• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Agama Dan Pandemi

Dari musibah membuka cakrawala baru dalam dunia kedokteran. Klenik dan takhayul terkikis bahkan ditinggalkan. Babak baru rasionalitas memahami fenomena alam dan tak luput pula cara beragama.

by Akhmad Basuni
12 Juli 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Akhmad Basuni, M.A.

Era Nabi tha’un ada, pun wabah, agama memberikan formula batiniah berupa do’a disamping ikhtiar menghindari daerah wabah.

Sains merupakan ikhtiar manusia total dalam menghadapi wabah. Dari fenomena korban berjatuhan bersifat massal, membuat kepiluan sekaligus mencekam seakan seluruh penghuni jagat semesta akan dimusnahkan. Kerja sains dalam riset, melalui observasi, didirikan laboratorium, klinik dan pada akhirnya ikhtiar itu membuahkan hasil berupa obat dan vaksin.

Dari musibah membuka cakrawala baru dalam dunia kedokteran. Klenik dan takhayul terkikis bahkan ditinggalkan. Babak baru rasionalitas memahami penomena alam dan tak luput pula cara beragama.

Sarjana-sarjana muslim mulai melakukan riset dari penomena alam. Bagi muslim yang berpikir penomena alam adalah ayat tanda-tanda kebesaran rabb. Dari tanda kebesaran Rabb dengan intens menelitinya jadilah disiplin ilmu.

Dari penomena wabah virus (cacar dan campak) Abu Bakar al-Razi menulis buku yang terkenal “al- Jadari wa al-hasibah”. Tidak hanya itu, Ibnu Sina dan Ibn Al-Nafis juga menulis buku pentingnya menjaga kesehatan. Di samping itu Ibn al- Nafis mempelajari jantung dan disebut-sebut sebagai penemu pembuluh darah kapiler (lihat Mulyadi Kartanegara, 2020 “Mengarungi lautan Ilmu”, jilid 4, p.188).

Bagi muslim sejati apapun kejadian alam adalah ayat dari Rabb yang perlu ditafakuri, dan dari tafakur ini melahirkan disiplin keilmuan. Semangat ini sesungguhnya yang diambil oleh tokoh sains modern barat, yaitu semangat mentafakuri penomena alam. Sains dan agama sesungguhnya berkelidan saling menguatkan dalam Islam.

Baca Juga

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Pertengkaran timbul manakala sains dalam menemukan kebenaran sebatas empiris, pengamatan inderawi. Sehingga hal-hal metafisik menyangkut dimensi lain dianggap tak ada. Dan karena menapikan hal metafisik ini sains moderen mengalami krisis spiritual. Jadilah kata kelompok ini Tuhan hanya ilusi, agama hanya orientasi libido semata.

Kita orang beragama tidak menolak sains, karena sains sesungguhnya anugerah terbesar dari daya pikir insan. Pikiran atau menurut sains bermuara pada syaraf otak itu sesungguhnya hidayah agung dari Sang Maha segalanya.

Berbeda dengan ilmuwan muslim muara kecerdasan insan sesungguhnya tak melulu terletak pada otak melainkan Qalbu. Karena jika hanya kecerdasan otak kadang abai pada nilai rasa “kebijaksanaan” sedih dan gembira.

Walaupun kini lompatan sains begitu luar biasa telah mampu menciptakan intelegesi artifisial atau kecerdasan buatan, tetap saja belum mampu membuat kecerdasan intusi menyangkut perasaan batiniah.

Semoga dengan wabah kini yang melanda dunia, ada hikmah yang luar biasa bagi masa depan manusia sains juga agama.

ShareTweetShare
Previous Post

Menelaah Babe Nenem Karya Kiai Syanwani Sampang

Next Post

RMI Cetak Santri Jago Digital Melalui Kompetisi 4.0

Related Posts

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
46

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
103

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
210

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
152

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
121

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
112

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
130

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
141

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
139

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
126
Next Post

RMI Cetak Santri Jago Digital Melalui Kompetisi 4.0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

by Admin
29 Juli 2026
13

Buku ini berjudul lengkap: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia (Kronik Dialektika Ilmiyah Terbongkarnya Kepalsuan Nasab Habaib Kepada Nabi Muhammad...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25