Serang, Kamis 8 Januari 2026 — Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penguatan arah gerak NU ke depan. Dalam sambutannya, Ketua PWNU Banten KH. Hafis Gunawan menegaskan bahwa PWNU Banten terus menggerakkan pelatihan dan kaderisasi secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai fondasi kekuatan NU masa depan.
Di hadapan para ulama, pengurus NU, dan warga Nahdliyin, KH. Hafis Gunawan menyampaikan bahwa memasuki abad kedua, NU tidak boleh hanya besar secara jumlah, tetapi harus unggul dalam kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, dan militansi ideologis Ahlussunnah wal Jama’ah.
PWNU Banten, menurutnya, telah dan akan terus memperluas program kaderisasi NU, mulai dari PDPKP-NU, pelatihan pengurus, pendidikan kepemimpinan banom, hingga pembinaan kader pesantren dan mahasiswa NU. Semua ini diarahkan untuk melahirkan generasi penerus NU yang berilmu, berakhlak, dan siap memimpin umat di berbagai level.
Kegiatan Harlah ke-100 NU di Banten sendiri berlangsung khidmah dan penuh semangat kebersamaan.

Jajaran Pimpinan PWNU yang hadir lengkap antara lain Rais Syuriyah PWNU Banten KH. Syatibi Hambali, Ketua PWNU Banten KH. Hafis Gunawan, Katib Syuriyah KH. Husnul Aqib, Sekretaris PWNU H. Ahmad Nuri, serta jajaran pimpinan Banom dan lembaga-lembaga NU se-Provinsi Banten. Kekuatan massa warga NU dari berbagai cabang menambah nuansa keagamaan dan kebangsaan pada seluruh rangkaian acara.

Dari unsur pemerintahan hadir Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, yang menunjukkan dukungan kuat Pemprov Banten terhadap peran strategis Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sosial-keagamaan dan pembangunan daerah.
Dalam konteks itu, Ketua PWNU Banten menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar program administratif, tetapi merupakan jihad intelektual dan spiritual untuk memastikan NU tetap menjadi penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat umat, serta penopang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan satu abad NU di Banten ini menjadi penanda bahwa NU tidak sedang nostalgia, melainkan sedang menyiapkan barisan kader yang lebih solid, lebih terlatih, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman. (KD)