Usaha Rumail untuk menghibur para Ba’alwi atau kibin Ba’alwi patut dihargai. Kita harus mengapresiasi usaha itu. Dalam Islam, telah terjadi konsesus bahwa Nabi Isa adalah utusan Allah, bila ada non muslim mengatakan tidak sepakat dengan konsesus umat Islam itu, itu sah sah saja. Begitupula tentang haplogroup Bani Hasyim.
Para peneliti DNA Bani Hasyim di Timur Tengah telah sepakat bahwa Haplogroup Bani Hasyim itu J1. Itu clear. jika ada organisasi independent semacam ISOGG yang menyatakan walau haplogroup Bani Hasyim dari para Asyraf yang sah nasabnya adalah J1, tetapi karena ada yang mengaku Bani Hasyim dari keluarga tertentu Haplonya bukan J1, maka berarti itu belum terjadi consensus, pernyataan itu ada benarnya, dan sah-sah saja.
Kenapa ISOGG menyatakan belum terjadi consensus? Jawabannya karena yang bukan J1 itu masih tetap ngotot minta diakui sebagai Bani Hasyim walaupun probabilitasnya nol persen. ISOGG yang terdiri dari orang-orang non Arab dan non Islam tidak punya kepentingan meneliti mana Bani Hasyim yang benar mana yang palsu. Yang ISOGG lihat adalah bahwa para pengaku sebagai Bani Hasyim yang terkenal seperti keluarga Kerajaan Yordan, keluarga Qatadah, keluarga Sulaimaniyah, keluarga Al-A’raj, keluarga Al-ja’afirah, keluarga Al-Qandil, dan keluarga yang terkenal kesahihan nasabnya selama ribuan tahun, telah keluar hasil tes DNA-nya dengan Haplogroup J1. Sebaliknya ada keluarga-keluarga minor yang mengaku sebagai Bani Hasyim haplogroupnya bukan dari J1. Dan itu adalah kenyataan hasil uji genetik.
Jadi kalimat belum ada consensus itu bukan berarti negative untuk narasi bahwa Haplogroup Bani Hasyim adalah J1, tetapi membuktikan adanya klaim sepihak sebagai Bani Hasyim di masa lalu yang terverifikasi sebaliknya di hari ini secara absolut. jika yang berhaplogroup G dan selain J1 lainnya sudah mengakui bahwa mereka bukan Bani Hasyim, baru itu namanya sudah consensus. Pertanyaannya apakah mereka akan mau mengakui itu, kenyataannya sampai sekarang mereka masih ngotot tidak mau mengakui, bahkan terus membangun narasi sebaliknya. Maka terpaksa, ISOGG mengatakan “belum terjadi consensus”. Dan, perlu diperhatikan, terjadi consensus atau tidak itu tidak penting; Ba’alwi mau menerima atau tidak, itu juga tidak penting; Rumail mau menerima atau tidak itu juga tidak penting; kesimpulan ilmiyah tidak ada urusan dengan persetujuan siapapun, ia akan terus berjalan sesuai fakta dan data, dan orang yang berakal tentu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, terlepas dari persetujuan dari orang yang berkepentingan.
Setelah melakukan diagnose medis, seorang dokter harus mengatakan bahwa pasien ini mengidap penyakit kanker, dan ia harus segera dioperasi. Lalu kenapa ia belum menjalankan operasi itu, jawabannya karena “belum terjadi consensus” dengan pasien. Pasien masih ngotot bahwa ia hanya mengidap flu. Vonis dokter bahwa ia mengidap kanker harus tetap menjadi kesimpulan walau tidak ada consensus dengan pasien itu. Itulah yang terjadi dengan pernyataan ISOGG “belum ada consensus”. Buktinya sebelum mengatakan “belum ada consensus” ISOGG membuat bagan DNA Nabi Muhammad SAW dengan teks berikut ini: Mohammed J1-P58-L147.1-L858-L859. Setelah menulis dalam sebuah bagan kalimat seperti itu baru ISOOG mengatakan “Men claiming Hashemite ancestry belong also to other Haplogroups in J or other major haplogroups, so there is no consensus” artinya “Pria yang mengklaim keturunan Bani hasyim juga termasuk dalam Haplogroup lain di J atau haplogroup utama lainnya, sehingga tidak ada konsensus.” Tuh, perhatikan, kenapa belum ada consensus? Karena ada yang mengaku keturunan Bani Hasyim tetapi haplogroupnya bukan J1. Yang demikian itu berarti jika semacam Ba’alwi yang secara syar’I dan sejarah nasabnya batal bersedia mengakui kekeliruan klaim-nya, dan mengakui bahwa mereka memang bukan Bani Hasyim baru akan dikatakan “telah terjadi consensus”. Untuk lebih jelas silahkan lihat link ISOGG berikut ini (https://isogg.org/wiki/Famous_DNA:Contested_DNA_Results ).
Rumail juga mengutip tulisan ISOOG yang teksnya seperti ini: “No descendant by classical genealogy (Hashemite, Sharif, Abbasid) of Abdul Muttalib has published positive testing for L859. Artinya: “Tidak ada keturunan Abdul Muttalib berdasarkan silsilah klasik (Hashemite, Sharif, Abbasiyah) yang telah menerbitkan hasil tesnya positif untuk L859”. Saya mengatakan bahwa ISOOG, sebagai LSM genetic itu tidak boleh dirujuk begitu saja, kalimat itu menunjukan ia kurang update. ISOGG itu hanya sebuah LSM yang konsen terhadap genetic. LSM semacam itu banyak sekali di antaranya: Investigative Genetic Genealogy Accreditation Board (IGGAB), National Genealogical Society (NGS), FamilySearch International, New England Historic Genealogical Society (NEHGS), DNA Detectives, International Association of Jewish Genealogical Societies (IAJGS), Afro-American Historical and Genealogical Society (AAHGS), Records Preservation and Access Coalition (RPAC), Cyndi’s List dan lain-lain.
Sebagai LSM yang meneliti genetic secara umum, ISOGG tidak bisa dijadikan rujukan utama penelitian Bani Hasyim. Untuk penelitian DNA Bani Hasyim, kita harus merujuk kepada peneliti atau LSM kumpulan peneliti yang khusus meneliti Bani Hasyim atau Arab seperti: Arab DNA Project, Hashem & Y-DNA cousins (FGC8712 & L862 Geography); Sayyid/Ashraf DNA Project dan masih banyak lagi lainnya. Perkumpulan peneliti yang tergabung dalam organisasi di atas meneliti secara khusus Bani Hasyim.
Arab DNA Project, Sayyid/Ashraf DNA Project dan Hashem & Y-DNA cousins (FGC8712 & L862 Geography) itu, sama dengan ISOGG, kumpulan peneliti independent yang tergabung dalam suatu perkumpulan. Bedanya, jika ISOGG meneliti semua variable genetic termasuk silsilah orang-orang terkenal semacam Nabi Muhammad SAW, Gengiskhan, Ramses, Yahudi, dll., maka Arab DNA Project, Sayyid/Ashraf DNA Project dan Hashem & Y-DNA cousins (FGC8712 & L862 Geography) khusus meneliti DNA Arab dan Bani Hasyim.
Yang perlu Rumail ketahui, kumpulan para peneliti genetic Bani Hasyim dalam organisasi-organisasi di atas telah menetapkan bahwa J1 adalah haplogroup keturunan Bani Hasyim. Jika Rumail ingin mengetahuinya klik tautan berikut ini:
Jika tautan itu sudah diklik maka akan ada keterangan bahwa para peneliti itu telah absolut menyatakan:
“This is a Y-DNA project that intends to track down individuals, and their Y-DNA kits, who tested positive for L862 and FGC8712 Y-DNA genetic markers. With respect to FGC8712 subclade, this project concluded that: – L859+ individuals are descendants of The Quraysh tribe, – FGC8703+ individuals are descendants of The Banu Hashem clan, – FGC10500+ individuals are descendants of Imam Ali AS, – FGC30416+ individuals are descendants of Imam Hussein AS.”
Artinya:
“Ini adalah proyek Y-DNA yang bertujuan untuk melacak individu, dan kit Y-DNA mereka, yang teruji positif untuk penanda genetik Y-DNA L862 dan FGC8712. Sehubungan dengan subklade FGC8712, proyek ini menyimpulkan bahwa: – Individu L859+ adalah keturunan suku Quraisy, – Individu FGC8703+ adalah keturunan klan Banu Hasyim, – Individu FGC10500+ adalah keturunan Imam Ali AS, – Individu FGC30416+ adalah keturunan Imam Hussein AS.”
Semua subclade di atas berada di bawah haplogroup J1. Jika masih memerlukan pembuktian data bahwa para peneliti DNA Bani Hasyim berada di haplogroup J1, Rumail bisa mengklik tautan di bawah ini:
dari tautan itu Rumail bisa melihat bagan yang sudah sangat presisi pohon silsilah Quraisy berdasar hasil tes DNA yang semuanya berada di haplogroup J1.
Jika masih kurang lagi, hasil publikasi para peneliti yang menyatakan bahwa Bani Hasyim berhaplogroup J1, Rumail dapat mengklik tautan di bawah ini:
dari tautan itu, Rumail akan melihat bagan penyebaran DNA Bani Hasyim berdasar sebaran geografi yang berhaplogroup J1, bahkan selain Bani Hasyim Rumail-pun akan melihat DNA Bani makhzumi yang juga J1. Silahkan jangan ragu diklik saja tautannya.
Jika masih butuh data tambahan silahkan buka tautan dari hasil publikasi pakar genetic Genogena. Di sana haplogroup J1 selain dimiliki oleh Bani Hasyim, juga dimiliki oleh orang Arab lainnya seperti Bani Tamim, Bani Khalid, bani Waqash, Banu Asir dan lain-lain. Silahkan klik tautan di bawah ini:
dan masih banyak lagi bukti-bukti ilmiyah yang bisa saya tunjukan dari penelitian para pakar tentang DNA Bani Hasyim, terutama kajian mendalam tentang DNA para Asyraf dan Sadah yang dilakukan oleh Doktor Sugeng Sugiharto dari Indonesia seorang peneliti dari Badan Riset Nasional, Indonesia.
Jadi, narasi Rumail tentang bahwa J1 belum consensus karena ISOGG menyatakan demikian sudah tidak relevan lagi, karena para peneliti yang focus meneliti DNA Bani Hasyim telah menyatakan bahwa DNA Bani Hasyim adalah berhaplogroup J1. Dan, akhirnya, siapa yang mengaku Bani Hasyim tetapi haplogroupnya G, letakanlah ia sebagai pribahasa “Si pungguk merindukan bulan” atau “Air di daun talas” atau “Bagai menegakkan benang basah” atau “Geli hati melihat di penglihatan, geli telinga mendengar kabar”, atau “Menanti kucing bertanduk” atau “Bagai mencari jarum di tumpukan Jerami”. Dan untuk para kibin yang masih bisa diperdaya letakanlah ia sebagai pribahasa “Bingung makanan si cerdik, orang tidur makanan si jaga”.
Dan untuk marga Al-Idrisi di Maroko, tentu ada Al-Idrisi yang sahih keturunan Nabi Muhammad SAW, haplogroup mereka J1. Ada sekitar 59 orang dari marga Al-Idrisi yang terverifikasi berhaplogroup J1. Sisanya terbagi dalam haplogroup yang berbeda-beda. Jika memerlukan data silahkan buka tautan di bawah ini tentang 59 orang marga Al-idrisi yang terverifikasi positif berhaplogroup J1:
pertanyaannya, kenapa klan Al-Idrisi banyak yang terverifikasi negative atau bukan J1? Jawabannya, hal itu sesuai dengan data kesejarahan mereka di mana kekuasaan politik mereka sudah berakhir tahun 363 H. lalu setelah seribu tahun tahun 1908 M. muncul di Hijaz orang yang Bernama Muhammad bin Ali al-Idrisi yang mengaku sebagai keturunan Al-Idrisi di Maroko, dengan dukungan Inggris ia mendirikan ke-emiran Al-Idrisi. Nasabnya tidak bisa diverifikasi kitab nasab karena sudah 1000 tahun lalu silsilah nasab itu tidak bisa terkontrol para ahli nasab kontemporer karena sudah tidak mempunyai kekuasaan politik selama 1000 tahun. Ke-Emiran Al-Idrisi di Hijaz ini tidak berumur panjang, ia hancur tahun 1930 M. dari semua itu, klan Al-idrisi tidak bisa menjadi neraca bagi klan lainnya, sebaliknya karena kelemahan nasabnya, individu-individu klan Al-Idrisi harus menyesuaikan hasil tes DNA mereka dengan klan yang sahih nasabnya secara syara dan sejarah seperti Bani Qatadah, Sulaimaniyah, Al-A’raj, Al–Qanadil, Al-Ja’afirah dll. Jika ada Al-Idrisi yang berhaploroup J1 berarti sahih, sedangkan yang berhaplogroup selain J1, mungkin saja ia keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur ibu. Sekian.
Penulis Imaduddin Utsman Al-Bantani