• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Tarekat Imam Junaidi al-Baghdadi

by Admin
15 Desember 2023
in Pesantren, Santri, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Pendahuluan

Tarekat, menurut perspektif ahli Sunnah wal Jama’ah adalah bagian dari ajaran Islam, karena pengamalan tarekat itu berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Rasulillah SAW, bahkan saat Rasulullah masih hidup ada beberapa sahabatnya yang menjalankan kehidupan Zuhud dan wara’ dan bertempat tinggal di dekat masjid Nabawi di Madinah. Antara lain Sahabat Salman al-Farisi, asal dari Persia, dan termasuk Saidina Abu Bakar Siddiq, sahabat utama Rasulullah yang telah mencapai pangkat tertinggi dari hirarki maqomat yaitu siddiqin.

Jika ada pernyataan bahwa tarekat bukan dari ajaran Islam dan dianggap ajaran sesat itu artinya telah menentang al-Quran, karena di dalam surah al-Jin ayat 16 disebutkan:

وَأَن لَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاءً غَدَقًا.

Artinya: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus dengan dawam (istiqomah) di diatas jalan (thoriqoh) Allah SWT, pasti kami akan memberi minum kepada mereka dengan air yang segar dan berlimpah.

Kemudian jika masih pula mengatakan sesat atau bid’ah terhadap tarekat atau tasawuf itu artinya pula telah menentang sabda Rasulullah SAW, yaitu.

ان شريعتي جائت على ثلاثمائة وثلاث عشرة طريقة لا تلقى العبد بها ربنا الا دخل الجنة
( رواه الطبرني )

Artinya: Sesungguhnya syariatku datang membawa 313 thariqah (metode pendekatan pada Allah), tiap hamba yang menemui (mendekatkan diri pada) Tuhan dengan salah satunya pasti masuk surga (HR. Thabrani).

Syariat adalah perintah-perintah Allah, dan larangan-larangannya. Thariqah adalah perjalanan dan aplikasi syariat. Sedangkan hakikat adalah melihat dengan dimensi dalam.

Dalam kitab Kasyfu al-Kahfa ada sebuah hadits Rasulullah SAW yaitu.

الشَّرِيْعَةُ أَقْوَالِيْ ، وَالطَّرِيْقَةُ أَفْعَالِيْ ، وَالْحَقِيْقَةُ حَالِيْ ، وَالْمَعْرِفَةُ رَأْسُ مَالِيْ

Artinya : syariah adalah perkataanku, thoriqoh adalah perbuatanku, haqiqah adalah keadaan batinku, dan mar’ifah adalah pangkal hartaku, (Kasyf al-Khafa’, juz 2, hlm :7).

Riwayat Imam Tarekat

Oman Faturahman dalam bukunya Ithaf al-Dhaki Tafsir Wahdatul Wujud Bagi Muslim Nusantara ( hlm: 256) telah menulis bahwa Junaid al-Baghdadi lahir pada tahun 830 Masehi di Nihawand, Persia dari orang tua bernama Syaikh Muhammad Ibn Junaid Qowariri, kemudian keluarganya bermukim di Baghdad hingga oleh Junaidi al-Baghdadi dimanfaatkan untuk belajar hukum Islam mazhab Imam Syafi’i, dan akhirnya menjadi Qadi kepala di Baghdad. Junaidi al-Baghdadi banyak mempelajari ilmu fiqih kepada Abu Tsur al-Kalbi yang merupakan murid langsung dari Imam Asy-Syafi’i, hingga akhir hayatnya pada tahun 910 Masehi dan dimakamkan di Baghdad Irak.

Syaikh Fadhlullah Haeri dalam karyanya yang kemudian diterjemahkan yaitu Belajar Mudah Tasawuf (hlm: 127 ) menuliskan bahwa Imam Junaidi mempelajari ilmu tasawuf dari pamannya sendiri, Syaikh as-Sari as-Saqti hingga pada akhirnya ketinggian ilmu Junaid menjadi dirinya sebagai ulama yang memiliki banyak murid dan pengikut. Demikianlah, bahwa kecintaannya terhadap ilmu tasawuf sangatlah tinggi, hal ini Imam Junaid berkata: “apabila saya telah mengetahui suatu ilmu yang lebih besar dari Tasawuf, tentulah saya telah pergi mencarinya, sekalipun harus merangkak “.

Junaid al-Baghdadi dikenal sebagai tokoh sufi yang sangat menekankan pentingnya keselarasan antara praktik dan doktrin tasawuf dengan kaidah-kaidah syari’at. Salah satu ungkapan Imam Junaid tentang ilmu tasawuf yang dikutip oleh al-Kurani dalam Itḥaf al-dhaki adalah ucapannya: “pengetahuan kami ini terikat dengan al-Qur’an dan al-Sunnah.” Dengan ini mengindikasikan bahwa ajaran tasawuf menurut Al-Junaid haruslah tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah.

Dalam kitab Bahjat-ul-Asrar, Syaikh Abu Bakar bin Haw’war berkata sepanjang sejarah ada tujuh kelompok Wali Awtad Irak, yaitu Syakh Ma’ruf Karkhi, kedua Syaikh Imam Ahmad bin Hanbal, ketiga yaitu Syaikh Bishr Hafi, yang ke-empat yaitu Syaikh Mansur bin ‘Ammar, berikutnya yaitu Imam Junaidi, dan Syaikh Sahl bin ‘Abdullah Tustari, dan yang paling masyhur adalah Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jilani.

Dalam bukunya The life, personality and writings of al-Junayd telah menuliskan bahwa Imam al-Junaidi (d. 910) was one of the most significant figures of the formative period of Islamic mystical thought and practice in the third to ninth centuries. This volume contains an account of his life, personality and writings; his doctrine and both Arabic text and translation of his Rasa’il.

Baca Juga

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

Tarekat Junaidi al-Baghdadi

Dalam kitab Miftahul Falah wa Mishbahul Arwah, Syaikh Ahmad Ibnu Athoillah al-Iskandari ( hlm: 64 ) menjelaskan tentang tarekatnya Imam Junaidi al-Baghdadi. Kita tahu bahwa Imam al-Junaidi adalah imamnya para ahli tarekat sedunia. Kebetulan kitab di atas pernah saya ikut mengajinya dari guru saya waktu di pesantren, yaitu.

طريقة امام الجنيدي فلها ثمان شروط: دوام الوضوء و دوام الصوم و دوام السكوت و دوام الخلوة ودوام الذكر و هو لا إله إلا الله و دوام ربط القلب بالشيخ واستفادة علم الواقعات منه بفناء تصرفه في تصرف الشيخ و دوام نفي الخواطر و دوام ترك الاعتراض على الله.
Artinya: Tarekat Imam Junaidi, maka terdapat padanya 8 syarat yaitu membiasakan wudlu’, puasa dawam ( terus menerus sepanjang hidup ), banyak diam, menyendiri dan mendawamkan zikir laa Ilaha Illa Allah, sekaligus mengikat hati kepada guru, dan mengharap berfaidah ilmu yang diterima dengan menghilangkan penggambaran di dalam gambaran guru, dan membiasakan hilangnya cemas atau khawatir, kemudian meninggalkan sikap yang berpaling atas Allah S.w.t di setiap helaan nafas.

Dari penjelasan ini bahwa tarekat yang diajarkan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi tidaklah pernah ada pertentangan dengan ajaran Islam, justru dengan Tarekat lah mengamalkan ajaran Islam jauh lebih konsisten, khusyu’ dan benar.

Karena itu kalaulah ada golongan seperti golongan Wahabi menolak tarekat itu artinya mereka menolak apa yang sudah diajarkan Rasulullah SAW. faktanya lewat corong-corong media online, mereka gunakan untuk membelokkan ajaran Islam ke pada ajaran yang dangkal dan kering, bahkan brengseknya mereka hendak menarik Islam agar menjadi agama purbakala dengan dalih ajaran sunnah salaf.

Penulis :
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Idaroh Wustho Jatman Banten

ShareTweetShare
Previous Post

12 Pertanyaan Untuk RA Tidak Akan Bisa Dijawab

Next Post

Manusia Sampah, Mengandalkan Nasab Untuk Nasib

Related Posts

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
119

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
71

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
74

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

21 Maret 2026
33

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026
180

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

24 Februari 2026
131

المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

7 Februari 2026
89

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

6 Februari 2026
107

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
128

Indonesian Fiqh Experts of Majma’ Fuqaha Jawa Declare Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
105
Next Post

Manusia Sampah, Mengandalkan Nasab Untuk Nasib

Paling Banyak Dilihat

Opini

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

by Admin
1 Mei 2026
95

Tangerang, (30 April 2026) - Wilayah Kresek dan Tanara merupakan dua wilayah yang secara geografis berdekatan serta memiliki keterkaitan historis...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25