• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Wafaq Bukan Kemusyrikan

Terkait dengan praktik kemusyrikan serta asumsi bahwa wafaq atau rajah dianggap sebagai alat untuk menggelincirkan manusia ke praktik kemusyrikan. Jawaban kita tegas, bukan.

by Hamdan Suhaemi
17 Juli 2021
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai Hamdan Suhaemi

Ide pemurnian tauhid seperti yang dimaksud secara logis adalah mengesakan Tuhan tanpa dikaitkan dengan apapun. Baik praktik yang mengarah pada kemusyrikan maupun yang bukan keyakinan masuk pada ketauhidan.

Hemat kami bahwa pemurinan tauhid bagi kalangan Muslim Sunni sudah menjadi keseharian bahkan sejak aqil balig. Sudah tidak lagi pada sikap kembali, namun sudah mengarah bagaimana tauhid menjadi dasarnya beragama, tanpa ada ukuran apapun. Mengesakan Allah dengan segala prinsip kemurniannya adalah keniscayaan sebagai prinsip hidup.

Pemurnian tauhid, dan menjauhi kemusyrikan dengan kultus objek maupun kultus subjek harus dipisahkan terlebih dahulu dari hal yang normatif (aturan Syari’at) yang baku, sesuai prinsip dalil al-kulli maupun hukum al-kulli. Karena tauhid tidak pada posisi ikhtilafiyah, melainkan prinsip jelas dan tegas. Itulah keyakinan.

Sikap beragama orang Wahabi adalah mengkerdilan ajaran Islam dibalik kedok pemurnian dan dakwah sunnahnya.

Wafaq, bagian dari cara berusaha dengan tetap melandaskan keyakinan, hingga Jaya9 diharapkan sebagai tabarrukan (ngalap barokah), sebagai obat, dan jimat.

Terkait dengan praktik kemusyrikan serta asumsi bahwa wafaq atau rajah dianggap sebagai alat untuk menggelincirkan manusia ke praktik kemusyrikan. Jawaban kita tegas, bukan.

Baca Juga

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Wafaq, bukan keharaman, bukan pula kemusyrikan. Wafaq dihukumi boleh jika hanya digunakan untuk kebaikan dan kebenaran.

واذكروا نعمت الله عليكم وما أنزل عليكم من الكتاب والحكمة يعظكم به , واتقوا الله واعلموا أن الله بكل شيء عليم

Artinya: “dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu al-Kitab dan al-Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

QS Al-Baqarah 2:151

فهزموهم بإذن الله وقتل داوود جالوت وآتاه الله الملك والحكمة وعلمه مما يشاء , ولولا دفع الله الناس بعضهم ببعض لفسدت الأرض ولكن الله ذو فضل على العالمين

Artinya: “Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam”.

QS Al-Baqarah 2:269

يؤتي الحكمة من يشاء , ومن يؤت الحكمة فقد أوتي خيرا كثيرا , وما يذكر إلا أولو الألباب

Artinya: “Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (909-974 H), mufti Syafii berkebangsaan Mesir, menjelaskan masalah ini dalam kitabnya aL-Fatawi al-Haditsiyyah.

وَسُئِلَ) فَسَحَ اللّٰهُ فِيْ مُدَّتِهِ، مَا حَكْمُ الْأَوْفَاقِ؟ (فَأَجَابَ) نَفَعَ اللّٰهُ بِعُلُوْمِهِ بِأَنَّ عِلْمَ الْأَوْفَاقِ يَرْجِعُ إِلَى مُنَاسَبَاتِ الْأَعْدَادِ وَجَعْلِهَا عَلَى شَكْلٍ مَخْصُوْصٍ، وَهَذَا كَأَنْ يَكُوْنَ بِشَكْلٍ مِنْ تِسْعِ بُيُوْتٍ مَبْلَغُ الْعَدَدِ مِنْ كُلِّ جِهَةٍ خَمْسَةُ عَشَرَ، وَهُوَ يَنْفَعُ لِلْحَوَائِجِ وَإِخْرَاجِ الْمَسْجُوْنِ وَوَضْعِ الْجَنِيْنَ وَكُلِّ مَا هُوَ فِيْ هَذَا الْمَعْنَى. وَكَانَ الْغَزَالِيُّ رَحِمَهُ اللّٰهُ يُعِثُّنِيْ بِهِ كَثِيْرًا حَتَّى نُسِبَ إِلَيْهِ، وَلَا مَحْذُوْرَ فِيْهِ إِنِ اسْتُعْمِلَ لِمُبَاحٍ، بِخِلَافِ مَا إِذَا اسْتُعِيْنَ بِهِ عَلَى حَرَامٍ، وَعَلَيْهِ يُحْمَلُ جَعْلُ الْقَرَافِيُّ الْأَوْفَاقَ مِنِ السِّحْرِ (فَتَاوِي الْحَدِيْثِيَّةِ لِابْنِ حَجَرٍ اَلْهَيْتَمِيِّ.

Artinya: “(Ia ditanya) Semoga Allah melapangkan kehidupannya. Apakah hukum wafaq? (Ia menjawab) Ilmu wafaq itu mendasarkan kepada persesuaian bilangan-bilangan dan dibuat dalam bentuk yang khusus. Ini misalnya berupa bentuk sembilan kotak, yang jumlahnya dari setiap sudutnya berjumlah lima belas. Ilmu wafaq ini bermanfaat untuk tercapainya berbagai hajat, melepaskan dari tawanan (penjara) dan mempermudah proses melahirkan anak, dan maksud-maksud yang serupa.Imam Al-Ghazali sering mendorong saya menggunakan ilmu wafaq sehingga ilmu wafaq dinisbatkan (dihubungkan) kepadanya. Ilmu wafaq tidak dilarang bila digunakan untuk sesuatu yang boleh, berbeda bila dipergunakan untuk sesuatu yang haram. Dalam hal ini, Al-Qarafi memaknai wafaq yang digunakan untuk sesuatu yang haram sebagai ilmu sihir”.

Abul ‘Abbas Ahmad ‘Ali al-Buni (w. 622 H). Dalam mukaddimah kitab masyhurnya, Syamsul Ma‘arifil Kubra, ia mengatakan:

إِنَّ الْمَقْصُوْدَ مِنْ فُصُوْلِ هَذَا الْكِتَابِ اَلْعِلْمُ بِشَرْفِ أَسْمَاءِ اللهِ تَعَالَى وَمَا أَوْدَعَ اللهُ تَعَالَى فِيْ بَحْرِهَا مِنْ أَنْوَاعِ الْجَوَاهِرِ الْحِكْمِيَّاتِ وَلَطَائِفِ الْإِلَهِيَّةِ وَكَيْفِ التَّصَرُّفِ بِأَسْمَاءِ الدَّعَوَاتِ وَمَا تَابِعِهَا مِنْ حُرُوْفِ السُّوَرِ وَالْأٰيَاتِ، وَجَعَلْتُ هٰذَا الْكِتَابَ فُصُوْلًا لِيَدُلُّ كُلُّ فَصْلٍ عَلَى مَا اخْتَارَهُ وَأَحْصَاهُ مِنْ عُلُوْمٍ دَقِيْقَةٍ يُتَوَصَّلُ بِهَا لِلْحَضْرَةِ الرَّبَّانِيَّةِ مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا إِدْرَاكِ مَشَقَّةٍ وَمَا يُتَوَصَّلُ بِهَا إِلَى رَغَائِبِ الدُّنْيَا وَمَا يَرْغَبُ فِيْهِا…. ( شَمْسُ الْمَعَارِفِ الْكُبْرَى لِلْإِمَامِ عَلِيْ اَلْبُوْنِي،)

Artinya: “Bahwa tujuan dari penulisan kitab ini adalah untuk mengetahui kemuliaan asma (nama-nama) Allah SWT dan segala yang Allah SWT simpan dalam samudera asma-Nya: beragam permata kebijaksanaan, isyarat atau rahasia ketuhanan (al-latha’iful Ilahiyyah), dan tata cara mengamalkan asma untuk doa-doa, serta segala yang mengikuti asma-asma tersebut berupa huruf-huruf surat dan ayat-ayat mencakup ilmu-ilmu yang mendalam yang dipergunakan untuk bersimpuh ke hadapan Tuhan tanpa susah payah dan tanpa kesukaran, juga mencakup ilmu-ilmu yang dipergunakan untuk mencapai kesenangan dan kemewahan dunia”.

Kesimpulan dari tulisan diatas adalah, bahwa wafaq bukan alat untuk memusyrikan, bukan pula itu kesyirikan. Wafaq adalah seni menulis huruf dan kalimah Arab, dengan tinta yang dicampur misik atau za’faron sebagai alat tulisnya. Tujuannya adalah keberkahan, mengharap keselamatan. Biasanya setiap wafaq yang akan ditulis selalu diawali hadarat, dan penulisan lafdz asma jaljalut sebagai isi dari wafaq tersebut.

Wa Allahu a’lam bi al-Showabi
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Menuju Raker I, RMI PCNU Kab. Serang Telah Bentuk 18 Pengurus Tingkat Kecamatan Dan Konsolidasi

Next Post

Ketua RMI Banten Usul Presiden Pimpin Rakyat Berdo’a Bersama Atasi Corona Secara Virtual

Related Posts

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
30

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

29 Oktober 2026
31

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
49

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
60

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
65

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
142

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
65

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
107

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
431

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
83
Next Post

Ketua RMI Banten Usul Presiden Pimpin Rakyat Berdo'a Bersama Atasi Corona Secara Virtual

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

RMI PWNU BANTEN INISIASI SILATURAHMI BISNIS PESANTREN, PERKUAT KOLABORASI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI

by Admin
3 November 2026
16

SERANG, BANTEN – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten mengambil langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui penyelenggaraan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

RMI PWNU BANTEN INISIASI SILATURAHMI BISNIS PESANTREN, PERKUAT KOLABORASI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI

RMI PWNU BANTEN BANGUN EKOSISTEM BISNIS PESANTREN, DORONG PESANTREN JADI PUSAT PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

RMI PWNU BANTEN APRESIASI LANGKAH CEPAT KAPOLRI COPOT KAPOLRES SUKOHARJO, TEGASKAN PENTINGNYA PENGHORMATAN TERHADAP PESANTREN

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25