• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Sayyidina Umar Bin Khattab Memungut Pajak Penjualan Babi Dan Miras

by Admin
28 Februari 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: K.H. Imaduddin Utsman (Pengasuh Ponpes Salafiyah Nahdlatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang Banten, Ketua RMI PWNU Banten)

Ibnu al Qayyim menyebutkan dalam kitab Ahkam Ahl al Dzimmah:

وإذا بذلوا ما عليهم من الجزية أو الخراج أو الدية أو الدين أو غيره من عين ما نعتقد نحن محرما ، ولا يعتقدو ن تحريمه كالخمر والخنزير ، جاز قبوله منهم : هذا مذهب أحمد وغيره من السلف .

Apabila mereka membayar kewajiban mereka dari jizyah atau pajak atau hutang atau yang lainnya dari benda yang kita yakini bahwa sesuatu itu adalah haram, sedangkan mereka tidak meyakini keharamannya seperti khamr dan babi, maka boleh menerimanya dari mereka. ini adalah Madzhab Imam Ahmad dan selainnya dari ulama salaf. (h. 183)

Baca Juga

Mendiagnosa NU

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

قال الميموني : قرأت على أبي عبد الله : هل على أهل الذمة إذا اتجروا في الخمر والخنزير العشر ؟ أنأخذ منه ؟ فأملى علي : قال عمر ولوهم بيعها لا يكون هذا إلا على الأخذ .

قلت : كيف إسناده ؟ قال إسناده جيد .

Berkata Al Maimuni: Aku bertanya kepada Abi Abdillah, apakah wajib bagi ahli dzimmah ketika mereka berdagang khamar dan babi memungut (pajak) sepuluh persen, bolehkah kita mengambilnya? Maka Abu Abdillah mendikte kepadaku: Umar berkata suruh mereka menjualnya, tidaklah ini kecuali harus diambil. Aku berkata bagaimana sanad hadits ini? Ia berkata: Sanad hadits ini baik. (h. 183)

وقال أبو عبيد : ” باب أخذ الجزية من الخمر والخنازير ” حدثنا عبد الرحمن عن سفيان بن سعيد عن إبراهيم بن عبد الأعلى الجعفي عن سويد بن غفلة قال : بلغ عمر بن الخطاب رضي الله عنه أن ناسا يأخذون الجزية من الخنازير ، وقام بلال فقال : إنهم ليفعلون ، فقال عمر رضي الله عنه : لا تفعلوا ، ولوهم بيعها .

Berkata Abu Ubaid; Bab mengambil jizyah dari khamar dan babi. telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan bin Said dari Ibrahim bin Abd al A’la al Ja’fi dari Suwaid bin Ghoflah ia berkata: Telah sampai berita kepada Umar bin Khottob r.a. bahwa manusia mengambil jizyah dari babi. Bilal berdiri maka ia berkata: Sungguh mereka melakukannya. Maka Umar r.a. berkata jangan lakukan (mengambil babi itu) suruh mereka menjualnya (lalu ambil uangnya sebagai jizyah). (h. 184)

وحدثنا الأنصاري عن إسرائيل عن إبراهيم بن عبد الأعلى عن سويد بن غفلة أن بلالا قال لعمر : إن عمالك يأخذون الخمر والخنازير في الخراج ، فقال : لا تأخذوها منهم ، ولكن ولوهم بيعها ، وخذوا أنتم من الثمن .

Dan menceritakan kepada kami Al Anshori dari Israil dari Ibrahim bin Abd al A’la dari Suwaid bin Ghoflah bahwa Bilal berkata kepada Umar: Bahwa sungguh pegawaimu mengambil khamar dan babi sebagai pajak. Maka Umar berkata: Jangan ambil (dalam bentuk) khamer dan babi dari mereka. Tetapi suruh mereka menjual dan lalu ambil uangnya (sebagai pajak). (h. 184).

Wallahu a’lam bi al Shawwab.

Tags: Babi dan MirasPajakRMI BantenSayyidina Umar Bin Khattab
ShareTweetShare
Previous Post

Sukseskan GERPALNU Ponpes Banten 2021-2023

Next Post

RMI BANTEN Bantu PUPR Dan KEMENAG Bangun 600 Sanitasi Pesantren

Related Posts

Mendiagnosa NU

4 September 2026
22

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
153

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
309

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
52

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
82

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
102

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
129

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
53

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
387

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
92
Next Post

RMI BANTEN Bantu PUPR Dan KEMENAG Bangun 600 Sanitasi Pesantren

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

by Admin
4 September 2026
468

Rumail Abbas, membuat gebrakan baru. Kali ini ia bersedia berdusta untuk membela pemalsu nasab Nabi yaitu kaum Ba’alwi. Tidak tanggung-tanggung,...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

Mendiagnosa NU

Studi Genetik di Irak Ungkap Hasil Mengejutkan Terkait Klaim Silsilah Keturunan Nabi

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

Tiga Juta Liter Air Mineral Disumbangkan PWI-LS Untuk Muktamar NU ke-35

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.6k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25