• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pesantren

Mengenal Hizib Nashor dan Ajian Jaya Sempurna

Santri di pesantren salafiyah ini tidak melulu secara normatif seperti yang terdeskripsian di atas, ada beberapa santri salafiyah yang tidak melulu ngaji (nyoret kitab kuning) semata, tapi ada konsentrasi pada penguatan ilmu batin (kedigdayaan, kesaktian dan asihan)

by Hamdan Suhaemi
16 Juli 2021
in Pesantren, Santri
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai Hamdan Suhaemi

Bagi kalangan santri, dzikir, sholawat dan doa sering diwiridkan sesudah sholat fardlu atau setelah sholat sunnah seperti sholat tahajjud, dan sholat hajat. Hal ini sudah dibiasakan santri sejak masuk pesantren. Begitu juga santri sudah biasa ngeriung ( undangan tahlil, haul dan atau muludan ). Disamping santri belajar (ngaji) kitab kuning sesuai displin ilmu agama, baik secara bandongan maupun sorogan kepada kiai atau santri senior yang ditunjuk oleh sang kiai. Deskripsi tersebut rata ditemukan di pesantren yang bercorak salafiyah (klasik).

Namun, santri di pesantren salafiyah ini tidak melulu secara normatif seperti yang terdeskripsian di atas, ada beberapa santri salafiyah yang tidak melulu ngaji (nyoret kitab kuning) semata, tapi ada konsentrasi pada penguatan ilmu batin (kedigdayaan, kesaktian dan asihan). Biasanya santri sehari-hari melakukan puasa mutih (puasa yang meninggalkan makanan yang bernyawa) untuk menguasai hikmah dari hizib yang sudah diijazahkan oleh sang kiai, dalam khazanah tarekat syadziliyah (tarekat yang dibuat pertama oleh Syaikh Abu Hasan Aly al-Syadziliy) ada banyak hizib, disamping induknya adalah bacaan tarekat.

Hizib-hizib yang terdapat di tarekat syadziliyah antara lain hizib al-kabir, hizib al-ayat, hizib al-fath, hizib al-nur, hizib al-lathif, hizib al-ikhfa, hizib al-thomsi, hizib al-nashor, hizib al-barri, hizib al-kifayat, hizib al-syakwa, hizib al-falah, hizib al-dairoh, hizib al-tawassul. Diantara hizib dalam tarekat syadziliyah yang masyhur dan sangat powerfull adalah hizib al-nashor, dan kadang sang mursyid tarekat atau ulama tarekat syadziliyah memberikan ijazah hizib al-nashor dengan menugaskan sang santri untuk berpuasa selama 7 tahun, ada pula yang 2 tahun dan umumnya 41 hari.

Hizib al-Nashor

Hizib al-Nashor ini sering dikatakan sebagai al-qohhar ( keras atau kuat), bahkan ada sebagian ulama al-arif billah berpendapat bahwa :

لم ار لتدمير الاعداء اشد ولا اقرب منه اجابة

Baca Juga

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

Artinya: “tidaklah saya melihat untuk menaklukan musuh itu lebih kuat dan lebih cepat diijabahnya kecuali hizib nashor.
Banyak hasiat dan faidah menguasai hizib al-nashor ini terutama sekali untuk penaklukan”

اهلاك الجبابرة المتمردين والظلمة الباغين

Artinya: “untuk menghancurkan kekuatan oarng-orang jahat dan kezaliman orang-orang kejam”.

Kebanyakan para aulia khsusunya Wali Songo di tanah Jawa, dengan hizib nashor inilah kemudian dakwah Islam secara hikmah dan karomah nyaris berlangsung damai tanpa sedikitpun kekerasan. Tradisi dakwah model Wali Songo ini diteruskan oleh kiai-kiai NU hingga sekarang, bahkan ilmu dan jejaknya terus disanadkan ke para santri.

Menurut riwayat yang kuat, bahwa hizib al-nashor dikaruniakan kepada Syaikh Abu Hasan Syadziliy langsung dari Rosulullah SAW secara bermuwajahah ( berhadapan langsung ). Hizib ini pun sering diijazahkan oleh sang kiai ( mursyid tarekat syadziliyah ) saat datangnya bulan robiul awal atau bulan maulid.

Jaya Sempurna

Jaya sempurna ini satu diantara ilmu kesaktian warisan leluhur tanah Jawa, terutama kita dapati di daerah Banten. Namun sudah sangat jarang yang memiliki ilmu kesaktian ini. diantara Brajamusti, Putar Giling, Paku Banten, Tapak Sancang, Ilmu Lipat Bumi, Garudra Ngapak dan tarekat Aceh, justeru Jaya Sempurna inilah khasiatnya yang paling kuat.

Sulit kita kenali orang-orang yang memiliki ilmu Jaya Sempurna, karena tidak menampakan sosok kiai, ustadz atau jawara. Terkadang orang biasa pun mempunyai ilmu ini, karena itulah ilmu ini sudah amat langka sebab tidak secara mudah diwariskan ke generasi berikutnya.

Pada paragraf pertama bacaan Jaya Sempurna

اللهم روحه وجبراءيل ومكاءيل واسرافيل وعزراءيل اليهم روحه والف الف الف نعمة ——-الى اخره

Mungkin potret bahwa orang Banten sakti itu salah satunya ilmu Jaya Sempurna masih dimiliki orang Banten, meskipun orang luar Banten bisa jadi masih banyak juga yang mempunyai ilmu tersebut. Jelasnya bahwa tulisan sederhana ini ingin mengingatkan bahwa sebagai orang yang hidup di zaman milenial ini tentunya tidak harus abai akan warisan leluhur terutama sekali mewarisi ilmu dan petuah para kiai serta orang-orang tua kita.

Hizib al-Nashor dan Jaya sempurna ini sebagai warisan hikmah dan haibah dari para leluhur untu kemudian kita gunakan kemanfaatnya hingga kita dapat wariskan ke generasi berikutnya, agar terus tersambung dalam upaya bela agama, bangsa dan negara.

Referensi :

  • Kitab al-Mafakhir al-‘Aliyah fi al- Ma’atsiri al-‘Syadziliyyah
  • Bacaan Jaya Sempurna

ShareTweetShare
Previous Post

Memahami Risalah Cempaka Wiraga

Next Post

Menuju Raker I, RMI PCNU Kab. Serang Telah Bentuk 18 Pengurus Tingkat Kecamatan Dan Konsolidasi

Related Posts

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
59

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
383

Sosok Gus Aziz Jazuli, Alumni Tarim yang Berani Angkat Isu Nasab: “Ilmu Itu untuk Menguji Kebenaran”

9 April 2026
798

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
159

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

21 Maret 2026
51

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

19 Januari 2026
99

RMI PWNU Banten Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Sesuai Amanat Undang-Undang

15 Januari 2026
60

17 Perbedaan Ajaran Nahdlatul Ulama dan Ajaran Habaib: Kritik Kepada KH Ma’ruf Khozin Yang Menyatakan Kesamaan Ajaran NU & Baalawi

12 Januari 2026
642

RMI PWNU Banten Gelar Digitalisasi Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Sambut Harlah ke-100 NU

8 Januari 2026
116

Peringatan HSN 2025 di PP Nahdlatul Ulum Kresek Berlangsung Khidmat

22 Oktober 2025
230
Next Post

Menuju Raker I, RMI PCNU Kab. Serang Telah Bentuk 18 Pengurus Tingkat Kecamatan Dan Konsolidasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

by Admin
17 September 2026
39

SERANG — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasemen menggelar pengajian akbar dalam rangka Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25