PETIR, KABUPATEN SERANG – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten terus mendorong transformasi pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi umat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi Bisnis Pesantren Banten yang digelar pada 1 November 2026 di Pondok Pesantren Nur El Falah, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini dihadiri Ketua PWNU Banten, KH. Hafiz Gunawan, dan Ketua RMI PWNU Banten, Dr. H. Ahmad Yury Alam Fathallah, serta para pimpinan pesantren dan mitra usaha dari berbagai sektor bisnis.
Dalam sambutannya, Ketua RMI PWNU Banten, Dr. H. Ahmad Yury Alam Fathallah, yang akrab disapa Gus Yury, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gus Yury menyampaikan bahwa pesantren selama ini telah menjalankan peran penting dalam pendidikan dan dakwah. Namun, terdapat fungsi lain yang perlu semakin diperkuat, yakni pemberdayaan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Pesantren.
“Pesantren memiliki potensi yang sangat besar. Saatnya kita mengembangkan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Pesantren harus mampu membangun kemandirian ekonomi, bukan hanya untuk keberlangsungan lembaga, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Gus Yury.
Menurutnya, kemandirian ekonomi pesantren dapat diwujudkan melalui pengembangan unit-unit usaha produktif, kerja sama dengan dunia bisnis, serta pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, RMI PWNU Banten menghadirkan empat mitra strategis yang menawarkan peluang kolaborasi bisnis bagi pesantren.
Ayoma, perusahaan produsen makanan beku (frozen food), membuka peluang kemitraan usaha bagi pesantren untuk mengembangkan bisnis di sektor pangan. Sahabat STAIKHA mengajak pesantren menjalin kerja sama dalam rekrutmen calon mahasiswa baru di STAI KH. Abdul Kabier (STAIKHA), sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri.
Sementara itu, Walls Indonesia memperkenalkan peluang kerja sama usaha di sektor produk es krim yang dapat menjadi alternatif pengembangan bisnis pesantren.
Adapun Bank Sampah Umat mendorong pesantren untuk mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sampah melalui sistem pengelolaan sampah berbasis digital. Program ini tidak hanya berorientasi pada kepedulian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai.
Kehadiran keempat mitra tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis pesantren yang saling terhubung. RMI PWNU Banten berupaya menjembatani pesantren dengan berbagai sektor usaha agar tercipta peluang bisnis yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan dampak bagi kesejahteraan umat.
Silaturahmi Bisnis Pesantren Banten diharapkan menjadi langkah awal penguatan jaringan ekonomi pesantren di Provinsi Banten. Melalui kolaborasi dan kemitraan strategis, pesantren diharapkan semakin mandiri, produktif, serta mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
RMI PWNU Banten berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi pesantren sebagai bagian dari penguatan peran pesantren dalam pembangunan masyarakat dan kesejahteraan umat.
RMI PWNU BANTEN