• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kasus M. Kece, Ketua RMI Banten: Haram Hukumnya Menghina Ajaran Agama Lain

"Kita berharap masalah ini segera selesai, umat islam jangan terpancing provokasi pihak manapun. percayakan saja masalah ini kepada proses hukum"

by Admin
24 Agustus 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tangerang–Kasus M. Kece yang mengaku murtad dari Islam dan membuat pernyataan-pernyataan yang dinilai menghina Islam, Nabi Muhammad SAW dan al-Qur’an, mendapat sorotan masyarakat luas.

Ormas Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) telah menghimbau aparat untuk cepat bertindak. Bahkan MUI, melalui wakil ketuanya, Anwar Abas, mengatakan bahwa pernyataan M. Kece sudah dapat dikategorikan penghinaan, pelecehan agama dan mengharapkan aparat kepolisian segera bertindak. Bahkan ia menyatakan jika polisi tidak segera bertindak dapat menimbulkan dendam umat islam kepada aparat keamanan.

“Kalau aparat kepolisian tidak menangkap si kece ini ya, agak berat situasinya ya, terus terang saja, seandainya umat islam tidak bergerak yang jelas akan ada dendam kepada aparat terutama kepada kepolisian,” tegasnya dalam wawancara di tvone (22/8/2021).

Ulama Banten, KH. Imaduddin Utsman, menyatakan bahwa ungkapan semacam yang dinyatakan oleh M. Kece ini bisa memicu kerukunan umat beragama di Indonesia.

Baca Juga

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Menurutnya, ada dua yang menjadi penyebab munculnya ungkapan ungkapan pemecah belah bangsa semacam yang diungkapkan M. Kece itu,

yaitu yang pertama adanya kajian debat kristologi dan islamologi di medsos, dimana dari pihak islam mencari kelemahan agama Kristen dengan berdasar dalil-dalil yang difahaminya dari kitab kristen demikian pula sebaliknya.

Yang kedua, maraknya mualaf yang menjadi penceramah yang sering membawa tema tentang sebab-sebab kenapa ia bisa masuk islam, bahkan tidak jarang mengungkapkan kejelekan agama lamanya. Kemudian dari pihak sebaliknya orang yang murtad dari islam melakukan hal yang sama untuk membela agama barunya.

Ia mengharapkan kepada umat islam untuk menghentikan debat kajian agama lain yang memicu adanya ketersinggungan umat lainnya.

“Haram hukumnya kita mencari kesalahan ajaran agama lain; menghina Tuhan, nabi, kitab agama lain, karena yang demikian itu akan membawa mereka melakukan hal.yang sama terhadap agama kita”, ungkapnya, di pesantrennya di Kresek (22/8/2021).

Pengasuh pesantren Nahdlatul Ulum ini juga berharap MUI dan Organisasi keagamaan dari non muslim untuk menertibkan penceramah-penceramah mualaf dan murtadin tersebut.

“Kepada MUI dan juga organisasi agama non muslim untuk mengawasi, membimbing orang yang masuk agamanya yang baru dan tidak memberi ruang kepadanya untuk menjelekan agamanya yang lama, lebih baik fokus untuk belajar agama yang baru”, tambahnya.

“Ia berharap umat islam untuk tetap tenang dan mempercayakan masalah ini kepada proses hukum”, pungkasnya.

(admin)

ShareTweetShare
Previous Post

Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Next Post

Hikmah dan al-Hikmah, Tinjauan Spiritualitas

Related Posts

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
20

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

29 Oktober 2026
28

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
47

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
48

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
64

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
140

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
64

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
106

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
427

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
83
Next Post

Hikmah dan al-Hikmah, Tinjauan Spiritualitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

by Admin
30 Oktober 2026
20

Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, diskursus publik melalui virtual mengenai genealogi kerap terjebak dalam romantisisme...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25