• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Kiai Imaduddin Simbol Grassroots NU Menghadapi Arogansi Habib Ba’alawi Yaman.

by Admin
9 Mei 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Opini, Peristiwa, Pesantren
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah berjalan 1,5 tahun menuju dua tahun pembahasan nasab Ba’alawi semakin ramai. Diskusi nasab habib di berbagai platform media sosial terus bergulir. Baik di WhatsApp, messenger, YouTube, Facebook, Instagram, Tik Tok dan lain sebagainya. Jarang sekali ada satu wacana bisa bertahan lama. Biasanya isu yang lagi viral kemudian lambat laun menghilang karena ada yang lebih viral lainnya. Diskusi masalah nasab akan ada dan terus ada, tidak akan tenggelam dengan hiruk pikuk pemilu legislatif (pileg), pemilu presiden (pilpres), perang yang ada di negara Rusia Ukraina, perang Palestina Israel dan lain sebagainya.

Isu nasab semakin bertahan dan terus mendapatkan perhatian khusus di hati masyarakat Indonesia. Semakin banyak yang faham karena perdebatan ini melibatkan logika akal sehat dan waras. Saatnya generasi muda NU khususnya, bekerja sehari-hari untuk memenuhi kehidupan tanpa harus berfikir bahwa di sekitar kita ada cucu Nabi Muhammad SAW.

Jarak kita dengan Kanjeng Nabi sudah sekitar 14 abad, lucu kalau sekarang ini masih percaya dengan cucu nabi yang terus koar-koar menjual nasab demi nasib hidup di negeri ini.

Para habib Ba’alawi ceramah sangat frontal, setiap ceramahnya selalu membawa-bawa kalau yang dipanggil habib itu orang yang mulia dibanding sesama pemeluk Islam di Indonesia. Atas perilaku habaib yang paling tersinggung seharunya para nahdliyyin warga NU. Ulamanya atau kiai tidak lagi sejajar dengan para habib. Kedudukan kiai sebagai penerus dzuriyah pendiri NU memiliki sanad keilmuan dari guru-guru yang terhubung dengan Kanjeng Nabi malah disepelekan oleh habaib dari Yaman.

Baca Juga

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

Mendiagnosa NU

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

Mengapa para habib hidup di Indonesia, makan dari hasil tanaman yang ditanam di Indonesia dan minum dari sumber yang ada di Indonesia tapi tidak sekalipun membanggakan Indonesia. Habib dan habibah selalu meyanjung negeri asalnya yaitu Yaman. Mereka mulai membuat cerita bahwa pulau Jawa adalah pintu masuknya negeri Yaman. Sejarah yang ada di negeri ini sedikit demi sedikit diubah menjadi sejarah yang dilakukan oleh para habib, kuburan leluhur mereka banyak di makamkan di Indonesia, kemudian menjual nasab Ba’alawi sebagai keturunan Rasulullah Muhammad SAW demi mengeruk keuntungan dari para pecinta habaib.

Kontroversi gelar habib terus dan akan terus menjadi kontroversi mana kala ada beberapa oknum habib yang terus berkata kasar, tidak sopan, membentak, arogan dan tidak mencerminkan kalau mereka keturunan Nabi. Para oknum habib yang mengaku keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW terus bermunculan di media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Messenger, Tik Tok, Instagram dan lain sebagainya.

Mendengar ulah para oknum habib kuping rasanya gatal, apalagi yang merendahkan sesama jama’ah yang hadir di suatu majelis sebagai kelas kedua setelah habib. Mereka menyebut warga Indonesia terutama warga NU sebagai warga pribumi yang harus patuh dan nuruti apa yang diucapkan para habib.

Kontroversi masalah habib semakin mencuat ketika diterbitkan hasil penelitian nasab Ba’alawi yang berjudul “Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia” oleh KH. Imaduddin Utsman Al Bantani, pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Provinsi yang juga menjadi pengurus PWNU Banten dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Banten.

Terimakasih kami warga nahdliyyin yang mulai tercerahkan oleh para keturunan dari Kanjeng Sunan Gunung Jati. Dalam gamang jiwa yang gundah gulana karena kerinduan kami pada sosok Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang nantinya bisa memberi syafaat saat kita di yaumil akhir. Ada ketakutan apabila nanti tidak diakui sebagai umatnya Kanjeng Nabi. Kemudian ada yang mengaku cucu Nabi. Para kiai terdiam tidak bisa menyuarakan kebenaran. Para pemimpin negeri ini membiarkan kontroversi nasab Ba’alawi bertarung sendiri.

Kemudian oleh cucu-cucunya Sunan Gunung Jati datang menyapa jiwa dan mengusap air mata, membuka tabir kepalsuan nasab Ba’alawi Yaman. Membangkitkan kesadaran, menentramkan perasaan. Akal mulai berbicara, dan hati terus berkata-kata menjernihkan pola pikir yang selama ini diberangus oleh para habib Ba’alawi yang mengaku cucu keturunan Kanjeng Nabi.

Pihak Robithoh Alawiyah menganggap cucu Walisongo tidak ada, kalaupun ada itu dusta. Pernyataan ini memantik protes keras dari dzuriyah Walisongo, terutama dari kesultanan Banten dan Cirebon. Kemudian para dzuriyah Walisongo lainnya ikut tergerak. Mereka membawa bukti manuskrip dan catatan keraton, catatan dari leluhur mereka dan bukti-bukti lainnya.

Efek pernyataan dari RA para dzuriyah Walisongo berkoordinasi satu sama lain dan membuat penelitian. Maka munculah tesisnya Kiai Imaduddin Utsman Al Bantani, yang berjudul “Terputusnya Nasab Habib Kepada Nabi Muhammad SAW.” Tesis ini merupakan penyempurnaan dari buku “Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia.” Yang diterbitkan oleh Maktabah Nahdatul Ulum Banten cetakan 1 tahun 2023. Tesis tersebut berbentuk PDF dan google drive. Tesis Kiai Imaduddin sudah beredar luas di masyarakat Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Tidak mudah bagi Kiai Imaduddin Utsman untuk mempertahankan tesisnya. Banyak yang menghujat dan memfitnah dengan bahasa yang kurang enak didengar atau dibaca.

Alhamdulillah perjuangan Kiai Imaduddin Utsman Al Bantani, para cucu Walisongo beserta warga Nahdliyyin semakin banyak yang berhasil. Dulu yang mengidolakan para habib sudah mulai sadar dan memihak Kiai Imad. Para grassroot yaitu tokoh-tokoh akar rumput NU di berbagai daerah di Indonesia meluruskan bahwa para habib itu bukan keturunan Kanjeng Nabi dan itu dipelopori oleh Kiai Imaduddin.

Kiai Imad simbul grassroot dari perjuangan yang tidak tahu kapan akan berakhir. Karena disatu sisi banyak yang membela Kiai Imad tapi disisi lain banyak yang menghujatnya.

Kiai Imaduddin beserta dzuriyah Walisongo dan orang-orang yang menolak adanya habib di Indonesia membentuk suatu wadah perjuangan yang dinamakan Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI – LS). Kiai Imaduddin dan para pengurus PWI LS pusat terus meresmikan PWI LS yang ada di daerah-daerah di pelosok tanah air.

Semoga Kiai Imad dan para cucu dzuriyah Walisongo selalu diberikan kesehatan dan terus berjuang di jalan Allah SWT untuk terus menolak habib sebagai keturunan Rasulullah. Banyak dari para Ba’alawi yang sadar mulai melakukan tes DNA dan memang mereka bukan keturunan Kanjeng Nabi.

Penulis: Nurul Azizah penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Pak Fahrur Dan Metode Nasab Ba Alwi

Next Post

Kedunguan Makin Nampak Jika Membendung Tesis Kyai Imadudin.

Related Posts

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
17

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
444

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

4 September 2026
853

Mendiagnosa NU

4 September 2026
39

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
338

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
182

Kiai Imad Mendoakan NU di Hadapan Makam Mbah Wahab Hasbullah

29 Agustus 2026
130

Peluk Sayang Untuk Gus Yahya dan Nahdliyin Kultural: Muktamar 35 Jombang

28 Agustus 2026
316

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
61

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
88
Next Post

Kedunguan Makin Nampak Jika Membendung Tesis Kyai Imadudin.

Paling Banyak Dilihat

Berita

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

by Admin
10 September 2026
15

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Ulama Negeri Jiran Malaysia Ustadz Noor Deros: Hujjah Kiai Imad Membatalkan Nasab Habaib Baalwi Kokoh

Pangeran Abdul Nasher Yaman Batalkan Nasab Baalwi

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

RMI PWNU BANTEN DORONG PESANTREN PERKUAT TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN EKONOMI BERBASIS EKOTEOLOGI

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25