• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Nasab Ba’alawi Itu Terkait Dengan Kemanusiaan Yaitu Kesetaraan

by Admin
28 April 2024
in Opini, Peristiwa, Santri
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Doktrin kalau habib itu lebih mulia dari Kiai atau ulama sering kita jumpai di masyarakat atau komunitas pecinta habaib manakala kita ikut pengajian yang mengisi tausiyah habib atau habibah. Tak segan-segan mereka para habib habibah mengaku keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Ada yang mengaku cucu Nabi ke 38, kalau salaman dengan habib tersebut cium tangan sampai bolak balik bahkan ada yang mencium kakinya. Hal ini yang membuat kegelisahan ulama-ulama Nusantara diantaranya Kiai Imaduddin Utsman Al Bantani untuk membongkar nasab habib Ba’alawi apakah benar mereka keturunan dari Baginda Nabi Muhamad SAW.

Eh ternyata hasil riset Kiai Imaduddin menyatakan bahwa habib Ba’alawi bukan keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW tetapi keturunan dari Ubaidillah yang sering disebut sebagai anak dari Ahmad bin Isa, ini terkonfirmasi dalam kitab-kitab nasab sezaman dengan mereka.

Tesis Kiai Imaduddin yang di-share ke publik menuai banyak kontroversi berkepanjangan, baik dari masyarakat yang setuju dengan hasil tesisnya Kiai Imad maupun dari para pecinta habaib atau muhibbin.

Para muhibbin ini mencintai habib Ba’alawi sampai rela mencium kaki karena cinta butanya kepada para habaib yang mengaku keturunan dari Nabi Muhammad SAW.

Kontroversi gelar habib terus dan akan terus menjadi kontroversi mana kala ada beberapa oknum habib yang terus berkata kasar, tidak sopan, membentak, arogan dan tidak mencerminkan kepribadian yang baik. Para oknum habib yang mengaku keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW terus bermunculan di media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Messenger, Tik Tok, Instagram dan lain sebagainya.

Mendengar ulah para oknum habib kuping rasanya gatal, apalagi merendahkan sesama jama’ah yang hadir di suatu majelis sebagai kelas kedua setelah habib. Mereka menyebut warga Indonesia terutama warga NU sebagai warga pribumi harus patuh dan nuruti apa yang diucapkan para habib.

Kontroversi masalah habib semakin mencuat ketika diterbitkan hasil penelitian nasab Ba’alawi yang berjudul “Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia” oleh KH. Imaduddin Utsman Al Bantani, pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Kiai Imad juga menjadi pengurus PWNU Banten dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Banten.

Tentunya polemik nasab yang dibongkar oleh Kiai Imaduddin banyak yang suka, ada yang tidak suka dan ada yang cuek saja. Mereka yang suka ya mendukung apa yang dilakukan oleh Kiai Imaduddin untuk menolak keturunan Ba’alawi sebagai keturunan Nabi Muhammad. Yang mendukung bahwa habib keturunan Ba’alawi ya bersikeras bahwa mereka kaum Ba’alawi memang keturunan Nabi. Yang cuek ya masa bodoh dengan ceramahnya para habib dan cuek dengan kontroversi habib.

Yang pro dengan pemikiran Kiai Imad ya berterima kasih, karena sudah ada yang berani mengungkap kalau habib Ba’alawi itu bukan keturunan Kanjeng Nabi. Hal ini memantapkan yang selama ini ada di pikirannya bahwa habib kok menjadi makhluk Tuhan yang berkelas diantara umat Islam.

Kiai Imad dan masyarakat yang setuju dengan tesisnya, menganggap manusia itu sama derajatnya di hadapan Allah SWT.

Surat Al-Hujurat ayat 13: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.”

Semua manusia setara di sisi Allah SWT, kecuali ketaqwaan. Mengapa Allah SWT menciptakan keberagaman bangsa dari banyak genetika. Ada yang berkulit putih, ada yang coklat dan ada pula yang hitam. Itulah kemajemukan. Allah SWT sengaja menciptakannya demikian rupa karena terdapat hikmah yang bisa diambil bahwa semua manusia ciptaan Allah tetaplah sama di sisi-Nya. Manusia memiliki derajat yang sama di mata Allah, sehingga satu sama lain tidak boleh merasa paling tinggi derajatnya.

Untuk itu Kiai Imad membuat penelitian bahwa nasab Ba’alawi itu terkait dengan kemanusiaan yaitu kesetaraan. Tidak mudah bagi Kiai Imaduddin Utsman untuk mempertahankan tesisnya. Banyak yang menghujat dan memfitnah dengan bahasa yang kurang enak didengar.

Kiai Imad simbul grassroot dari masyarakat akar rumput yang selalu dikenang oleh masyarakat luas. Masyarakat itu perasaannya halus, tidak rela kalau Kiai Imad dihujat oleh oknum habib dan para muhibbin. Publik atau masyarakat yang setuju dengan Kiai Imad bagaikan seorang ibu, sedangkan Kiai Imad bagaikan anak dari ibu tersebut. Tentunya seorang ibu tidak rela kalau anaknya (orang yang lemah) itu didzolimi orang yang berkuasa yaitu para oknum pengurus PBNU yang terus memojokkan keberadaan Kiai Imad.

Kiai Imad berjuang untuk kemanusiaan, kesetaraan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki tingkatan atau kedudukan yang sama.

Karena kesetaraan dan harmoni sosial ini, manusia memiliki kedudukan yang sama sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Jangan ragu dan kuatir Kiai Imad, kami masyarakat akar rumput terutama warga Nahdliyyin akan selalu bersama membela kesetaraan. Dengan demikian kesetaraan menunjuk pada tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau lebih rendah antara satu dengan yang lainnya.

Penulis: Nurul Azizah (penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI, minat hub 0851-0240-8616)

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Kiai Imaduddin Itu Membongkar Nasab Ba’alawi Bukan Yang lain

Next Post

Pak Fahrur Dan Metode Nasab Ba Alwi

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
49

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
63

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
132

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
76

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
126

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
58

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
250

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
239

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
82
Next Post

Pak Fahrur Dan Metode Nasab Ba Alwi

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
31

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25