• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Indonesia Milik Bangsa Nusantara

by Admin
14 Desember 2025
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bangsa Nusantara itu adalah anak negeri yang mendiami berbagai pulau di seluruh wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, anak negeri yang lahir dari orang tua dan leluhur asli negeri ini. Hidup untuk peradabannya dan mati dikebumikan di tanah negeri yang tercinta ini.

Indonesia milik bangsa-bangsa di Nusantara, bukan milik aulia Tarim, bukan milik 9 naga, bukan milik para kapitalis barat dan timur, bukan milik Arab, bukan milik Dinasti siapa pun. Indonesia adalah negeri yang merdeka dan siapapun boleh tinggal, berkiprah, berusaha baik untuk dirinya, untuk kelompoknya, untuk etnisnya, untuk komunitas agamanya, untuk organisasinya. Tetapi pemiliknya adalah bangsa Nusantara.

Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah “Nusantara”, yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Secara morfologi, kata ini adalah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno nusa itu pulau dan antara itu artinya lainnya dan atau seberang.

A. Samad Ahmad dalam bukunya terjemahan dari kitab Sulalatus Salatin, buku tentang Sejarah Melayu ( hlm. 43 ) Kata Nusantara tidak hanya digunakan oleh orang Jawa dan tidak hilang setelah runtuhnya Majapahit. Kata ini dapat ditemui di Sejarah Melayu, sebuah sastra Melayu klasik yang ditulis paling awal pada tahun 1612, tetapi kata Nusantara ini tetap dikenal hingga manuskrip tahun 1808 M.

Baca Juga

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Mendiagnosa NU

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

Adalah Justus van der Kroef dalam jurnalnya ( hlm. 166 ) yang bertitel ” The Term Indonesia: Its Origin and Usage” yang diterbitkan oleh Journal of the American Oriental Society menjelaskan bahwa pada tahun 1920-an, Ki Hajar Dewantara mengusulkan penggunaan kembali istilah Nusantara untuk menyebut wilayah Hindia Belanda. Nama ini dipakai sebagai salah satu alternatif karena tidak memiliki unsur bahasa asing. Dan juga, alasan lain dikemukakan karena Belanda sebagai penjajah lebih suka menggunakan istilah Indie (terj. “Hindia”), yang menimbulkan banyak keracuan dengan literatur berbahasa lain yang dapat menunjukan identitas bangsa lain, yakni India.

Kata Nusantara juga memiliki beberapa alternatif lainnya, seperti “Indonesië” maksudnya Indonesia dan “Insulinde” berarti Kepulauan Hindia. Istilah yang terakhir ini diperkenalkan oleh Eduard Douwes Dekker, seorang tokoh Belanda yang masyhur dikenal dengan nama pena Multatuli, sebutan dari bahasa Latin multa tuli yang berarti banyak yang aku sudah derita. Multatuli adalah penulis Belanda yang terkenal dengan novel Max Havelaar (1860), novel satirisnya yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap orang-orang pribumi di Hindia Belanda.

Jika merujuk dari apa yang di tulis di atas jelas maksudnya bahwa bangsa Nusantara dari sabang sampai merauke adalah bangsa yang asli dan anak negeri yang terlahir dari leluhurnya yang juga lahir, hidup dan mati di tanah Nusantara ini.

Jadi tidak benar dan tidak akan pernah kita benarkan pernyataan apapun terkait Nusantara, jika ada orang yang klaim milik mereka yang tidak pernah jadi anak leluhurnya bangsa Nusantara.

Oleh: Hamdan Suhaemi

ShareTweetShare
Previous Post

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

Next Post

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Klan Habib Ba’Alwi

Related Posts

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
27

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
448

Mendiagnosa NU

4 September 2026
40

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
185

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
316

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
61

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
89

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
107

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
133

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
56
Next Post

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Klan Habib Ba'Alwi

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

by Admin
11 September 2026
73

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba'alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25