• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Adab Dalam Dzikir

Rasulullah SAW sudah menjamin bagi umatnya, siapa yang membiasakan dzikiran tahlil (laa Ilaha Illa Allah) maka baginya mendapatkan syafa'at (lihat kitab al-Sunan, bab al-harshu 'ala al-haditsi)

by Admin
7 Juni 2022
in Opini, Pesantren, Uncategorized
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hamdan Suhaemi

Sebagai muslim tentu sudah biasa dengan dzikiran, baik setelah sholat fardhu maupun di saat tertentu. Dzikir itu intinya mengingat Gusti Allah SWT agar jiwa dan hati merasakan tenang dan damai. Arti tenang bukan tenang tidak ada gaduh, tidak ada keributan. Tetapi jiwa dan hati bisa tenang (khusyu’) menyebutnya, mengingatnya, sekaligus untuk mendekatinya, meski dunia begitu gaduh.

Dzikir, itu lafal yang dianugerahi Tuhan untuk menguatkan dimensi lahir dan batin hambanya. Melalui Rasulullah SAW dzikir itu kemudian disampaikan ke para sahabat, sebagai bagian dari tambahan dari ibadah mahdlah yang sudah disyariatkan. Rasulullah SAW sudah menjamin bagi umatnya, siapa yang membiasakan dzikiran tahlil (laa Ilaha Illa Allah) maka baginya mendapatkan syafa’at (lihat kitab al-Sunan, bab al-harshu ‘ala al-haditsi). Tentu tahlil bukan satu-satunya dzikiran, namun yang utama adalah tahlil, ini dikabarkan bahwa hadits tentang keutamaan zikir laa ilaha Illa Allah itu diriwayatkan hampir semua imam hadits, seperti dalam Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan al-Tarmidzi). Sungguh ini hadits yang masyhur, dan sudah qothi’ dilalah (ketetapan yang jadi dalil). Artinya kita tidak bisa menolaknya, karena bukan hadits maqthu’ atau hadits dhaif.

Jika dzikir itu diartikan ingat kepada Allah, tentunya yang harus adalah bagaimana adab dan tata krama ketika zikir tersebut, karena sama halnya sholat, dzikiran juga intinya menghadap Allah, mengingatnya. Jumlahnya banyak sesuai apa yang diajarkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya melalui al-atsar-nya. Menurut Imam al-Qusyairi (Sufi Agung abad 5 Hijriah) dalam kitabnya Risalah al-Qusyairi bahwa “siapa yang biasa zikir ‘laa ilaha Illa Allah” sebanyak seribu kali dalam keadaan suci dari hadats di waktu subuh maka baginya Allah mudahkan rizkinya. Bahkan menurut Syaikh Abi Abbas Ahmad al-Buni dalam kitabnya Ruhul Bayan (juz : 4 hlm, 372) bahwa siapa yang zikir “laa ilaha Illa Allah” dengan maksud orientasi hidup menuju tingginya derajat maka baginya mendapatkan kemampuan tersingkapnya hal-hal yang gaib dan atau yang tak nampak.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Kita, dapat pelajaran dari Syaikh Muhammad Idrus Qoimuddin dalam kitabnya Muannasat al-Qulubi (hlm:24) bahwa sebelum dzikir yang patut dilakukan adalah pertama itu taubat (memohon ampunan kepada Allah), kedua suci dari hadats (hadats kecil dan hadats besar), ketiga sikap tenang (anteng), keempat memperoleh dzikiran dengan niatan hatinya sesuai arahan tujuan Syaikh (Mursyid Tarekat), kelima melihat keterkaitan tujuan syaikh dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sementara, adab ketika zikir adalah duduk di tempat yang suci, meletakan kedua tangan di atas pahanya, mewangikan majlis zikir, memakai pakaian bersih dan wangi, memilih ruang yang digelapkan, memejamkan kedua matanya, membayangkan kehadiran gurunya (mursyid), lalu bersikap dan bertutur jujur, ikhlas, kekuatan yang sempurna, menghadirkan makna zikir di dalam hati, meniadakan sesuatu selain Gusti Allah.

Memperbanyak zikir di siang hari atau malam hari, bahkan dalam khalwat itu kemudian akan merasakan fadilah (keutamaan), keberkahan yang memayungi hidup, dan tentunya jiwa yang tenang (nafsun muthmainnatun). Jiwa yang tenang adalah jiwa yang dicita-citakan oleh semua manusia. Menjadi keniscayaan kita (muslim) untuk istiqamah berzikir selama hembusan nafas masih ada.

Curug, 7-6-2022
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Membaca Teks Klasik

Next Post

7 Pesantren Di Banten Mendapat Beasiswa Afirmasi Dari UNJ

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
4

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
52

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
125

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
56

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
93

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
404

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
77

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
264

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
147
Next Post

7 Pesantren Di Banten Mendapat Beasiswa Afirmasi Dari UNJ

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
4

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25