• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Fatwa Sampah Wahabi (Salafi-Takfiri)

Agen-agen Wahabisme merangsek masuk di ruang publik melalui jejaring medsos yang dianggap ampuh untuk membelokan umat, sebagai alat propaganda untuk memisahkan Islam dari adabnya, memisahkan Islam dari ilmu dan pengamalannya

by Admin
7 Oktober 2021
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : M. Hamdan Suhaemi

Hanya di Indonesia, Wahabisme menjadi berkembang biak, bukan berkembang baik. Paham itu menginginkan Islam sebagai agama yang dipraktikkan harus sama dan sesuai di zaman Nabi, bahwa apa yang tidak dilakukan oleh Nabi SAW adalah perbuatan bid’ah. Bid’ah yang dilontarkan mereka adalah sesat, pengamal bid’ah divonis masuk neraka tanpa proses. Risalah Islam yang suci, itu kini tengah dikotori oleh ajaran-ajaran dan fatwa-fatwa keblinger dari mereka-mereka yang belajar agama melalui hafalan dan terjemahan, satu ayat yang dihafal dianggap senjata untuk menghukumi muslim lainnya yang sudah paham agama. Satu hadis yang dihafal, mereka menganggap paling sunnah dari muslim lainnya yang sudah rajin ibadah.

Mereka, agen-agen Wahabisme merangsek masuk di ruang publik melalui jejaring medsos yang dianggap ampuh untuk membelokan umat, sebagai alat propaganda untuk memisahkan Islam dari adabnya, memisahkan Islam dari ilmu dan pengamalannya. Mereka pun giat dan militan dalam upaya membunuh karakter ulama ahlu sunnah wal jama’ah, terutama kepada kiai-kiai NU. Dengan cara menulis dan memotong setiap video yang kontennya ceramah agama, dan kajian keislaman. Mereka ini di luar adabnya sebagai muslim telah memfitnah, melecehkan, mengadu domba sesama kiai, menghina secara verbal, bahkan telah banyak tindakan membunuh karakter para ulama kita (ulama Nusantara), baik yang sudah lama meninggal hingga seringnya kepada yang masih hidup.

Wahabisme, paham agama yang mendasarkan pada pemikiran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dengan jargon anti TBC (tahayul, bidngah, churafat), pemurnian ajaran Islam, trilogi tauhid, dan selogan kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah. Pada point terakhir, titik tekannya lebih kuat. Seolah urusan agama hanya bersumber pada 2 pedoman itu. Padahal Nabi sendiri memerintahkan kepada umat Islam agar menguatkan sunnahnya dan sunnah para sahabatnya. Lalu kenapa ada hadits yang berisi perintah menguatkan ajaran Islam, tidak jauh-jauh dari sumbernya Nabi dan sahabatnya. Mereka dengan enteng bilang, sahabat Nabi itu tidak maksum. Sangat kontradiktif ketika mereka memperlakukan al-Bani, Utsaimin dan Bin Baz begitu mulia, terhormat bahkan cenderung dianggap benar, soleh dan maksum.

Baca Juga

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

Belum berhenti di soal doktrin, mereka cepat masuk pada pembunuhan karakter orang alim, kiai yang sudah allamah mereka menjustifikasi dengan sesat dan munafik. Dukungan ulama atas negara dianggap sebagai penghianatan, dan pelecehan atas muslim yang menghendaki tegaknya syariat Islam. Syariat Islam, bagi pandangan “petoak-petoak” Wahabi adalah melegalisasi negara dengan syari’at Islam, hukum negara adalah hukum Allah, ya hukum Allah dalam racikan mereka tentunya. Bahwa tidak ada hukum kecuali hukum Allah. Mulut berkoar hukum Allah, tapi hati kejam bin bengis ketika berlaku pada yang lain, dan tidak pada dirinya. Mereka teriak takbir, ketika hukum Allah diterapkan dengan cara pancung, gorok leher, tembak dan memotong tangan, namun tanpa adanya peradilan. Karena memang tidak ada sistem peradilan, hukum Allah itu jadi pegangan untuk membunuh siapapun yang menentang libido sex dan berkuasanya atas negeri.

Pendakwah Wahabi, ibarat musang berbulu ayam. Biar kata umat, dakwahnya sejuk, enak didengar, mudah dipahami karena yang disampaikan satu hingga tiga ayat dan hadits. Tetapi ketika yang difatwakan oleh mereka itu keliru dan ngawur, wujud musang tampak jelas yakni memangsa dan menerkam kesucian ajaran Islam, mencabik-cabik kesempurnaan ajaran Islam.

Dimanakah kita ini (muslim Nusantara)?, suatu pertanyaan besar dan ideologis tentunya. Apakah hanya dengan diam, tenang-tenang saja baah, kalem, pasrah, ataukah apa?. Ketika mereka telah menguasai jagad Medsos, opini tentang Islam seolah-olah hanya representasi Wahabi. Tingkat bahayanya jauh lebih dahsyat dari pada bom atom. Sebab Wahabisme adalah bom waktu, juga ” meriam basoka ” yang akan menghancurkan ajaran Islam dari dalam. Dakwah mereka disokong oleh kapitalis-kapitalis yang punya kepentingan untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia, sehingga kita selalu dikagetkan oleh fatwa-fatwa konyol bin goblok bin tolol bin sesat dari lidah-lidah mereka yang tak mengerti sama sekali atas ilmu agama Islam.

Suatu keniscayaan bagi kita untuk meluruskan, untuk pula menyelamatkan paham keliru dari sebagai umat Islam atas dakwah-dakwah ngawur mereka. Keterpanggilan atas pembelaan tersebut adalah panggilan abadi seorang muslim untuk tidak bersekongkol atas kesesatan. Sementara Wahabisme adalah kesesatan an sich.

Melawan paham Wahabisme, adalah perjuangan tak bersyarat, murni dan konsisten. Demi tegaknya Islam yang benar, Islam yang lurus, Islam yang suci, Islam yang mulia, dan tentunya Islam yang sempurna. Maka sikap kita adalah sikap yang rahmatan lil alamin.

Citangkil, 6-10-21
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

ShareTweetShare
Previous Post

Do’a Wasilah Dengan Bahar Basith Karya Kiai Imad Banten Untuk Nahdlatul Ulama

Next Post

Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Perang Surabaya 10 November 1945

Related Posts

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
17

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
42

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
66

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
65

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
37

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
593

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40

Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

15 Maret 2026
118

Titik Balik Thesis al Bantani, Konsensus dan Glorifikasi Nasab Ba’Alwi: Tiga Tahun  Gagal Raih Syuhra Wal Istifadlah (2023 2025)

11 Maret 2026
118

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik

8 Maret 2026
233
Next Post

Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan Perang Surabaya 10 November 1945

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

by Admin
21 April 2026
17

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara 12 Data Weaponizing Historis dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi Senjata utama Klan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25