• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Biografi

Riwayat Liem Kiam Ong, Dalang Ruwat Dari Cikande

Liem Kiam Ong adalah seorang keturunan Tionghoa yang punya keterampilan dan kemampuan mendalang, wayang golek yang dibuatnya dan tutur dalam cerita pewayangannya justru menarik simpatik masyarakat. Ia berdakwah dengan cara mendalang. Sebagai muslim tentu ia punya kewajiban untuk berdakwah, meski satu huruf.

by Admin
6 Desember 2021
in Biografi, Tokoh
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hamdan Suhaemi

Peristiwa Geger Pecinan, adalah catatan buruk perjalanan panjang kehidupan etnis Tionghoa di Nusantara. Ribuan nyawa melayang, darah membanjiri kali Ciliwung, dan memerahkan kali kerukut hingga kepala-kepala orang Tionghoa yang jadi korban pembunuhan tersebut bertumpuk di tepi muara Angke, dan jasad yang terbunuh bertumpuk-tumpuk di pabrik-pabrik pengelolaan ikan di Pasar Ikan dan beberapa sudut-sudut kampung Penjaringan.

Tercatat dalam Buku Tina Layang Parahyang yang artinya Catatan dari Parahyang, bahwa kedatangan etnis Tionghoa ke Tangerang diperkirakan terjadi setelah peristiwa huru-hara warga Tionghoa di Batavia, yang direspons oleh VOC dengan represi besar-besaran sehingga berujung pada peristiwa pembantaian. Peristiwa yang dikenal dengan istilah “Geger Pecinan” atau “Tragedi Angke” ini terjadi pada 1740.

Pasca tragedi berdarah itu, banyak etnis Tionghoa pergi menyelamatkan diri ke Tangerang dan sekitarnya. VOC juga mengeluarkan kebijakan untuk mengirimkan sisa-sisa orang Tionghoa di Batavia ke Tangerang untuk bertani.

Kehidupan baru etnis Tionghoa di Tangerang, kemudian dikenal sebagai peralihan kehidupan hilir ke kehidupan hulu, mereka bertempat di dekat benteng yang dibuat VOC Belanda tahun 1671 M, untuk belokade serangan pasukan Surosowan Banten. Kehidupan etnis Tionghoa dalam Benteng ini lalu belakangan dikenal China Benteng.

Baca Juga

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan Serang Banten

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

Dari pemukiman Benteng ini, keluarga Tionghoa beranak Pinak, hingga beberapa keturunannya bermukim di Leuweung Gede Balaraja. Kebanyakan etnis tersebut bermarga Liem, dari Leuweung Gede inilah lahir seorang bernama Liem Kiam Ong tahun 1901 M yang kelak di kemudian hari menjadi tokoh sejarah, meski dilupakan.

Liem, kemudian terkenal di kalangan orang Banten bagian Timur dan Selatan, dari Jayanti hingga Ciomas, dari Maja hingga Serang sebagai Dalang Ruwat, mendalang tapi juga meruwat. Liem Kiam Ong adalah seorang keturunan Tionghoa yang punya keterampilan dan kemampuan mendalang, wayang golek yang dibuatnya dan tutur dalam cerita pewayangannya justru menarik simpatik masyarakat. Ia berdakwah dengan cara mendalang. Sebagai muslim tentu ia punya kewajiban untuk berdakwah, meski satu huruf. Kebiasaan Dalang Kiem Ong ini tidak lepas selalu membaca manaqib kanjeng Syaikh Abdul Qadir Jailani apabila mau pertunjukan wayang, orang mengenalinya dalang yang biasa ruwat.

Menurut keterangan Liem Guan Lie, yang saya temui di Solo beberapa waktu yang lalu di salah satu gedung seni tari dekat Gereja Pondok Daud, ia merupakan keponakan cucu dari Dalang Kiem Ong, ia menuturkan bahwa Kiem Ong mulai mendalang sejak tahun 1940 M, masih di era penjajahan Belanda. Ketenaran Dalang Kiem Ong dengan wayang golek-nya hingga ke telinga Masyarakat yang bermukim di Tangerang, Cikupa, Cikande, Pamarayan, Ciomas, Waringin Kurung hingga Serang.

Sebelum tampil mendalang, ia mengawalinya dengan ruwatan terlebih dahulu, yang dibaca adalah manaqib, jawokan Sunda, bacaan kuwuk, sedangkan saat mendalang ia tak lupa membacakan anggitan lokal berisi kisah Mahabharata dan Ramayana. Kegiatan mendalang itu karena ada undangan dari masyarakat di setiap ada hajatan, tanam padi, bangun rumah dan panen.

Dalang Keim Ong ini punya istri 2, salah satu istrinya dari Cikande, hasil pernikahan dengan istri Cikande, ia mempunya anak laki-laki dan perempuan, dan dari garis keturunan ini muslim semua, sedangkan istri yang lainya berasal dari etnis Tionghoa, kemudian keturunannya memeluk agama leluluhrnya ( Konghucu ).

Makna sejarah yang kita dapati dari perjalanan hidup Liem Kiam Ong ini adalah makna ketekunan, istiqomah dalam mendalang yang ia gunakan sebagai media dakwahnya. Kemasyhuran Dalang Kiem Ong, tentu juga bermakna istimewa, karena keunikan dan sisi lain yang berbeda dari etnis-etnis Tionghoa lainya yang kebanyakan berniaga.

Dalang Kiem Ong, tutup usia tahun 1982 di Cikande. Meninggalkan jejak harum sebagai pendakwah yang legendaris.

Solo, 25-12-21

ShareTweetShare
Previous Post

Menziarahi Kanjeng Sunan Giri, Meresapi Keindahan Batin

Next Post

Arah Baru MUI Provinsi Banten

Related Posts

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan Serang Banten

3 Maret 2026
130

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
199

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

18 Januari 2026
223

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
251

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

25 Desember 2025
306

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
487

Pengakuan Akademik Prof. Ahmad Zahro atas Penelitian Genealogi Kiai Imaduddin: Ketelitian yang Mengguncang Kesahihan Nasab Ba Alawi

16 November 2025
530

KH Mubarok, Tokoh NU Solo Raya, Mendesak Kapolri Segera Proses Bahar Smith dan Pelaku Penganiayaan Banser

26 September 2025
119

Biografi KH. Syatibi Hambali, Kharisma Sang Rois dari Tanah Multatuli

18 September 2025
233

Sesalkan Menag Hadiri Acara Habib Lutfi di Istiqlal: Tokoh NU Prof Abdul Hadi Tulis Surat Terbuka

11 Agustus 2025
321
Next Post

Arah Baru MUI Provinsi Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

KH Imaduddin al Bantani

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

by Admin
25 April 2026
50

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25