• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Sejarah

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

by Admin
24 Oktober 2026
in Sejarah
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Belakangan Hari Santri Nasional begitu gegap gempita diperingati di setiap tanggal 22 Oktober di seluruh pesantren-pesantren di Indonesia, memancing pertanyaan besar ini HSN awalnya darimana? idenya dari siapa ?. Karena itu ingin sekali mencari jejak faktual latar belakang adanya Hari Santri tersebut.

Menurut Kuntowijoyo dalam Pengantar Ilmu Sejarah bahwa untuk mengungkap fakta sejarah harus melalui 5 tahap penelitian sejarah yaitu Penentuan Topik, Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan yang terakhir Historiografi.

Adanya Hari Santri Nasional ( HSN ) itu di era Presiden Joko Widodo karena berdasarkan Keppres Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015. itu pula menjadi dasar bahwa negara mengakui eksistensi santri dan pesantren sebagai aset bangsa sekaligus pengakuan bahwa pesantren adalah bagian dari peradaban Islam di Nusantara sejak masa lampau hingga sekarang.

Baca Juga

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Bermula dari seorang ulama Banten bernama KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Ponpes Al Fathaniyah Sempu Cipocok Kota Serang ketika menjelang Pilpres tahun 2014 telah kedatangan utusan dari Tim Pemenangan pasangan Pilpres Jokowi dan Jusuf Kalla di rumahnya.

Pada kesempatan itu Kiai Matin Syarkowi menyampaikan aspirasinya terkait eksistensi pesantren salafiyah ( bukan modern ) terutama yang ada di Banten karena jumlahnya ribuan dan hampir seluruh pesantren tradisional di Banten berkeinginan lulusan pesantren ini diakui oleh pemerintah. Pengakuan pemerintah itu dalam bentuk pemberian sertifikasi kelulusan berdasarkan keahlian dan kompetensi santri seperti ahli fiqih, ahli sunah, penghafal Al Quran dan sebagainya.

Menurut Kiai Matin bahwa perubahan terhadap ponpes di Banten juga menjadi bagian dari keputusan politik, maka dukungan terhadap Presiden dan Wapres saat itu disetujui dengan syarat jika pasangan ini menang maka mereka mesti memberikan perhatian dan kebijakan yang dapat mengubah wajah pesantren tradisional di seluruh Indonesia, khususnya di Banten.

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk Piagam Perjuangan Al-Fathaniyah yang ditandatangani Ir. H. Joko Widodo, salah satu calon presiden pada gelaran pilpres 2014 lalu. Kesepakatan itu lebih jelasnya adalah kontrak politik dalam mendukung kemenangan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi – Jusuf Kalla.

Kontrak politik yang ditandatangani Capres Jokowi itu berisi tiga poin, yaitu pertama, Ponpes tradisional diberikan peran dan menjadi jembatan dalam menghadapi problem keotentikan dan kemodernan persoalan bangsa. Kedua, mewujudkan tujuan dasar syariat Islam dalam bentuk keadilan dan kemaslahatan umat manusia. Ketiga, menghadirkan negara dalam bentuk kebijakan politik regulasi dan politik anggaran.

Dalam kesempatan itu pula muncul gagasan Hari Santri yang disampaikan oleh KH Matin Syarkowi di hadapan Cawapres Jusuf Kalla dan Ketum NasDem Surya Paloh, politisi Rieke Diyah Pitaloka, para akademisi Untirta di antara lain Ikhsan Ahmad.

Usulan Hari Santri tersebut bergayung sambut dari beberapa tokoh pesantren lainnya seperti usulan dari Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur, Jumat 27 Juni 2014 saat menerima kunjungan Joko Widodo sebagai calon presiden.

Wacana Hari Santri Nasional terus bergulir dan mendapat sambutan serta dukungan luas para kiai NU hingga kemudian PBNU berdasarkan kajian historis mengusulkan ke Presiden Jokowi agar tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri, hari dimana Resolusi Jihad difatwakan oleh Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asyari ketika Indonesia kembali diserang oleh Sekutu ( NICA ) yang hendak merebut kemerdekaan dari tangan bangsa Indonesia ( lihat Ng Agus Sunyoto dalam buku Fatwa dan Resolusi Jihad ).

Resolusi Jihad tersebut mendorong keterlibatan santri dan seluruh warga NU, arek arek Surabaya untuk ikut serta dalam pertempuran 10 November 1945, bahkan di saat yang bersamaan, terjadi pula perlawanan dahsyat dari laskar santri dan rakyat Semarang melawan tentara Sekutu yang telah mendarat di ibu kota Jawa Tengah itu.

Peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober juga mengajak masyarakat mengenang peran santri dalam sejarah sekaligus menghargai kontribusi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernrgara. Santri adalah penuntut ilmu, penjaga akhlak dan juga hidmat di tengah masyarakat.

Hidup Santri Indonesia….!!

Serang 22 Oktober 2026

ShareTweetShare
Previous Post

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Related Posts

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
1.1k

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
141

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
745

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
269

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

17 April 2026
427

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

16 April 2026
452

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

10 April 2026
279

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

7 April 2026
355

Logika Mantiqi Tentang Batalnya Nasab Ba’alwi: Ustadz Nuruddin dan Santri Pondok Sarang Harusnya Sudah Faham

15 Februari 2026
341

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
219

Paling Banyak Dilihat

Sejarah

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

by Admin
24 Oktober 2026
1

Oleh: Hamdan Suhaemi Belakangan Hari Santri Nasional begitu gegap gempita diperingati di setiap tanggal 22 Oktober di seluruh pesantren-pesantren di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25