• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kiai Imaduddin Itu Membongkar Nasab Ba’alawi Bukan Yang lain

by Admin
27 April 2024
in Opini, Peristiwa, Pesantren, Santri
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Polemik nasab Ba’alawi ramai banget dibahas di WhatsApp group baik group Nahdatul Ulama (NU) atau group umum. Rata-rata generasi muda NU setuju kalau nasab Ba’alawi itu bukan keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Ini menurut penulis yang mengikuti paparan para tokoh dan Kiai NU milenial atau Gus-Gus yang sering muncul di YouTube. Mereka jumlahnya tak terhitung banyak sekali berseliweran di kanal YouTube dan platform media sosial lainnya. Nasab Ba’alawi sudah dibongkar oleh Kiai Imaduddin Utsman Al Bantani dengan tesis yang datanya diambil dari berbagai kitab, fakta sejarah dan sumber lainnya.

Ini masalah nasab atau darah keturunan, kita fokus pada darah keturunan Bani Ba’alawi apakah tersambung dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Menurut Kiai Imaduddin kaum Ba’alawi nasabnya tersambung pada Ubaidillah. Sudah dijelaskan secara ilmiah oleh Kiai Imaduddin bahwa nasab habib Ba’alawi khususnya yang ada di Indonesia bukan sebagai keturunan Rasulullah Muhammad SAW karena Ubaidillah yang mereka sebut sebagai anak Ahmad bin Isa, ternyata setelah diteliti tidak terkonfirmasi dalam kitab-kitab nasab sezaman dengan mereka.

Sebenarnya masalah kontroversi nasab sudah dijawab oleh Kiai Imaduddin baik dalam bentuk tulisan atau ceramah secara langsung. Kalau kurang jelas coba ketik di google tulis : Menjawab Lutfi Rochmad Tentang Terputusnya Nasab Habib yang dimuat RMI Banten edisi 3 April 2024.

Penulis berusaha memberikan pencerahan kepada pembaca, bahwa Kiai Imad itu meneliti masalah nasab Ba’alawi bukan akhlak dan kemuliaan kaum Ba’alawi, catat itu.

Baca Juga

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Masalah nasab itu rujukannya apakah ada hubungan darah dengan seseorang yang menjadi kakek moyangnya. Kiai Imad merujuk pada data yang ada di kitab, fakta sejarah dan disempurnakan dengan tes genetika (DNA).

Perihal nasab tidak ada korelasinya dengan masalah penghormatan kepada habib karena ilmu yang dikuasai dan akhlaknya.

Masalah ketersambungan nasab jangan dicampur aduk dengan soal penghormatan, kemuliaan, kecintaan pada habib.

Contoh Saya Nurul Azizah punya kakek si H kebetulan seorang Kepala Desa, menurunkan bapak dan saya. Kalau ada pembantu si M mendedikasikan seluruh hidupnya untuk merawat saya sebagai cucu kakek H, kebetulan si M ini setia sehidup semati ikut keluarga dari penulis, bukan berarti simbak M itu nasabnya ikut kakeknya penulis, nasab ya nasab bukan yang lain. Kalau keluarga saya menghormati si M itu masalah rasa, etika dan moral. Karena sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Kalau dikemudian hari misalnya si M mengaku masih ada nasab dengan kakek H, itu salah besar. Karena di dalam tubuh si pembantu M tidak mengallir darah keturunan kakek H.

Jadi penelitian Kiai Imad itu soal nasab Ba’alawi bukan akhlak dan kemuliaan kaum Ba’alawi. Dua hal ini jangan dicampur aduk sehingga menjadi polemik berkepanjangan. Kalau ada yang tidak setuju dengan pendapat Kiai Imad ya sudah diam saja.

Kalau ingin tetap mengikuti apa yang dilakukan oleh para habib Ba’alawi ya silahkan itu hak asasi seseorang, tidak ada paksaan.

Ketika ada orang yang tidak setuju dengan pendapat Kiai Imad karena alasan bahwa habib di Indonesia kelakuannya baik dan ilmunya luas ya jangan dicampur aduk dengan penelitian nasab. Niscaya akan melahirkan kerancuan dan sulit untuk mencari titik temu. Yang ada malah saling menuduh, satu sebagai pengikutnya Kiai Imad yang satunya anti Kiai Imad.

Kiai Imaduddin itu simbul dari grassroot atau akar rumput dari Kiai muda Nahdatul Ulama (NU) dengan kepintaran dan ketelitian serta kemampuan membaca berbagai kitab dengan bahasa Arab. Orang yang mau membaca akan berterima kasih kepada Kiai Imad. Sudah dibukakan mata hatinya untuk memberi tahu ternyata ada banyak kitab yang bisa membuktikan nasab Ba’alawi yang ada di Indonesia khususnya.

Kalau ada yang mencintai habib karena yang bersangkutan hafal Al-Qur’an dan ribuan hadist serta beraklah mulia, ikuti saja. Penelitian Kiai Imad bukan ke ranah akhlak para habib, bukan kemulian para habib. Tapi penelitian Kiai Imad itu nasab Ba’alawi yang ternyata tersambung kepada Ubaidillah bukan kepada Kanjeng Nabi, faham ya.

Penulis terus terang tidak faham terhadap nasab Ba’alawi. Kalau ada Kiai NU milenial seperti Kiai Imad dan para Kiai muda lainnya yang juga membongkar nasab Ba’alawi ya ikuti saja. Jangan sibuk memframing masalah nasab yang terus dihubung-huhungkan dengan masalah lain.

Kiai Imaduddin sebagai simbul keberanian untuk membongkar nasab Ba’alawi siap untuk diskusi kalau ada pihak yang kurang berkenan. Karena masalah nasab tersebut sudah dishare ke publik. Tentunya Kiai Imad memiliki jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan kepada masyarakat, melalui kajian-kajian ilmiah.

Seharusnya polemik nasab tidak lagi dijadikan ajang kebencian satu dengan yang lainnya. Alasannya apa kalau benci dengan Kiai Imad, lha wong beliau hanya meneliti nasab Ba’alawi kok dihubungkan dengan masalah lainnya yang tentu tidak relevan dengan penelitian Kiai Imad.

Kalau di kalangan ulama sepuh NU masih ada yang pro dan kontra terhadap penelitian Kiai Imad ya silahkan saja, karena beda pendapat itu diperbolehkan.

Yang lucunya ada seseorang tokoh di kalangan pengurus PBNU yang tidak percaya kepada penelitian Kiai Imad kemudian mencari pembenaran sendiri, ya silahkan. Tapi penelitian tentang nasab jangan dicampur aduk dengan masalah lainnya. Masalah nasab dan penghormatan kepada seseorang disangkutpautkan ya lucu saja. Inilah yang menjadi polemik nasab tidak pernah selesai.

Penulis: Nurul Azizah (penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI)

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Naifnya Sang Kiai Budak Ba’Alwi

Next Post

Nasab Ba’alawi Itu Terkait Dengan Kemanusiaan Yaitu Kesetaraan

Related Posts

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
137

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
30

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
60

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
133

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
251

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
171

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
130

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

29 Juni 2026
90

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
119

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
131
Next Post

Nasab Ba'alawi Itu Terkait Dengan Kemanusiaan Yaitu Kesetaraan

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

by Admin
2 Agustus 2026
137

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin Utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.6k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25