• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Buku Baru K.H. Imaduddin: Mengapa Penting Mengetahui Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
3 Desember 2025
in Berita
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama, setiap gagasan besar selalu berdiri di atas pijakan: data, nalar, dan adab kepada kebenaran. Karena itu, ketika sebuah karya muncul membawa penelitian sejarah, filologi, dan genetika yang mendalam, ia tak sekadar hadir sebagai buku—tetapi sebagai undangan untuk berpikir jernih, menimbang dengan akal sehat, dan menempatkan fakta di atas glorifikasi.

Melalui buku terbarunya, “Mengapa Penting Mengetahui Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW (J-FGC10500 vs. G-Y32613)”, KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani bersama Rifky Zulkarnaen J. Baswara kembali menyodorkan satu diskursus serius yang selama ini jarang disentuh secara ilmiah dan terbuka.

Buku ini menjadi bagian dari rangkaian kajian panjang Kiai Imad tentang nasab Ba’alawi—kajian yang tidak berangkat dari emosi, tetapi dari disiplin keilmuan pesantren, sejarah klasik, filologi Timur Tengah, dan data genetik modern. Pendekatan ini menjadikan buku tersebut bukan sekadar opini, tetapi laporan ilmiah yang kaya dengan rujukan dan argumentasi.

Dengan bahasa yang lugas dan padat, buku ini merangkum dalil-dalil pembatalan nasab Ba’alawi, menampilkan data DNA haplogroup yang berbeda dengan para Asyraf di Makkah, Madinah, Yaman, Mesir, Irak, hingga keluarga Alawiyin yang otentik. Analisis tersebut disandingkan dengan temuan-temuan historis mengenai konstruksi identitas Ba’alawi dan bagaimana klaim-klaim tersebut bertahan selama berabad-abad.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sebagai buku yang lahir dari tradisi intelektual Ahlussunnah wal-Jama’ah, karya ini tidak hanya mengungkap data, tetapi juga membuka ruang dialog: bagaimana umat memahami nasab secara objektif, bagaimana menjaga kemurnian sejarah, dan bagaimana memposisikan keutamaan seseorang bukan pada garis darah, melainkan akhlak, kontribusi, dan adab.

Dalam konteks ini, karya Kiai Imad menjadi bagian dari upaya besar menjaga ketertiban pengetahuan di tengah masyarakat, agar umat tidak tersesat oleh narasi turun-temurun yang terbukti tidak memiliki dasar ilmiah maupun sanad sejarah yang sahih. Buku ini akan sangat berharga bagi peneliti, akademisi, santri, maupun masyarakat umum yang ingin memahami persoalan nasab dengan sudut pandang ilmiah dan penuh tanggung jawab.

Melalui karya ini, pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun tajam: menegakkan kebenaran bukanlah keberanian yang menakutkan, melainkan amanah yang wajib dijalankan. Dan kejujuran ilmiah adalah warisan terbaik yang bisa ditinggalkan untuk generasi mendatang.

Informasi Pemesanan Buku

Karya:
“Mengapa Penting Mengetahui Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW (J-FGC10500 vs. G-Y32613)”
Penulis:

  1. K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani
  2. Rifky Zulkarnaen J. Baswara

Jumlah halaman: 296 hlm.
Harga: Rp 100.000 (belum termasuk ongkir)

Pemesanan:
Hubungi Abu Sultan
📞 +62 838-1362-9224

Sajian ilmiah yang rapi, padat, dan jujur ini layak menjadi koleksi dan rujukan bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah dengan terang dan tanpa beban.

ShareTweetShare
Previous Post

PWNU Banten Serukan Islah Terkait Konflik di PBNU

Next Post

Rumail, Ustad Ajir, Taufik Assegaf dan Syekh Zen bin Sumet

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
4

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
31

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
57

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
100

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
80

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
51

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
21

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
404

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
53
Next Post

Rumail, Ustad Ajir, Taufik Assegaf dan Syekh Zen bin Sumet

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
4

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25