• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Ulama Fiqih

Bahaya Wahabisme Bagi Indonesia

by Admin
17 Oktober 2023
in Fiqih, Opini, Pesantren, Santri
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Belum begitu banyak tapi orang Wahabi sudah berlagak berkuasa atas umat Islam lainnya. Ironi dan menyedihkan mayoritas muslim yang berpaham ahli Sunnah wal Jama’ah tetapi selalu jadi sasaran salah, dianggap pelaku bid’ah dan kemusyrikan.

Sudah dibenarkan jika pemerintah ambil kebijakan untuk melarang paham Wahabi yang sesat tersebut, karena negeri ini tidak pernah merasakan kedamaian dan kekhusyu’an beribadah dan bermuamalah bagi muslim Indonesia yang mayoritas ini. Kebijakan harus bersifat segera, sebelum mereka lebih agresif dan militan dalam mengobrak-abrik kemapanan kehidupan beragama.

Saya lihat tindakan dan perilaku orang-orang Wahabi yang kini sering dagang “sunnah” dan “hijrah” sudah melewati batas kesabaran kita. Jangan sampai bentrok antar umat seagama terjadi. Meskipun potensi itu semakin nampak ada. Untuk atas nama ketertiban dan kenyamanan hidup beragama di Republik Indonesia ini mereka yang menganut paham wahabi (salafi, jihadis dan takfiri) sudah harus ditertibkan, segala perangkat dan pendukung kegiatan dakwahnya segera dibekukan. Dakwah mereka dikemas Islami namun sesungguhnya menghancurkan Islam dari dalam.

Baca Juga

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Mendiagnosa NU

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Mari kita ingat kelompok wahabi tumbuh subur di Arab Saudi abad 19 masehi, akibat Syarif Husain dan pemerintah Kesultanan Turki Usmani terlalu menganggap rendah atas militansi mereka, menganggap mitra dengan mereka. Sikap koperatif yang macam ini tentu akan berakhir ketika mereka sudah besar dan kuat. Merekalah yang pertama akan menumpahkan darah jika sudah kuat, mereka pula yang menghakimi tiap umat. Miris dan sangat mengkhawatirkan.

Kalau soal dakwah, negeri ini menjaminnya dengan bebas, tetapi jika sudah mengganggu kenyamanan, merusak hubungan silaturahmi, mengacak-acak moderatnya umat Islam Indonesia. Dengan begitu pilar negara yang salah satunya Bhineka Tunggal Ika tengah dirusak mereka (kaum Wahabi). Maka tidak ada pilihan lagi bagi pemerintah untuk membekukan organ-organ Wahabi di Indonesia, mulai penutupan Roja TV dan buletin-buletin Jum’at yang tak bermutu tersebut, hingga aliran dananya wajib dihentikan.

Memberi ruang gerak mereka dengan luas itu artinya Pemerintah tidak responsif atas fenomena sosial masyarakatnya yang tengah bergejolak akibat ulah orang Wahabi yang keras menghukumi sesuatu yang sama sekali tidak berdasarkan ilmu. Persekusi-persekusi terus-terusan terjadi dilakukan oleh orang Wahabi kepada sesama muslim dan terhadap non muslim. Lihatlah fakta-fakta pemberitaan sebagai bukti bahwa mereka bertindak nyata karena ajaran dan paham mereka yang kaku dan puritan, bagi mereka tanpa perlu ilmu untuk menjalankan ajaran agama Islam.

Mari kita berikan dukungan kepada Pemerintah pusat untuk bertindak dan ambil sikap, sebelum terlambat. Tetapi jika pemerintah terkesan diam itu artinya membiarkan umat Islam terjadi bentrok sosial dan itu massif terjadi dimana mana. Setiap ada aksi pasti ada reaksi,tinggal lihat siapa yang bisa bertahan hidup di negeri tercinta ini.

Editor: Didin Syahbudin

Tags: bahaya wahabibid'ahcinta sunnah wahabipengajian wahabitokoh wahabiustadz wahabi
ShareTweetShare
Previous Post

Khususiat Sang Nabi

Next Post

Kuburan, Ziarah Dan Syirik

Related Posts

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
27

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
449

Mendiagnosa NU

4 September 2026
40

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
352

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
185

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
316

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
61

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
89

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
107

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
133
Next Post

Kuburan, Ziarah Dan Syirik

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

by Admin
11 September 2026
76

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba'alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25