=qTepQyrx97DfDNc-
[3] https://www.youtube.com/live/JnMxDnWCY6E?si=Qjg2Mni4tNXWqIZ- ; https://youtu.be/1Q63myZrpYs?si=rIsRYwkckRxxll_G
[4] https://www.youtube.com/live/KBeKQVhI2f4?si=npm_URenqvYS6gqv&t=427

ShareTweetShare
Previous Post

Habib, Pendusta? Gen Yang Jahat Atau Ideologi Yang Sesat

Next Post

Sejarah NU Banten, Era Kolonial

Related Posts

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
34

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
25

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
69

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
266

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
63

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
61

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
252

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
133

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
144

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
512
Next Post

Sejarah NU Banten, Era Kolonial

Paling Banyak Dilihat

Opini

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

by Admin
16 Oktober 2026
34

Oleh: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Daftar Kunjungan Habib Umar bin Hafidz Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Muhammadiyah tgl 12...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25