• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

by Admin
18 April 2026
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Oleh: Rifky J. Baswara

Terbongkarnya kepalsuan nasab Ba’alwi melahirkan perubahan struktur social di tengah masyarakat Jawa. Kaum Ba’alwi yang dulu diyakini oleh Sebagian masyarakat Jawa sebagai keturunan Nabi berubah drastis posisinya mulai dari tahun 2022 sampai 2026 ketika nasab mereka terbukti palsu. Demikian pula posisi social ulama ulama mereka di tengah komunitas kiai-kiai Jawa. Orang Jawa muslim yang masih memiliki genetic bangsawan kini merasa tidak ada alasan untuk menghormati kaum Ba’alwi. Sebelumnya, karena mereka muslim, mereka tentu memuliakan Nabi Muhammad SAW di atas diri mereka, lalu sebagian muslim merefleksikan hal itu dengan memuliakan keturunannya berdasar Sebagian tafsir yang mendukungnya. Tapi kini, setelah penelitian ilmiyah dilakukan oleh para peneliti, terutama K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani dengan basis ilmu nasab, fikih, dan sejarah, juga Doktor Sugeng Sugiharto dengan basis data hasil uji tes Y-DNA, terbukti secara meyakinkan dengan probabilitas 99.99 % mereka bukan keturunan Nabi Muhammad SAW, bangsawan Jawa merasa tidak mempunyai alasan apapun untuk memandang Ba’alwi pantas dimuliakan.

Kecendrungan ini pula terjadi di lingkungan para kiai-kiai Jawa. Hari ini dapat dikatakan ulama di Jawa terdiri dari tig kelas: kelas pertama adalah kiai-kiai bangsawan; kelas kedua kiai-kiai non bangsawan dan kelas ketiga adalah ulama kalangan Ba’alwi. Kiai-kiai bangsawan adalah kiai-kiai yang memiliki trah kebangsawanan dari para raja terdahulu dan juga mempunyai trah kepada para Walisongo sebagai penyebar agama Islam. Mereka ini sebelum nasab Ba’alwi terbongkar palsu-pun tidak mau menunjukan penghormatan yang lebih kepada klan Ba’alwi atau pun ulama Ba’alwi. Relasi mereka tetap relasi seimbang yang setara. Setelah nasab Ba’alwi terbongkar palsu, merekalah yang berdiri tegak untuk memberi pencerahan terhadap masyarakat akan bahayanya klaim nasab Nabi Muhammad SAW dan ajaran-ajaran khurafat bagi umat Islam.

Secara teori psiko-antropolgi dari sejarah masa lalu dari masa ke masa, perubahan peradaban ditentukan oleh jiwa-jiwa bangsawan yang memiliki simbol mentalitas kedaulatan. Mereka memiliki kecendrungan opensif yang terukur dan defensive yang tahu kapan harus bergerak melawan. Mereka juga memiliki sikap asertif yaitu kemampuan menyatakan keinginan dengan tegas.

Kiai-kiai non bangsawan, mereka memiliki sikap jiwa yang mudah tunduk dan mudah dikendalikan. Ilmu mereka tidak otomatis menjadikan mereka sanggup untuk menjaga martabat kemanusiaan mereka sehingga merasa setara dengan manusia lainnya. Dalam pejalanan sejarah masa lalu dan study psiko-antropologis, kaum non bangsawan titik focus mereka adalah kenyamanan dan ketentraman tanpa sibuk memikirkan harga diri komunitas. Ciri-ciri sikap non bangsawan lainnya adalah: pertama, submisif yaitu sikap cenderung patuh, menyerah pada kehendak orang lain, dan menghindari konflik dengan cara menuruti apa saja; kedua, pasif yaitu Tidak memberikan reaksi atau perlawanan. Ketiga, People Pleaser yaitu seseorang yang memiliki kebutuhan kuat untuk menyenangkan orang lain dan sulit berkata “tidak”, meskipun itu merugikan dirinya sendiri; keempat, Pushover yaitu Istilah informal (dalam bahasa Inggris) untuk menyebut orang yang sangat mudah dipengaruhi atau dimanfaatkan karena tidak punya pendirian yang kuat; dan ciri selanjutnya adalah merasa rendah hati yang berlebihan. terkadang orang mengira mereka sedang rendah hati dan berbuat baik, padahal sebenarnya mereka sedang membiarkan orang lain menginjak-injak hak mereka.

Kiai-kiai non bangsawan, sebelum terbongkar nasab palsu Ba’alwi, adalah objek yang mudah dimanfaatkan secara social dan materi oleh kaum Ba’alwi. Dalam alam bawah sadar kiai kelas dua ini, dulu, surga hanya bisa dicapai Ketika mereka menjadi budak Ba’alwi, walau tanpa martabat kemanusiaan. Namun, setelah terbongkarnya nasab Ba’alwi, kiai-kiai kelas dua ini naik derajat, karena sejarah kedekatan mereka yang terjalin lama, kiai-kiai ini, walaupun sudah tidak mempercayai nasab Ba’alwi, tetapi masih menunjukan sikap bersahabat kepada ulama Ba’alwi, tetapi dengan relasi berbeda. Jika dulu mereka hanya menjadi objek pemanfaatan yang minim martabat dan kehormatan di mata Ba’alwi, tetapi kini terbalik, Ba’alwi sangat menghormati mereka dan menunjukan penghormatan yang tinggi.

Di tengah-tengah krisis kepercayaan dari masarakat akibat gerakan kiai-kiai bangsawan, Ba’alwi memerlukan kiai-kiai non bangsawan untuk tetap eksis minimal di mata pengikut kiai-kiai non bangsawan itu. untuk keperluan itu, kiai-kiai non bangsawan kini begitu sering ditempatkan diposisi-posisi terhormat di lingkunan komunitas Ba’alwi. Mereka sering diundang untuk mengisi ceramah di haul-haul komunitas Ba’alwi atau di majlis-majlis pengajian semacam rabitah Alawiyah, yang dulu sama sekali tidak pernah terjadi. Ulama-ulama Ba’alwi pun kini sangat bangga jika bisa berfoto dengan para kiai-kiai Jawa, bahkan foto-foto kenangan masa lalu dikeluarkan untuk menunjukan kedekatan. Tanpa sadar kelompok Ba’alwi sedang menempatkan mereka di posisi lebih tinggi dari pada kelompok Ba’alwi sendiri. Relasi semacam itu tidak akan berjalan lama, jika kaum Ba’alwi tidak bisa menjaga sikapnya terhadap kiai-kiai non bangsawan ini, maka sikap mereka pun akan berubah. Kiai-kiai non bangsawan akan mudah mengikuti arus utama yang telah berjalan di sekeliling mereka yaitu krisis kepercayaan kepada kaum Ba’alwi. Jadi sikap Ba’alwi akan menjadi penentu utama perubahan sikap kiai-kiai non bangsawan. berbarengan dengan itu, Ba’alwi harus menerima keadaan hanya menjadi ulama kelas tiga setelah kiai bangsawan dan kiai-kiai non bangsawan. sekian.

ShareTweetShare
Previous Post

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Next Post

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Related Posts

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
17

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
69

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
162

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
136

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
107

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
104

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
115

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
138

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
138

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
124
Next Post

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Paling Banyak Dilihat

Berita

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

by Admin
21 Juli 2026
30

GROBOGAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan menerbitkan surat instruksi resmi yang meminta badan otonomnya, yakni PC GP...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25