• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Tragedi Nasab Baalawi: Diciptakan Di Hadramaut, Berakhir Di Nusantara 2022

by Admin
28 Januari 2025
in Berita, Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Kgm. Rifky Zulkarnaen

Gerakan anti pengakuan nasab palsu Klan Baalawi yang dilakukan ksatria-ksatria Nusantara dua tahun ini betul-betul menarik perhatian semua lapisan masyarakat, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Di Nusantara, ia menyentuh lorong-lorong kota dan berjalan jauh ke peloksok-pelosok desa. Dari mulai pengacara sampai bromocorah; dari mulai menteri sampai para santri; dari mulai kyai sampai para priyayi; dari mulai wanita-wanita sosialita sampai emak-emak solihah, semua mengikuti viralitas tesis bahwa ternyata kabib-kabib Baalawi itu bukan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Semakin hari, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa kabib-kabib Imigran Yaman itu bukan keturunan Nabi. Sebagian mereka mengekspresikan kesadaran itu dengan bergabung dengan Perkumpulan PWI-LS dan semacamnya, sebagiannya lagi ikut berjuang dengan membuka channel-channel Youtube dan Tiktok dan menyebarkan berita bahagia terbongkarnya kepalsuan nasab kabib itu ke hadapan masyarakat luas. Sebagiannya lagi dengan membuat akun Facebook dan Twitter, sebagian lagi ada yang berjuang dengan menshare konten-konten kepalsuan nasab Baalawi di group-group Whatsapp.

Para akademisi berjuang dengan membuat jurnal-jurnal ilmiah; para mahasiswa mengangkat kepalsuan nasab ke tugas akhir kuliah mereka, sebagiannya membuat skripsi sebagiannya lagi membuat tesis. Para kyai-kyai Pondok-Pesantren satu per satu menyadari bahwa Baalawi bukan keturunan Nabi Muhammad SAW, sebagian mereka meneliti, sebagian lagi beristikharah memohon petunjuk ilahi. Lalu waridat-waridat ilahiyah turun dalam bentuk keyakinan yang kokoh yang tidak bisa digoyahkan lagi.

Baca Juga

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Kini masyarakat Indonesia berjalan pasti menuju pencerahan spiritual keislaman yang hakiki. Ajaran Islam yang suci yang selama ini diselimuti kepalsuan pengakuan sebagai keturunan Nabi kini telah tersibak. Cahaya Rabbani yang berkemilau indah memancar ke relung-relung sanubari, lalu tersebar menyinari nurani, kemudian masuk menembus rongga-rongga jiwa, semakin jauh berteduh di bawah naungan sukma kemudian menjelma menjadi keteguhan akan kebenaran yang tiada tara.

Dalam setiap perubahan tentu akan ada yang tertinggal, kapal tidak bisa mengangkut sekali jalan semua calon penumpang. Namun, bukan berarti mereka benar-benar akan tertinggal. Hanya menunggu waktu dan kuota hidayah saja. Kapal akan berbalik arah lagi lalu akan memuat semuanya.

Kibin-kibin yang hari ini masih bersama masa lalunya, suatu saat akan berteriak lebih lantang dari para pejuang yang sekarang telah bersuara, karena semakin lama mereka belum tersadarkan, semakin banyak pengalaman yang mereka simpan, tentu akan semakin dalam keyakinan kepalsuan itu setelah mereka tersadarkan. Hanya butuh sedikit kecewa mereka akan meninggalkan para kabib dan terbebas dari selimut kegelapan.

Kabib-kabib tentu kini akan berusaha mengubah perilaku, agar segala tuduhan yang selama ini dialamatkan akan jejak digital masa lalu, tidak begitu saja bisa menjadi dakwaan fardu. Lidah mereka tidak akan lagi tajam kepada kyai-kyai NU; tidak akan lagi mencaci maki para pejabat; tidak akan lagi menyombongkan nasab mereka. Klaim-klaim sejarah yang penting buat eksistensi mereka mungkin akan di-moratorium terlebih dahulu. Walau mereka tahu masih ada kibin yang sekulit bawang husnuzon kepada nasab mereka, tetapi mereka juga tahu kebanyakan masyarakat sudah tidak percaya lagi mereka keturunan Nabi. Mereka akan berupaya minimal suara-suara itu tidak lantang lagi, sehingga para kibin yang kepercayaanya setebal kulit bawang itu tidak terpengaruh dan menjauhi mereka. Karena jika itu terjadi sungguh muka bumi ini akan semakin sempit untuk mereka. Pertanyaannya: sampai kapan mereka akan dapat bertahan dengan perilaku yang semu itu: berpura-pura santun, berpura-pura tidak menyombongkan diri dan menata malu? Syukur-syukur mereka akan mampu menjaga sikap rendah diri selamanya di depan kemuliaan ilmu dan nasab masyarakat Nusantara.

Upaya-upaya itu telah mereka lakukan, misalnya dengan berupaya menyatukan Rizieq Syihab dengan Kyai Syukran Makmun, juga dengan Kyai Makruf Amin, di atas panggung Rizieq mencium tangan Kyai Makruf Amin yang tahun 2018 di sebut “binatang” oleh seorang kabib itu. Lalu Nabil Musawa datang ke PBNU ikut acara LDNU duduk dengan tokoh-tokoh NU. Nabil Musawa juga sengaja mengadakan acara di Istiqlal dengan mengundang Gus Baha, agar nampak mereka duduk bersama kyai-kyai Nusantara. Mampukah hal-hal semu itu menghapus memori masa lalu? Sampai kapan mereka mampu menjaga adab dan kesopanan seperti itu? Saya kira tidak akan mampu bertahan lama, karena itu bukan tabiat mereka. Walau demikian harapan tentu perlu kita hadirkan. Masyarakat Nusantara adalah manusia-manusia berakhlak mulia yang mereka warisi dari leluhur yang mulia, yang bernasab mulia dan berperadaban mulia. Kemegahan peradaban Nusantara ribuan tahun yang silam yang hari ini keagungannya masih dapat dinikmati, membuktikan mereka sebagai manusia-manusia luhur budi yang bergenetik para ksatria bijaksana tentu akan memaafkan siapa saja yang telah menyakiti yang berniat untuk benar-benar memperbaiki diri.

Tetapi ketika tabiat lama para kabib itu hadir kembali, maka akan merata-rayalah tanpa tersisa keyakinan di semesta Nusantara bahwa mereka bukan keturunan Nabi Muhammad SAW, dan ketika itu terjadi, keluhuran budi Nusantara mungkin tidak akan digunakan lagi.

ShareTweetShare
Previous Post

Memahami Tasawuf, Tarekat dan Organisasi Tarekat

Next Post

Kritik Ontologis Atas Sebutan Negeri Konoha

Related Posts

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
18

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
26

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
34

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
58

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
106

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
54

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
82

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
52

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
22

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
130
Next Post

Kritik Ontologis Atas Sebutan Negeri Konoha

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
18

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25