• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

by Admin
22 Desember 2025
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Rumail menanggapi tulisan penulis. Seperti biasa ia menanggapi apa yang bisa ia tanggapi, dan mengabaikan apa yang tidak bisa ia tanggapi. Rumail mengabaikan gugatan penulis yang paling penting dalam tulisan itu kepada Asad Syahab Baalwi yang telah melakukan anakronisme sejarah: Ahmad Syahab memasukan Ahmad bin Hasan al-Athas sebagai guru Mbah Hasyim Asy’ari padahal ia tidak berada di Makkah Ketika Mbah Hasyim berada di Makkah.

Terjadi ketidaksesuaian kronologis dalam catatan Asad Syahab tentang Ahmad al-Athas. Itu adalah sebuah tuduhan serius untuk integritas Asad dalam reportase berbasis historiografi. Harusnya Rumail membela narasi Asad terlebih dahulu tentang Ahmad al-Athas, sebelum ia berbicara tentang Husen al-Habsyi. Ketika narasi Asad tentang Ahmad al-Athas unverified (tidak terverfikasi) bahkan terbukti sebuah anakronisme, maka peristiwa lain yang dinarasikan Asad, misalnya tentang Husen al-Habsyi, jikapun terbukti, akan dianggap sebuah koinsiden saja, bukan lahir dari sebuah kajiaan berdasarkan fakta dan data.

Rumail harus jujur menyatakan ke hadapan public bahwa ketika penulis berbicara tentang Husen al-Habsyi, penulis tidak menggunakan prasa absolut, sebaliknya penulis menggunakan kalimat “patut diduga”. Perhatikan tulisan penulis di tulisan tentang guru Mbah Hasyim:

“Patut diduga penyebutan dua nama lainnya (Husen al-Habsyi dan Alwi Assegaf) oleh Asad Syahab juga tidak berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.”

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Perhatikan kalimat “patut diduga”. Adanya kalimat itu menunjukan bahwa penulis mempunyai analisa akan terbukanya kemungkinan dapat terverifikasinya narasi Asad itu. Tetapi untuk kasus semacam Asad atau klan Baalwi secara umum, argumentium ad ignorantiam dapat diterapkan: sebelum hal itu dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiyah maka sebaliknya adalah sebuah hal yang harus dipegang, berdasarkan yurisprudensi kebiasaan klan Baalwi yang banyak melakukan anakronisme dan interpolasi sejarah dibanyak kasus. . Dalam kondisi normal, argumentium ad ignorantiam tidak bisa dilakukan, karena itu akan mengarah kepada suudzon terhadap setiap narasi yang belum terverifikasi, tetapi dalam beberapa pengecualian ia bisa dilakukan misalanya tentang asas praduga tak bersalah ( presumption of innocence ). Dan kita juga patut menggunakannya untuk kasus Baalwi dalam sejarah dan nasab, hal itu merupakan sebuah metode paling aman untuk terhindar dari ranjau cipta-sejarah yang biasa dilakukan mereka.

Rumail telah dapat memberi bukti satu dari tiga tuntutan bahwa Husen al-Habsyi tercatat sebagai salah seorang perawi dari hadits yang disampaikan Mbah Hasyim Asy’ari. Perawi berbeda dengan definisi seorang guru yang biasa difahami masyarakat “santri-Jawa”. prasa guru dalam subkonsius Santri Jawa memiliki definisi ketat dan definisi longgar. Seseorang yang datang kepada seorang kiai hanya untuk meminta sebuah wiridan atau mengijajahkan sebuah kitab tanpa belajar sebagaimana layaknya di pesantren, bisa disebut sebagai “guru” dalam wiridan atau ijazah kitab itu, tetapi makna guru seperti itu berbeda dalam tingkatan subkonsiusnya dengan guru utama di pesantrennya yang mengajarkan ilmu dari mulai nahwu dan Sharaf berlanjut kepada ilmu lainnya yang menjadikanna seorang alim. Husen al-Habsyi bagi Mbah Hasyim kedudukannya seperti itu. Mbah Hasyim telah menjadi alim sebelum ia berangkat di Makkah al-Mukarramah.

Academic challence (tantangan akademik) bagi Rumail sekarang adalah mencari sumber ‘Contemporary Record’ (sumber yang ditulis pada masa itu atau yang mendekatinya) untuk membuktikan bahwa dua nama lain dari klan Baalwi yang dicatat Asad sebagai guru Mbah Hasyim: Ahmad Alatas dan Alwi Assegaf, adalah valid. Nampaknya, prasa absolut penulis dalam tulisan terakhir untuk Ahmad Alatas tetap akan menjadi status quo karena ketidaksesuaian kronologis untuknya dalam kasus Mbah Hasyim terprasastikan dalam Uqudul Almas. Kecuali Rumail berani untuk mengatakan bahwa justru Uqudul Almas-lah yang telah melakukan anakronisme.

Kesimpulan: pertama, Mbah Hasyim tidak mempunyai guru dari klan Ba’alwi Bernama Ahmad bin Hasan Alatas adalah fakta historis. Penulisan namanya sebagai guru Mbah Hasyim dari Asad Syahab Ba’alwi adalah upaya interpolasi dan anakronisme; kedua, Mbah Hasyim tidak mempunyai guru Bernama Alwi Assegaf sampai dinyatakan sebaliknya berdasarkan sumber yang valid. Husen Alhabsyi merupakan salah satu rangkaian transmisi hadits Mbah Hasyim untuk hadist yang bersanad kepada Ismail bin Jarah.

Sampai saat ini semakin banyak ‘PR’ buat Rumail yang tidak dapat membuktikan ibaroh kalangan Baalwi dalam kitabnya mengenai klaim nasab dan sejarah. Di antaranya: Rumail sampai sekarang tidak dapat membawakan dalil kitab sezaman atau yang mendekati yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa pernah berhijrah ke Yaman; Rumail tidak dapat membawa dalil kitab sezaman atau yang mendekati yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa mempunyai anak bernama Ubed/Ubedillah/Abdullah; Rumail tidak dapat membuktikan bahwa makam Ahmad bin Isa telah ada sejak titimangsa palsu 345 H. ciptaan klan Baalwi; Rumail tidak dapat membawa satu dalil kitab sezaman yang menyatakan Ahmad bin Isa bergelar Al-Muhajir; Rumai tidak dapat membela kitab palsu Abnaul Imam karya Yusuf Jamaullail Baalwi yang diatributkan kepada Yahya Thabathaba dengan mengahdirkan manuskripnya; Rumail tidak bisa membawa bukti bahwa Ali Khali Qasam bukan tokoh fiktif; Rumail tidak bisa membawa bukti bahwa Sahib Mirbat pernah dilahirkan ke alam dunia; Rumail tidak bisa membuktikan bahwa Faqih Muqaddam pernah disebutkan oleh ahlinasab sebagai duriyat Nabi; Rumail tidak dapat membuktikan bahwa nama Faqih Muqaddam pernah eksis namanya sebelum abad 9 H. dan pernah dilahirkan oleh seorang ibu; Rumail tidak bisa menghadirkan bukti bahwa DNA Ba’alwi ada yang berhaplogroup J1 dengan subkalde J-L859; dll. Banyak sekali hal-hal yang tidak mampu dijawab Rumail dan seluruh Baalwi akan klaim mereka yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tanpa bukti apapun.

Dari mulai beberapa minggu lalu sampai hari ini Rumail tidak bisa membawakan bukti tidak berdustanya Zen bin Sumet Ketika menceritakan dalam kitabnya Al-Manhajussawi bahwa Imam Al-Sindi mengatakan bahwa seorang Syarif lebih mulia dari 70 ulama. Penulis menantang Rumail dengan tegas untuk dapat membawa kutipan Zen bin Sumet itu dari kitab karya Imam Al-Sindi, namun Rumel tidak sanggup membawakannya, karena memang Imam Al-Sindi tidak pernah mengatakannya. Sekarang Rumel juga harus membela Asad Syahab yang menyatakan bahwa Ahmad Hasan Alatas adalah guru Mbah Hasyim, padahal ia terbukti tidak berada di Makkah Ketika Mbah Hasyim ada di sana. Lalu dengan cara apa Rumail membelanya?

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Klan Habib Ba’Alwi

Next Post

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
58

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
66

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
151

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
78

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
127

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
60

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
257

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
242

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
83
Next Post

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
41

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25