• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

KH. Zulfa Mustofa, Penerus Tradisi Menulis Syekh Nawawi al-Bantani

Baru-baru ini, muncul KH. Zulfa Mustofa dengan dua kitabnya yaitu kitab al-fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu dan yang kedua kitab Diqqat al Qonnas fi Fahmi Kalam al Imam al-Syafi’i

by Admin
11 Oktober 2021
in Pesantren, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banten merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan Islam di Nusantara. Setiap masa selalu melahirkan para ulama yang alim dalam bidangnya, bahkan bahkan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi umat Islam.

Sejak masa Kesultanan Banten, telah bermunculan ulama-ulama yang telah menuangkan ilmu dan pemikirannya dalam bentuk kitab. Seperti Syaikh Abdullah bin Abdul Qahhar al-Bantani yang karya-karyanya telah menjadi kajian para akademisi diantaranya kitab Masyahid al-Nasik fi Maqomat al-Salik, Syekh Abdusyukur al-Bantani yang terkenal sampai ke Maranao filipina, Syekh Nawawi Mandaya al-Bantani pengarang kitab Murad al-Awamil dan Kitab Murad al Ajurumiyah dan tentunya Syekh Nawawi al-Bantani yang karya-karyanya mewarnai ilmu pengetahuan dunia dari abad 20 hingga abad 21.

Setelah kemerdekaan Indonesia, ulama-ulama Banten juga terus bermunculan dengan berbagai karyanya, seperti Syekh Tubagus Muhammad Bakri pengarang kitab Fawaidul-Mubtadi, kelahiran Pandeglang yang kemudian tinggal di Purwakarta. Selain itu ada nama Syekh Syanwani bin Abdul Aziz Tirtayasa yang mengarang kitab nadzam-nadzam bahar rajaz dalam fan ilmu fikih, ilmu tauhid dan ilmu nahwu. Kemudian ada Syekh Mufti Asnawi Cakung yang mengarang kitab Amtsilat al-I’rab.Juga Syekh Humaid Tanara yang menulis Syarah al-fiyah Ibnu malik.

Generasi dibawah para ulama yang telah disebutkan, muncul nama KH. Imaduddin Utsman al Bantani yang banyak menulis kitab Bahasa Arab dalam berbagai fan ilmu seperti Kitab Nihayat al-Maqsud yang mensyarahi kitab Nadzam Maqsud yang sangat terkenal dalam ilmu Sharaf; Kitab al-Syarah al-Maimun yang mensyarahi kitab al-Jauhar al-Maknun yaitu Nadzam dalam Ilmu Balaghah; Kitab Talkhis al Hushul yang mensyarahi kitab nadzam Waraqat dalam masalah usulfikih yang bernama Tashil al Thuruqat fi al Ushul; kitab al-Fikrah al-Nahdliyyah yang mendapat banyak apresiasi warga Nahdliyyin; serta masih banyak lagi kitab syarah lainnya.

Baca Juga

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Dan baru-baru ini, muncul KH. Zulfa Mustofa dengan dua kitabnya yaitu kitab al-fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu dan yang kedua kitab Diqqat al Qonnas fi Fahmi Kalam al Imam al-Syafi’i. kitab yang pertama terdiri dari empat bab; bab yang pertama membahas tentang masalah-masalah fatwa dan hal yang berkaitan dengannya seperti kedudukan fatwa, mufti, tantangan-tantangan fatwa dan sebagainya termasuk bagian-bagian ijtihad.

Bab yang kedua dari buku karya KH. Zulfa Musthofa yang berjudul al-Fatwa ini menerangkan tentang sumber-sumber pengambilan sebuah fatwa, didalamnya diterangkan berbagai macam sumber yang disepakati dan yang tidak disepakati; bab yang ketiga menjelaskan tentang metodologi-metodologi fatwa yang dilakukan oleh para mujtahid, diantaranya tentang hubungan antara ijtihad dan istinbath; pengakomodiran maqashid al-syari’ah dalam istinbath; peran ‘aqal dalam ijtihad dan interaksinya dengan nash dan memahami maqashid; dan diterangkan pula tentang metodologi bahtsul masa’il dikalangan Nahdlatul Ulama, metodologi tarjih Muhammadiyah, dan metodologi fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Sedangkan bab yang terakhir menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang digunakan ulama Indonesia dalam menghadapi dalil-dalil kontradiktif dan bagaimana sikap mereka menghadapi perbedaan-perbedaan ulama dalam fikih.Kitab yang tebalnya mencapai 325 halaman ini disajikan oleh ulama muda Banten ini dengan bahasa yang memadukan antara bahasa Arab Klasik dan Bahasa Arab Modern.

Kitab yang kedua yang KH. Zulfa Musthofa tulis adalah kitab Diqqat al Qonnash fi fahmi Kalam al-Imam al-syafi’i, kitab ini menerangkan tentang bagaimana hukum hanya bisa digali dari dua sumber yaitu nash dan haml ala al-nash, metode pertama dilakukan ketika suatu kejadian hukum ditemukan nash atau dalilnya secara langsung; dan haml ala al-nash yaitu dengan dua metode yaitu istinbath qiyasi dan istinbath maqosihidi.

KH. Zulfa Musthofa dilahirkan di Jakarta 44 tahun yang lalu. Ayahnya KH. Muqarrabin berasal dari Pekalongan, sedangkan ibunya adalah Nyai hajjah Marhumah Latifah berasal dari Kresek 12 kilometer dari Tanara. Ibunda KH. Zulfa merupakan anak Nyai Hajjah Maimunah yang juga ibunda dari ulama terkemuka di Indonesia, KH. Ma’ruf Amin. Berarti KH. Zulfa juga merupakan cucu kemenakan dari Syekh Nawawi al-Bantani. (Admin)

ShareTweetShare
Previous Post

Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Perang Surabaya 10 November 1945

Next Post

Dalailu al-Ihtifali ‘Ala Maulidi Rasulillah SAW

Related Posts

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
316

Kisah Sahabat yang Shalatnya Harus Diulang Berkali-kali atas Perintah Rasulallah ﷺ

26 Maret 2026
84

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
103

Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

24 Februari 2026
204

Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

24 Februari 2026
157

المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

7 Februari 2026
93

تعرف على الشيخ عماد الدين عثمان البنتني، عالم إندونيسي ألف أكثر من 20 كتاباً باللغة العربية.

6 Februari 2026
126

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
156

Indonesian Fiqh Experts of Majma’ Fuqaha Jawa Declare Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
115

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
266
Next Post

Dalailu al-Ihtifali 'Ala Maulidi Rasulillah SAW

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
36

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25