• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

by Admin
18 Januari 2026
in Berita, Sejarah, Tokoh
3 min read
0

Prof. Dr. Anhar Gonggong - Sejarawan Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Sejarawan Indonesia Prof. Dr. Anhar Gonggong dengan tegas meminta masyarakat tidak mempercayai klaim-klaim historis palsu yang menyebut adanya peran seorang “Habib” dalam penentuan waktu maupun proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, klaim semacam itu tidak memiliki dasar sumber sejarah, tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan berpotensi menyesatkan publik.

Prof. Anhar menekankan bahwa berbicara sejarah tidak boleh asal bicara, apalagi disampaikan di ruang sakral seperti masjid atau media publik. Sejarah, kata dia, harus berdiri di atas sumber tertulis, arsip, dan kesaksian yang kredibel, bukan cerita lisan tanpa bukti. Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan soal etnis atau keturunan seseorang, melainkan kebenaran pernyataannya.

Proses Proklamasi: Fakta Sejarah yang Jelas

Menurut Prof. Anhar, proses menuju Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah hasil dinamika politik dan situasi internasional, bukan hasil nasihat tokoh tertentu. Setelah Jepang dinyatakan kalah pada 14 Agustus 1945, pada tanggal 15 Agustus terjadi perbedaan pendapat tajam antara Sutan Sjahrir dan Soekarno–Hatta.

Sjahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan, bahkan mengusulkan agar cukup diumumkan lewat radio. Namun Soekarno dan Hatta menolak karena ingin tetap melalui mekanisme politik yang sah, yakni PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Rencana awal proklamasi sebenarnya pada 16 Agustus, tetapi gagal karena peristiwa penculikan Soekarno–Hatta ke Rengasdengklok. Setelah kembali ke Jakarta, mereka tidak pulang ke rumah masing-masing, melainkan menuju rumah Laksamana Maeda, Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang. Di rumah Maeda inilah rumusan teks Proklamasi disusun, dengan kehadiran sekitar 30–40 orang dari kalangan tokoh pemuda dan pergerakan.

Tidak ada satu pun tokoh Habib dalam peristiwa tersebut. Prof. Anhar menegaskan, dalam buku sejarah mana pun, nama tersebut tidak pernah muncul.

Tidak Pernah Diceritakan Bung Karno dan Hatta

Prof. Anhar menantang klaim tersebut secara akademik. Bung Karno, kata dia, adalah sosok yang sangat terbuka dalam menceritakan perjalanan hidupnya. Dalam autobiografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Bung Karno menceritakan banyak hal secara detail, tetapi tidak pernah satu kali pun menyebut adanya peran Habib dalam penentuan Proklamasi.

Hal yang sama juga berlaku pada tulisan-tulisan Mohammad Hatta dan sumber-sumber sejarah lainnya. Jika klaim itu benar, mustahil tidak tercatat dalam buku-buku tersebut.

Klaim Merah Putih Juga Tidak Berdasar

Prof. Anhar juga membantah klaim lain yang menyebut adanya tokoh Habib sebagai penggagas warna Merah Putih, penasihat pemakaian bendera, atau perancang tata cara pengibaran bendera pusaka.

Ia menegaskan bahwa:

  • Bendera Merah Putih dijahit oleh Fatmawati,
  • Sejarah Merah Putih telah dibahas panjang lebar oleh Muhammad Yamin dalam buku 6000 Tahun Sang Merah Putih,
  • Tidak ada satu pun nama tokoh Habib yang disebut dalam karya tersebut.

Menurutnya, semua klaim itu hanyalah ilusi tanpa dasar sejarah.

Dampak Berbahaya bagi Kesadaran Sejarah Indonesia

Prof. Anhar mengingatkan bahwa penyebaran narasi palsu ini sangat berbahaya. Dampaknya bisa membuat seolah-olah Soekarno, Hatta, dan Sjahrir tidak memiliki peran penting, sementara peran pahlawan bangsa justru dihapus dan digantikan oleh tokoh-tokoh yang tidak tercatat sejarah.

Ia menyebut narasi semacam ini sebagai penistaan terhadap pahlawan nasional, karena mengaburkan fakta dan merusak pemahaman generasi muda tentang proses kemerdekaan Indonesia.

Penegasan Akhir

Prof. Anhar Gonggong menutup dengan seruan tegas kepada masyarakat:

“Jangan percaya cerita sejarah yang tidak punya sumber. Kalau mau bicara sejarah, harus bisa dipertanggungjawabkan.”

Menurutnya, selama ia belajar dan mengajarkan sejarah—dari SD, SMA, hingga perguruan tinggi—tidak pernah ada satu pun guru atau dosen yang mengajarkan klaim tersebut, karena memang tidak pernah ada dalam sejarah Indonesia.

Kesimpulannya jelas:
Klaim Habib soal Proklamasi tidak memiliki dasar sejarah, tidak didukung sumber akademik, dan justru mencederai martabat sejarah serta pahlawan bangsa. (KD)

Sumber: Anhar Gonggong Official
Link: https://youtu.be/rPQ6D00z_tQ

ShareTweetShare
Previous Post

Shalat, Akhlak, dan Pesantren: Warisan Abadi Isra Mi’raj

Next Post

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Related Posts

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
368

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

5 Juni 2026
112

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
91

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

31 Mei 2026
454

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
484

Ramai Jemaah Ikuti Salat Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek dengan Penuh Kekhusyukan

28 Mei 2026
48

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

20 Mei 2026
223

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

19 Mei 2026
64

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

19 Mei 2026
147

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
210
Next Post

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Paling Banyak Dilihat

Opini

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

by Admin
20 Juli 2026
8

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Pendidikan Islam dan Pengasuh PP As Shuffah Rembang) Dinamika sosial hari ini sering kali...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25