BANTEN — Isu keabsahan nasab klan Ba’alawi (Habaib) di Nusantara terus menggelinding panas. Baru-baru ini, sebuah potongan video pernyataan tokoh ulama asal Banten, K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani, kembali viral di media sosial. Dalam video tersebut, K.H. Imaduddin secara tegas menyerukan larangan—bahkan menggunakan istilah “mengharamkan secara kebangsaan”—pernikahan antara perempuan keturunan Nusantara dengan laki-laki dari kalangan Ba’alawi.
Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai respons atas adanya tradisi di internal kalangan Habaib yang membatasi atau melarang perempuan Syarifah menikah dengan laki-laki di luar klan mereka (non-habib).
”Mereka kan melarang, bahkan ada yang mengharamkan perempuan itu nikah dengan laki-laki yang non mereka. Ya itu sah-sah saja mereka ingin mengharamkan anaknya kawin dengan siapa. Kami juga sekarang mengharamkan anak-anak kami dikawin sama Habaib,” ujar K.H. Imaduddin dalam potongan video tersebut.
K.H. Imaduddin menilai, dilihat dari kacamata sejarah dan silsilah, masyarakat Nusantara memiliki kedudukan silsilah yang sangat luhur dan jauh lebih berkelas. Ia menyebut bahwa banyak keluarga di Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari para raja, pejuang, serta wali penyebar Islam di Nusantara.
”Enggak level kita. Turunan raja, turunan wali, turunan para pejuang-pejuang di Nusantara dinikahkan dengan laki-laki dari Ba’alawi yang bukan turunan siapa-siapa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia merinci tokoh-tokoh besar Nusantara yang garis keturunannya masih terjaga di Indonesia hingga saat ini. Di antaranya adalah keturunan Ken Arok, Jayabaya, Raden Wijaya, Sultan Hasanuddin, Raden Patah, serta para Wali Songo seperti Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, dan Sunan Giri.
Mengacu pada klaim hasil kajian sejarah dan genetiknya yang meragukan silsilah Ba’alawi tersambung kepada Nabi Muhammad SAW, K.H. Imaduddin mengimbau masyarakat Indonesia untuk menjaga kehormatan garis keturunan leluhur mereka sendiri. Ia meminta agar prinsip kesetaraan atau kafa’ah (sekufu) dalam pernikahan ditegakkan demi menjaga marwah keluarga Nusantara.
”Maka saya minta pada bangsa Indonesia yang turunan para raja-raja ini, jangan sampai anak perempuannya dinikahkan dengan turunan yang enggak jelas begitu. Saya mengharamkan secara kebangsaan untuk menikahkan anak-anak kita perempuannya dengan laki-laki mereka yang tidak selevel, tidak sekufu,” pungkasnya di akhir video tersebut.