Oleh: Diar Mandala
Banten, 09 Januari 2026
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah,
Kita patut bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kita, yaitu kesempatan untuk memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Kyai Imaduddin Utsman Albantani, seorang Ulama Muda Kharismatik asal Banten, memberikan ceramah dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Banten, dihadiri oleh warga NU, para Kasepuhan dan Wakil Gubernur Banten. Dalam ceramahnya, Kyai Imaduddin menekankan pentingnya menjaga warisan Walisongo dan nilai-nilai Islam Nusantara.
Beliau bercerita tentang sejarah NU, mulai dari pendiriannya oleh KH. Hasyim Asy’ari hingga saat ini. Kyai Imaduddin juga menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara sejak tahun 70 Hijriah, jauh sebelum kedatangan para Ba’alwi ke Indonesia pada tahun 1800 M.
Kyai Imaduddin menegaskan bahwa NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sekitar 40% dari total penduduk Indonesia. Beliau juga menekankan pentingnya toleransi dan kesetiaan kepada UU 45 dan Pancasila.
“NU adalah ruh ahlul sunnah wal jamaah yang ada di Indonesia,” kata Kyai Imaduddin. “Kita harus menjaga kedamaian dan ketentraman negara ini, dan NU akan selalu menjadi mitra pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”
Kyai Imaduddin juga membahas tentang pentingnya menjaga kebenaran dan tidak tertipu oleh klaim-klaim palsu. Beliau mengajak masyarakat untuk kembali pada Al-Qur’an dan Hadis, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Poin-poin penting dari ceramah Kyai Imaduddin adalah sebagai berikut:
Kyai Imaduddin menekankan bahwa NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sekitar 40% dari total penduduk Indonesia. NU selalu mengedepankan toleransi dan kesetiaan kepada UU 45 dan Pancasila. NKRI adalah bersifat final dan siapa saja yang ingin berbeda dengan kesepakatan leluhur pendiri RI, dia adalah musuh NU. Indonesia akan menjadi percontohan negara-negara di dunia, bagaimana bisa damai yang terdiri banyak agama, suku, adat. Satu-satunya negara yang bisa menyatukan adalah Indonesia yang berlandaskan Pancasila, UU 45, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kita harus menjaga warisan Walisongo dan nilai-nilai Islam Nusantara. NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia, dan kita harus menjaga toleransi dan kesetiaan kepada UU 45 dan Pancasila, ujar Kyai Imad dengan semangat.
“NU adalah NKRI harga mati! Kita akan selalu menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, dan kita tidak akan pernah menyerah kepada siapa pun yang ingin menghancurkan NKRI. Kita adalah Indonesia, kita adalah NU, dan kita akan selalu menjadi NKRI!”