• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

by Admin
9 April 2026
in Pesantren
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

RMI PWNU Banten Gelar Digitalisasi Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Sambut Harlah ke-100 NU

Serang — Nama Gus Aziz Jazuli telah dikenal publik setelah sejumlah ceramahnya tentang pembahasan nasab Baalwi dan khurofatnya beredar luas di media sosial khsusunya dari kanal YouTube Gus Aziz Jazuli, Lc, MH. Ia dikenal sebagai santri yang pernah menempuh pendidikan di pesantren di Pasuruan, Jawa Timur, sebelum melanjutkan studi ke kota Tarim di Hadramaut, Yaman.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Aziz menceritakan perjalanan pendidikannya yang cukup panjang. Ia mengaku belajar di pesantren selama sekitar empat setengah tahun sejak 2004 hingga 2008.

Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di kota Tarim, Yaman, yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam klasik di kawasan Hadramaut.

“Guru-guru saya ada yang habib, ada juga yang bukan habib. Dosen saya juga begitu,” kata Gus Aziz dalam salah satu ceramahnya yang beredar di media sosial.

Menurutnya, pengalaman belajar di Tarim memberikan pelajaran penting tentang cara berpikir kritis dalam menerima sebuah informasi.

Diajarkan Tidak Langsung Percaya

Gus Aziz mengatakan, para guru di Tarim mengajarkan para mahasiswa untuk tidak langsung mempercayai sebuah informasi sebelum diuji dengan ilmu.

Ia menyebutkan berbagai disiplin ilmu yang dipelajarinya selama menempuh pendidikan, mulai dari mantiq, ushul fikih, qawaid fikih, ilmu tauhid, fikih mazhab, hingga ulumul Qur’an dan ulumul hadis.

“Fungsi dari ilmu-ilmu itu adalah untuk menguji apakah sebuah informasi itu benar atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa metode ilmiah seperti itu sebenarnya sudah lama dipraktikkan oleh para ulama dalam menilai hadis Nabi.

Sebagai contoh, kitab hadis besar seperti Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim diakui sebagai kitab hadis paling sahih setelah Al-Qur’an setelah melalui proses pengujian yang panjang oleh para ulama.

“Sanadnya dicek, perawinya dicek, matannya dicek. Jadi semuanya diuji,” jelasnya.

Sikap terhadap Klaim Nasab

Dalam ceramahnya, Gus Aziz juga menyinggung pentingnya sikap ilmiah dalam menyikapi berbagai klaim, termasuk yang berkaitan dengan nasab.

Ia mengatakan bahwa setiap klaim harus bisa dibuktikan secara ilmiah dan historis.

Menurutnya, sikap tersebut justru lahir dari kecintaan kepada Rasulullah.

“Saya ini belajar di pesantren habib, kuliah juga di kota habib. Justru karena menghargai ilmu yang diajarkan guru-guru saya, maka saya mengikuti jalan ilmiah itu,” katanya.

Ia menyebut dirinya berada di barisan ulama Banten Imaduddin Utsman al-Bantani, yang dikenal aktif melakukan penelitian tentang nasab dan sejarah.

Selain itu, ia juga menyebut keterlibatannya dalam organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah atau PWILS.

Islam Bukan Soal Pakaian

Dalam ceramahnya, Gus Aziz juga menyoroti fenomena sebagian orang yang menurutnya terlalu menilai keislaman dari simbol-simbol lahiriah seperti pakaian.

Menurutnya, Islam tidak ditentukan oleh warna jubah, peci, atau sorban.

“Islam itu nilai dan akhlak. Bukan sekadar pakaian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Rasulullah lebih menekankan nilai kejujuran, amanah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menekankan Kejujuran

Di akhir ceramahnya, Gus Aziz mengingatkan pentingnya sifat jujur atau siddiq, yang merupakan salah satu sifat utama para nabi.

Menurutnya, kejujuran adalah fondasi penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam urusan ilmu dan sejarah.

“Kalau kita jujur pada diri sendiri, maka kita tidak akan takut untuk menguji sebuah kebenaran,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa tujuan belajar sebenarnya sederhana: agar manusia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Belajar itu tujuannya satu,” kata Gus Aziz, “supaya kita bisa memisahkan antara yang hak dan yang batil.” (KD)

Sumber: https://youtu.be/dBaNI_OfBRc

ShareTweetShare
Previous Post

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Next Post

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Related Posts

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
125

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

19 Januari 2026
90

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

15 Januari 2026
52

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

12 Januari 2026
593

RMI PWNU Banten Gelar Digitalisasi Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Sambut Harlah ke-100 NU

8 Januari 2026
105

Peringatan HSN 2025 di PP Nahdlatul Ulum Kresek Berlangsung Khidmat

22 Oktober 2025
216

Menengok Sejarah Pesantren di Nusantara

13 Oktober 2025
183

Mengenal Ormas Islam PWI LS

7 Oktober 2025
3.6k

RMI PWNU Banten Gelar Rapat Kerja Perdana Masa Khidmah 2025 – 2030

29 September 2025
139

Kitab Minhajunnassabin, NU dan Santri Bermasyrab Quburiyah

18 September 2025
1.8k
Next Post

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Paling Banyak Dilihat

Berita

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

by Admin
21 Juli 2026
22

GROBOGAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan menerbitkan surat instruksi resmi yang meminta badan otonomnya, yakni PC GP...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25