• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

by Admin
17 September 2026
in Berita
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SERANG — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasemen menggelar pengajian akbar dalam rangka Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Milad ke-12 Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Al-Mubarak, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh ulama, pengurus Nahdlatul Ulama, serta unsur pemerintah Kecamatan Kasemen dan Kota Serang. Di antaranya Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan, KH Daelami Pelamunan, jajaran PCNU Kota Serang, Kabag Kesra Kota Serang, Camat Kasemen, serta para lurah se-Kecamatan Kasemen.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana pengajian dan silaturahmi. Selain memperingati haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan perjalanan 12 tahun Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Al-Mubarak, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara ulama, pesantren, NU, pemerintah, dan masyarakat.

Santri Harus Meneruskan Perjuangan Muassis NU

Pengasuh Pondok Pesantren Madarijul Ulum Pusat, KH Daelami Pelamunan, dalam sambutannya menekankan posisi strategis santri sebagai generasi penerus perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama.

Baca Juga

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Menurutnya, santri tidak cukup hanya mendalami ilmu agama di pesantren, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para muassis NU melalui pengabdian di tengah masyarakat.

“Santri adalah penerus perjuangan muassis NU. Maka dari itu, sudah sepatutnya seorang santri meneruskan perjuangan melalui NU,” pesan KH Daelami.

Ia menempatkan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter, akhlak, dan kader yang mampu melanjutkan perjuangan keumatan.

“Ruh NU adalah Ngaji”

Sementara itu, Pengurus PCNU Kota Serang, Kiai Saudi Muin, menegaskan bahwa tradisi mengaji merupakan bagian fundamental dalam kehidupan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, identitas NU tidak dapat dilepaskan dari tradisi keilmuan pesantren dan kegiatan pengajian.

“Ruh NU adalah ngaji. Jika pengurus NU tidak ngaji, maka diragukan ke-NU-annya,” tegas Kiai Saudi Muin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar aktivitas organisasi tidak hanya berorientasi pada struktur dan kegiatan administratif, tetapi tetap bertumpu pada tradisi keilmuan, pengajian, dan pembinaan keagamaan.

Ulama dan Umaro Harus Bersinergi

Dari unsur pemerintah, Kabag Kesra Kota Serang Tatang Taufik Rohman menyampaikan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun kehidupan masyarakat.

Ia menilai kerja sama antara tokoh agama, pemerintah, pesantren, dan masyarakat diperlukan agar cita-cita para pendiri bangsa dapat terus diwujudkan dan dijaga.

“Ulama dan umaro harus bersinergi agar cita-cita para pendiri bangsa terlaksana dan terjaga,” ujar Tatang Taufik Rohman.

Menurutnya, pesantren dan ulama memiliki peran penting dalam membangun moral serta kehidupan sosial masyarakat, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan pelayanan dan kebijakan yang mendukung kemaslahatan masyarakat.

KH Hafis: Kecintaan kepada Ulama dan Guru

Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan dalam sambutannya mengajak jamaah untuk menjadikan momentum haul dan milad sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada ulama, guru, serta tradisi keilmuan pesantren.

Ia mengatakan, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata karena undangan, tetapi juga merupakan wujud kecintaan kepada para ulama dan guru.

KH Hafis juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mengikuti bimbingan para kiai dan ulama serta menjaga ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, kehidupan masyarakat harus dibangun dengan semangat kebaikan, kemaslahatan, persatuan, dan menghindari berbagai bentuk permusuhan maupun perpecahan.

“Jangan salah pilih. Ikuti para kiai kita,” pesannya kepada jamaah.

Ia juga menekankan bahwa kedamaian dan keamanan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang penuh keberkahan. Karena itu, ia mengingatkan agar perbedaan tidak berkembang menjadi perselisihan dan permusuhan.

Keluarga dan Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Dalam sambutannya, KH Hafis turut menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang saleh.

Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kesalehan orang tua, tetapi juga oleh kualitas pendidikan dan pergaulan anak-anak.

Orang tua, kata dia, perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, termasuk dalam menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi digital.

Penggunaan telepon seluler yang tidak terkontrol, lingkungan pergaulan yang buruk, hingga paparan judi online dan pinjaman online menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

Karena itu, pendidikan agama, pengawasan orang tua, lingkungan yang baik, serta keteladanan dari keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda.

Menjaga Tradisi Pesantren di Tengah Perubahan Zaman

KH Hafis juga mengingatkan bahwa metode pendidikan harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Menurutnya, pola pendidikan pada masa lalu memiliki karakter tersendiri, sementara generasi sekarang tumbuh dalam kondisi yang berbeda. Karena itu, orang tua dan guru perlu menemukan cara mendidik yang sesuai dengan karakter zaman, tetapi tetap mempertahankan nilai ilmu, adab, disiplin, dan penghormatan kepada guru.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan KH Daelami bahwa santri memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pendiri NU.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi generasi yang memiliki ilmu, akhlak, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian.

Perkuat Sinergi NU, Pesantren, Pemerintah dan Masyarakat

Pengajian akbar MWCNU Kasemen tersebut pada akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang silaturahmi.

Pesan para tokoh yang hadir memiliki titik temu pada pentingnya ilmu, ulama, pesantren, kaderisasi santri, persatuan masyarakat, serta sinergi antara ulama dan pemerintah.

Milad ke-12 Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Al-Mubarak pun tidak hanya menjadi penanda perjalanan lembaga pendidikan pesantren, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjadi ruang untuk menghidupkan kembali tradisi kecintaan kepada ulama dan para guru, sekaligus mengambil nilai-nilai keteladanan untuk kehidupan umat dan masyarakat.

Dengan semangat ngaji, mengabdi, menjaga ukhuwah, dan meneruskan perjuangan para muassis NU, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pesantren dan NU dalam kehidupan masyarakat Kota Serang, khususnya di Kecamatan Kasemen. (Din)

ShareTweetShare
Previous Post

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Related Posts

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

13 September 2026
57

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

13 September 2026
65

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

11 September 2026
166

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

10 September 2026
84

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

10 September 2026
85

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

10 September 2026
61

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

10 September 2026
107

RMI PWNU BANTEN DORONG PESANTREN PERKUAT TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN EKONOMI BERBASIS EKOTEOLOGI

10 September 2026
54

LPBI PWNU Banten Bagikan Masker untuk Warga Serang Terdampak Abu Anak Krakatau

9 September 2026
40

Ulama Internasional Syaikh Jameel Adams dari Afrika Selatan Batalkan Nasab Baalwi

8 September 2026
144

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

by Admin
17 September 2026
3

SERANG — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasemen menggelar pengajian akbar dalam rangka Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25