• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Konsep Pendidikan Syekh Nawawi Al-Bantani

Dalam hal pendidikan, Syekh Nawawi sangat menentang komersialisasi pendidikan. Menurut syekh Nawawi pendidikan merupakan tanggung jawab sosial dalam skala besar. Semisal dalam konteks bernegara.

by Akhmad Basuni
9 Agustus 2021
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Akhmad Basuni, M.A.

Banten nama fenomenal dalam percaturan sejarah dunia, juga pergerakan melawam penjajah. Dalam sejarah dunia Banten tercatat sebagai kerajaan yang berdaulat penuh. Karangantu sebagai bandar pelabuhan internasional tempat bersandar kapal-kapal negara asing untuk mengangkut rempah-rempah yang melimpah ruah di Banten.

Masih dalam catatan sejarah dunia, Banten memiliki panorama alam nan eksotik bahkan konon pantainya melebihi moleknya pantai Paris di Eropa. Gugusan  kemolekan pantai itu kini masih tersisa di daerah pantai Tanjung Lesung hingga Ujung Kulon.

Gugusan pantai itu nan eksotik sebelum terjadi letusan gunung krakatau yang goncangannya sampai terasa ke negeri Donald Trump.
Dibalik kemolekan Banten ternyata menyimpan marabahaya yang maha dasyat, karena diselat Sunda bertengger Gunung anak Krakatau yang setiap waktu bisa marah.Banten tempo dulu merupakan negeri “Pucuk Umun” yang diwarnai kental mistik.

Pasca para penyebar Islam datang lambat laun keyakinan orang Banten beralih ke Islam, Sultan Hasanudin mampu menguasai Banten setelah perang tanding menang melawan “Pucuk Umun”.

Islam dan kebantenan saling mempengaruhi dalam tradisi dan budaya. Islam tak menegasikan budaya pun kebantenan tak menolak islam. Kawin budaya ini menjelma dalam perayaan maulid nabi ada “pajang mulud”, juga kebatinan “debus”. Disamping tradisi membaca manakib dan dalail khairat.

Banten berjuluk kota santri sekaligus gudang ulama disamping ada jawara. Banten masyhur karena ada ulama kelahiran Tanara yang mendunia. Dikenal sebagai saidul ulama Hijaz. Beliau adalah Syekh Nawawi al-Bantani. Penulis kitab tafsir “Tafsir Munir” disamping puluhan kitab-kitab lain mengkaji berbagai disiplin ilmu. 

Syekh Nawawi merupakan ulama generalis dalam arti mempuni dalam berbagai disiplin keilmuan. Dari itu ketika membahas tema fiqh pun terkadang ditinjau dari ragam aspek juga kontek masyarakat. Dari itu kental nuansa antropologi begitu kata ahli Nawawi.

Syekh Nawawi secara spesifik tak menulis kitab tentang pendidikan, namun dalam berbagai kitab yang ditulis Syekh Nawawi menyelipkan tema pendidikan.

Konsepsi pendidikan Syekh Nawawi merupakan teosentris dari konsep tauhid, uluhiyah, rububiyah dan asma sifah. Namun demikian pendidikan Nawawiah tak melulu dogmatisme, melainkan ada ruang proporsional empirisme.

Muara pendidikan menurut Syekh Nawawi adalah mardhatillah yang diaktualisasikan dengan rasa syukur. Rasa syukur menycangkup koghnitif (pengetahuan), afektif (sikap religious spiritual), dan psikomotor (amaliah) atau pengamalan daripada menghilangkan belenggu-belenggu kebodohan atau selaras apa yang dipetakan oleh Poule Freire dengan pendidikan yang membebaskan.

Dampak terburuk dari penjajahan memunculkan dekolonisasi ilmu  yaitu menjauhkan cendikawan anak negeri tak mengenal nilai adi luhung warisan bijak bestari dan ulama pribumi.

Padahal di Banten  ada ulama yang generalis dalam artian menguasai berbagai disiplin keilmuan. Dan merupakan salah satu sanad jejaring ulama nusantara, Asia juga Africa terkenal sebagai pensyarah (review) berbagai kitab. Padahal sesungguhnya tidak hanya menyarahi tetapi membuat juga konklusi teori yang dibangun berdasarkan konstruksi ilmu para pendahulunya. Sehingga menimbulkan nuansa berbeda, karena situasi dan kondisi juga berbeda.

Ulama-ulama Sunny Asy’ariah sesungguhnya mereka dinamis dalam mencerna teks-teks suci terkait hukum, begitu juga Nawawi al-Bantani.

Sebagai contoh dibolehkan taklid tetap melaksanakan salat jum’at kurang dari 40 jama’ah. Sebagaimana Abu Hanifah cukup 4 orang salah satunya sebagai imam. Sementara Imam Malik membolehkan antara 10-30 orang. Dengan ketentuan jika taklid harus tetap mengikuti syarat dan ketentuan imam yang ditaklidi (ikuti).

 Terus mana pendapat Syeikh Nawawinya?. Syeikh Nawawi menganjurkan setelah salat jum’at melaksanakan salat Dzuhur sebagai ikhtiat (kehati-hatian).
“wa yusanu lahum fi’lu al-adzuhri… wa hua al-akhwatu khurujan min al-khilafi” (lihat kitab Kasifatu as-Saja bab penjelasan syarat syah Jum’at). Ini mengenai fiqh ibadah.

Dalam konsep pendidikan,  jika diselaraskan dengan teori pendidikan modern, maka teori pendidikan Syekh Nawawi merupakan perpaduan teori nativisme dan empirisme.

Baca Juga

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

Pendidikan Syeikh Nawawi merupakan integrasi idealis juga realis.  Idealis terkait dogmatisme ubudiyah sehingga peserta didik tetap dalam koridor religius spiritualis. sedangkan realistis yaitu kehidupan riil duniawi. Yaitu pembebasan dari belenggu  kebodohan. Memerangi  kebodohan jelas menggunakan pendekatan empirisme sesuai situasi dan kondisi. Dari perpaduan idealis-realistis melahirkan output peserta didik transformatif.

Maka wajar santri-santri syekh Nawawi sepulang dari Makkah menjadi tokoh ulama sekaligus tokoh penggerak perjuangan bangsa. Karena semangat pendidikanya adalah semangat pembebasan.

Dalam hal pendidikan, Syekh Nawawi sangat menentang komersialisasi pendidikan. Menurut Syekh Nawawi pendidikan merupakan tanggung jawab sosial dalam skala besar. Semisal dalam konteks bernegara.

Kurikulum Pendidikan Nawawiah yang utama pengenalan akan Tuhan, selanjutnya tatacara ibadah, etika dan sains semisal kedokteran, ilmu hitung dan sosial lainya.

Metode pengajaran Syekh Nawawi dari yang mudah bertahap ke yang sulit sesuai psikologis peserta didik. Dalam pengajaran pendekatannya egaliter, sehingga antara guru dan murid ada ikatan emosional, bahkan Syekh Nawawi menganjurkan untuk mendoakan peserta didik agar dimudahkan dalam menuntut ilmu.

Karena dalam pandangan Syekh Nawawi sumber ilmu itu dari Rabb insan hanya berusaha dengan segala potensi yang dimiliki. Dari itu peserta didik tidak dianjurkan sombong dan takabur.

Demikian sekilas konsepsi pendidikan Syekh Nawawi.

Tags: Konsep Pendidikan IslamRMI BantenRMI-NUSyekh Nawawi Al Bantani
ShareTweetShare
Previous Post

Nyai Saunah, Janda Kembang, Agen Residen Banten Th. 1958

Next Post

Bulan Suro, Penjiwaan atas Elegi Kemanusiaan

Related Posts

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
33

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
24

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
67

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
260

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
62

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
61

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
252

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
133

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
144

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
512
Next Post

Bulan Suro, Penjiwaan atas Elegi Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

by Admin
16 Oktober 2026
33

Oleh: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Daftar Kunjungan Habib Umar bin Hafidz Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Muhammadiyah tgl 12...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25