• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Penelitian KH Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habaib Untuk Membersihkan Kesucian Dzuriyat Rasulillah SAW Bukan Kebencian

by Admin
16 April 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Opini, Tokoh, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Memahami penelitian nasab habaib oleh KH. Imaduddin Utsman itu didasari niat membersihkan kesucian dzuriyat Rasul yang dikotori oleh tindakan oknum habib-habib yang merasa dirinya superior karena darahnya darah Rasulullah SAW. Perilaku oknum habib yang tidak mencerminkan sebagai dzuriyat justru jadi sorotan publik, ini akan mengantarkan paham ke publik bahwa itu dibenarkan hanya karena dibungkus oleh kemuliaan Rasulullah, seolah menjadi tameng kepentingan pribadi dan kedok dari niat busuk.

Kenapa penelitian itu pada Ubaidillah yang disebut tidak terkonfirmasi sebagai anak dari Sayyid Ahmad al-Muhajir, karena di titik ini (nama Ubaidillah) yang divalidasi sebagai moyang habaib di Indonesia sesuai jadi tradisi nasab yang sudah masyhur. Penelitian ilmiah itu menggunakan beberapa pendekatan historis dan pendekatan filologis, sebab keaslian sejarah dan nasab itu selalu dikuatkan oleh data tertulis terkait nasab dari beberapa kitab nasab dan kemudian manuskrip filologis (naskah kuno).

Muhammad Lutfi Rahman, yang pendek pikiran berupaya membenturkannya dengan kiai-kiai NU karena dia belum sanggup membantah penelitian KH Imaduddin Utsman tersebut. Pernyataan Lutfi Rahman itu rupanya agar menjadi framing bahwa tokoh NU saja telah memvalidasi garis keturunannya pada Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Muhajir, padahal habib yang oleh orang NU ta’dhimi dan takrimi tersebut tidak sama sekali terganggu oleh penelitian KH Imaduddin Utsman, sebab meskipun tokoh Ubaidillah yang jadi moyang habaib di Indonesia terkonfirmasi palsu atau diragukan kebenarannya tidak sama sekali menghapus tokoh-tokoh habib dari kehormatannya sebagai orang mulia, karena kemuliaan itu didasarkan ilmu dan ketaqwaannya.

Habib Lutfi, Habib Syekh dan Habib Jindan, dan habib -habib yang berafiliasi dengan NU kita lihat hingga sekarang tidak pernah merespon negatif atas penelitian KH Imaduddin Utsman, karena penelitiannya itu didasarkan untuk menjaga kesucian dzuriyat kanjeng Rasul. Jangan karena merasa habib berperilaku di luar akhlak datuknya, karena dengan perilaku arogan dan superior akan semakin tampak kepalsuan kehabibannya.

Ada himbauan seorang ulama sekaligus habib yang merupakan dzuriyah Rasulullah asal Tarim Hadramaut Yaman yakni Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul al-Fushul al-‘Ilmiyyah wal Ushul al-Hikamiyyah, (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89).

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: “قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى” .(الشورى، ٢٣ )

Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wata’ála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku”, (QS al-Syuro ayat 23).

Namun Sayyid Abdullah Al-Haddad mengingatkan agar dalam memberikan penghormatan dan kecintaan kepada Ahlul Bait, kaum Muslimin bersikap wajar dan tidak berlebih-lebihan. Hal ini sebagaimana ditegaskannya dalam kutipan berikut.

فعلى كافة المسلمين أن يعتقدوا حبّهم ومودتهم، وان يوقّروهم ويعظّموهم من غير غلوّ ولا إسراف.

Artinya: Seluruh kaum Muslimin hendaknya memastikan kecintaan dan kasih sayang mereka kepada Ahlul Bait, serta menghormati dan memuliakan mereka secara wajar dan tidak berlebih-lebihan”.

Kita dan siapapun punya kewajiban saling menasihati saling menyampaikan kesabaran pada sesama, bukan untuk menjatuhkan apalagi merusak eksistensi kemanusiaannya. Pada batasan ini KH. Imaduddin Utsman juga tidak pernah membenci para habib atau dzuriyat Rasul, tidak sama sekali. Mari kita lihat apa yang disampaikan Sayyid Abdullah al-Hadad di kitabnya al-Fushul al-‘Ilmiyah.

وأما من كان من أهل هذا البيت ليس على مثل طرائق أسلافهم الطاهرين، وقد دخل عليهم شيئ من التخليط لغلبة الجهل، فينبغي أيضا أن يعظّموا ويحترموا لقرابتهم من رسول الله الله صلى الله عليه وسلم. ولا يدعوا المتأهل للنصيحة نصحهم وحثّهم على الأخذ بما كان عليه سلفهم الصالح, من العلم والعمل الصالح، والأخلاق الحسنة والسيرالمرضية.

Artinya: “Adapun mereka yang berasal dari keluarga dan keturunan Rasulullah ini yang tidak menempuh jalan leluhur mereka yang disucikan, lalu mencampur adukkan antara yang baik dan yang buruk disebabkan kejahilannya, seyogyanyalah mereka tetap dihormati semata-mata karena kekerabatan mereka dengan Nabi SAW. Namun siapa saja yang memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya tidak segan-segan menasihati dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup para pendahulu mereka yang saleh-saleh, yang berilmu dan beramal kebajikan, berakhlak terpuji dan berperilaku luhur”.

Serang 16 April 2023
Oleh: Kiai Hamdan Suhaemi

Tags: ba alawi rungkadbahar bin smithDzuriyyahDzuriyyah NabihabaibhabibHRSKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahNasabnasab palsupemalsuan nasabpemalsuan silsilahRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negarasanad ilmuSilsilah Habibsilsilah nasabtest DNAUbaidillahulama
ShareTweetShare
Previous Post

Kitab Nasab Abnau Al-Imam fi Al-Mishri wa Al-Syam Al-Hasan wa Al-Husaein Masih Diragukan

Next Post

Katim Pencegahan Densus 88 AT Polri Silaturahmi Kepada KH Imaduddin Utsman al-Bantani

Related Posts

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
45

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
120

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
53

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
86

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
386

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
76

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
66

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
125

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
264

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
261
Next Post

Katim Pencegahan Densus 88 AT Polri Silaturahmi Kepada KH Imaduddin Utsman al-Bantani

Paling Banyak Dilihat

Berita

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

by Admin
23 Oktober 2026
44

Tangerang—Rangkaian peringatan hari santri di Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang berlangsung dua hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis 21-22 Oktober...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25