• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Kiai Idrus Ramli Masih Level Pembaca Dan Taqlid Buta

by Admin
2 Februari 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kisah, Kitab, Manuskrip, Opini, Pesantren, Pustaka, Tokoh
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Nasab Ba’alwi sudah jelas tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia batal ditinjau dari berbagai perspektif. Yang demikian itu dapat difahami oleh ia yang pernah mengenyam mata kuliah “metodologi penelitian”.

Sumber-sumber nasab Ba’alwi adalah kitab-kitab nasab dan manuskrip berbahasa Arab “gundul” dari mulai abad ke-3 sampai ke-9 Hijriah. Oleh karena itu, ia yang hanya kuliah dan belajar mata kuliah “metodologi penelitian”, tanpa mempunyai kemampuan membaca Bahasa Arab “gundul”, tidak bisa meneliti nasab Ba’alwi, begitupula, ia yang hanya bisa membaca tulisan berbahasa Arab “gundul” tanpa pernah mengenyam bangku kuliah dan belajar mata kuliah “metodologi penelitian”, sulit untuk mampu menganalisa dan menghipotesa nasab Ba’alwi, apakah ia nasab yang valid atau tidak.

Di kanal Youtubnya, Kiai idrus Romli, menyatakan bahwa nasab Ba’alwi adalah nasab yang “sahih” karena telah terdapat di dalam sebuah kitab yang berjudul “Tabaqat al-Khawas” karya Ahmad al-Shurji al-Zabidi (w.893 H.). Tanpa metodologi yang jelas, hanya bermodal membaca sebuah kitab, lalu ia menyatakan bahwa berita yang ada di dalam kitab itu “sahih”. kiai Idrus Ramli memang seorang pembaca yang baik, tetapi ia belum masuk ke dalam kategori “al-bahis” (peneliti), yang demikian itu, dapat dilihat dari mudahnya ia menerima sebuah berita yang ada dalam suatu kitab lalu dipercaya dan diyakini.

Walaupun, misalnya, seorang kiai itu tidak pernah kuliah, tidak pernah belajar mata kuliah “metodologi penelitian”, sebenarnya, ada piranti dalam hasanah kitab kuning yang mempunyai fungsi yang sama, yaitu meneliti sebuah kesahihan riwayat, yaitu “ilmu hadits dirayah”. Dalam “ilmu hadits dirayah”, misalnya dipelajari tentang bab “al-wijadah” yaitu ketika kita menemukan sebuah berita dalam sebuah kitab, maka kita tidak boleh langsung mempercayai isi kitab itu kecuali setelah melakukan langkah-langkah tertentu yang meyakinkan kita bahwa berita itu benar dan sahih.

Kiai Idrus Ramli, selain belum memahami teori “al-wijadah” dalam ilmu hadits dirayah, ia juga belum memahami teori “muttasil wa munqati’” (riwayat yang tersambung dan riwayat yang terputus) ketika membaca kitab “Tabaqat al-Khowas”. Ia juga tidak memahami teori “ma’rifat al-tawarikh” dalam disiplin ilmu yang sama tentang sejarah setiap perawi, dari pemahaman tentang teori itu, kita akan memahami pula pentingnya mengetahui rentang jarak tahun antara tahun kapan kitab itu ditulis dan kapan berita itu terjadi. Kitab yang dibaca Kiai idrus Ramli itu kitab abad ke-9 Hiriah, sedangkan hidupnya Ahmad bin Isa adalah abad ke-3 hijriah, jaraknya 600 tahun, lalu dari kitab apa Al-Shurji mendapatkan informasi bahwa Ahmad bin Isa mempunyai anak Ubaidillah?

Penulis berharap, dengan reputasi Kiai idrus Ramli selama ini, hendaklah ia membaca buku-buku tentang “metodologi penelitian” apalagi yang khusus tentang “metodologi penelitian sejarah”, jika enggan membaca buku-buku modern, bacalah kitab-kitab ilmu hadits dirayah, terutama tentang teori “al-wijadah”, “muttasil wa munqati’” dan teori “ma’rifat al-tawarikh”. Jika telah memahami itu semua, baru silahkan meneliti nasab Ba’alwi, penulis yakin, kesimpulan Kiai Idrus Ramli akan sama dengan penulis, yaitu bahwa nasab Ba’alwi adalah nasab yang batal, sama sekali tidak tersambung kepada nasab Nabi Muhammad Saw. dan, lalu jika telah mengetahui tentang batalnya nasab Ba’alwi, dan bahwa para Ba’alwi seperti Bin Yahya, Bin Syihab, Bin Semit, Assegaf dan sebagainya itu bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw., lalu hendaklah Kiai Idrus Ramli membaca hadits Imam Bukhari di bawah ini:

إن من أعظم الفرى أن يدعى الرجل إلى غير أبيه

“Sesungguhnya, termasuk paling besarnya kedustaan adalah, seseorang yang mengaku (ayah) bukan kepada ayah (kandungnya)”.

Ubaidillah itu bukan anak Ahmad bin Isa. kitab nasab abad ke-5 sampai abad ke-9 menyebutkan demikian. Maka membela Ubaidillah yang “mengaku” ayahnya adalah Ahmad, adalah suatu kedustaan, bahkan termasuk paling besarnya kedustaan. Berarti itu dosa besar. Lalu bagaimana hukum orang yang membelanya? Tentu ketika ia tahu bahwa itu suatu dosa, lalu ia tetap membelanya, maka ia pun termasuk dalam katagori “al-ta’awun ala al-ismi” (saling bantu membantu dalam berbuat dosa).

Jika Kiai idrus Ramli masih penasaran membela nasab Ba’alwi, silahkan jawab tiga saja pertanyaan penulis: pertama, adakah kitab abad ke-3 sampai ke-8 hijriah yang menyebutkan Ahmad bin Isa tinggal di Basrah? Kedua, adakah kitab abad ke-3 sampai ke-8 Hijriah yang menyebut Ahmad bin Isa pindah ke Hadramaut? Adakah kitab abad ke-3 sampai ke-8 Hijriah yang menyebutkan bahwa ia mempunyai anak bernama Ubaidillah?.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

“Verboden Voor Honden En Inlander”, Artinya Pribumi Dan Anjing Dilarang Masuk

Next Post

Ba’lawi dan NUGL: Kami Tidak Akan Pernah Lupa

Related Posts

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
45

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
101

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
207

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
150

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
119

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
112

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
130

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
141

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
155

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
91
Next Post

Ba'lawi dan NUGL: Kami Tidak Akan Pernah Lupa

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

by Admin
28 Juli 2026
6

Serang – Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum Cempaka kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-55 Tingkat...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25