• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

PCNU Wonogiri Menolak Habaib Bukan Melawan PBNU

by Admin
3 Desember 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

PCNU Wonogiri menginstruksikan agar pengurus MWCNU dan Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri menyampaikan kepada warga NU untuk tidak mengundang habaib dalam acara di kalangan warga NU. Surat instruksi itu tertuang dalam surat bernomor 023/PC/A.II/11.19/XII/2023. Dalam isi surat instruksi tersebut, selain larangan warga NU mengundang kalangan habib, juga diinstruksikan agar warga NU menyikapi penelitian nasab habib secara bijak dan menghargai perbedaan pendapat.

Selain itu juga, warga NU diminta untuk merutinkan kembali amaliah-amaliah NU (Mujahadah, Tahlil, yasin, barzanji, diba’, istighotsah, manaqib, suluk, thariqoh, dan hizib). Hal lain yang diinstruksikan adalah agar dalam acara resmi NU diawali membaca al-Qur’an, tahlil, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Ya lal Wathon. Surat itu ditandatangani oleh Rois Syuriyah, Katib, Ketua Tanfidz dan sekretaris.

Tentunya, PCNU Wonogiri mempunyai alasan khusus sehingga point-point itu disepakati dalam rapat resmi yang melibatkan unsur lengkap kepengurusan PCNU. Alasan itu jelas merupakan alasan yang mungkin di wilayah lain belum ditemukan atau belum disadari. Yang jelas surat instruksi itu tidak bisa dimaknai sebagai pembangkangan terhadap PBNU. Point-point itu, jika diperhatikan dengan seksama, sebagiannya adalah merupakan amanah muktamar NU ke-33 di Jombang yang mengambil tema tentang Islam Nusantara dan Hasil Bahsul Masa’il Komisi Maudluiyyah PWNU Jatim tahun 2016 tentang Islam Nusantara dan gagasan besar Gus Yahya tentang Fikih Peradaban.

PBNU wajib mengakomodir setiap usaha warga NU apalagi para pengurus NU di setiap tingkatan kepengurusan untuk mengambil langkah-langkah strategis kewilayahan demi kemajuan Jam’iyyah Nu di wilayahnya masing-masing. Sikap PCNU Wonogiri tersebut sebagai bagian dari sikap khusus organisasi di wilayah sesuai dengan permasalahan kewilayahannya yang tidak bertentangan dengan kebijakan PBNU secara organisatoris.

Baca Juga

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Terkait dengan sikap PCNU Wonogiri terhadap penolakan ceramah habib di wilayahnya, dimungkinkan, menurut penulis, adanya potensi tergerusnya tradisi-tradisi Nusantara dan ajaran ke-NU-an serta, berdasarkan penuturan Ketua Tanfidziah Wonogiri, Kiai mubarok, dalam wawancara di sebuah Chanel Youtube, Adanya oknum habib di wilayah Wonogiri yang dalam setiap acara membawa logo-logo NU tetapi tidak pernah ada koordinasi dengan pengurus NU setempat. Bahkan terkesan tidak meng “ewongke” terhadap para pengurus NU.
Hal ini sangat serius, karena bisa berdampak terhadap tergesernya otoritas para kiai-kiai NU dan PCNU Wonogiri di hadapan warga NU sendiri oleh para habib di wilayah mereka. Selain itu, seperti yang sering kita perhatikan, para habib dalam ceramahnya nampak berusaha mempengaruhi dan menanamkan “belief and perception” dengan bernarasi memposisikan dirinya sebagai piramida sosial tertinggi dalam otoritas keagamaan dengan klaim sebagai cucu Nabi Muhammad Saw, padahal nasabnya tidak terbukti secara ilmiyah, baik secara pustaka maupun DNA.
Ada pula indikasi para oknum habib melakukan upaya memprogram pikiran dan keyakinan warga NU melalui pengasosiasian suatu kata atau frase umum (hipernim) yang tanpa disadari sedikit demi sedikit akan membentuk pikiran bawah sadar mereka, seperti frase “Haul Gersik” untuk habib Abu Bakar Assegaf. Padahal di Gersik ada banyak tokoh yang lebih berperan dalam menyebarkan islam seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang termasuk dalam walisongo. Implikasi linguistic dari Frase “Haul Gersik” lambat laun akan membawa dampak sosio-psikologis yaitu paradigma yang terbentuk di alam sadar warga NU akan posisi dan diferensiasi Habib Abu bakar Assegaf sebagai tokoh utama Kota Gersik yang dibangun melalui branding “Haul Gersik”. Jika ini dibiarkan sejarah ketokohan Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim akan terdegradasi dan sejarah lambat laun akan berubah, seolah islam baru masuk dan disebarkan oleh Habib Abu Bakar Assegaf.

Beberapa oknum habaib pula, berceramah tentang kronologi sejarah pendirian NU, dalam ceramah itu menerangkan tentang bahwa yang berperan dalam mendirikan NU adalah para habaib. Cara membangun brand semacam ini pula, di masa depan, akan berimplikasi sosio-psikologis warga NU terhadap sahnya kepemimpinan para habib dalam strata tertinggi puncak kepemimpinan NU. Ditambah adanya oknum habaib dalam majlis mereka yg diisi oleh jamaah NU “mendoktrin” jama’ah sedikit demi sedikit dengan mengatakan ajaran Nu yang sebenarnya adalah ajaran Mbah Hasyim Asy’ari, kemudian mereka memposisikan diri mereka sesuai dengan ajaran itu, lalu mengambil beberapa contoh nama tokoh-tokoh NU yang hari ini diproposisikan sebagi tidak sesuai dengan ajaran definitive dari Mbah Hasyim Asy’ari itu. Dalam teori branding artitechtur Ini disebut dengan membangun brand diri dan menghancurkan brand competitor. Secara tidak sadar (subliminal message) audiens akan terbawa sedikit demi sedikit untuk meyakini persepsi yang dibangun itu.

Contoh lain, ada oknum habib membranding diri sebagai tokoh NU sehingga banyak warga NU menjadi jama’ahnya, kemudian setelah ia menjadi referensi bagi warga NU, dengan terang-terangan mendoktrin jamaah agar tidak merestui anaknya masuk sebagai anggota Ansor dan Banser serta mencela Islam Nusantara yang menjadi program PBNU.

Hal-hal lain mungkin saja menjadi pertimbangan PCNU Wonogiri dalam keputusannya itu. Misalnya, adanya oknum habib yang merubah nasab para pejuang Nusantara sebagai berasal dari golongan habib, seperti nasab KRT Sumodiningrat yg wafat dalam perang Jogja 1811 yang di aliaskan oleh seorang oknum habib sebagai Habib Hasan bin Toha bin Yahya. Tidak hanya itu, kemudian membuat makam palsu untuk KRT Sumodiningrat di Semarang, padahal ia dimakamkan, sejak meninggalnya, di Jejeran, Plered, Jogjakarta. Kasus KRT Sumodiningrat ini adalah satu yang yang penulis sebutkan dari puluhan makam tokoh-tokoh Nusantara yang nasabnya di belokan. Jika ini tidak mendapat perhatian dari semua pihak, sejarah Islam di Indonesia, bahkan sejarah NU di masa depan akan berubah. Mereka yang sebenarnya berjasa kemungkinan besar akan dilupakan dan akan tergantikan tokoh-tokoh yang diciptakan dalam kedustaan.

Penulis: Imaduddin Utsman al-Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Makna Simbolik Bismillah

Next Post

Nasab Ba Alawi Rungkad Terbongkar Palsu

Related Posts

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

29 Juli 2026
61

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
53

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
109

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
221

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
158

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
122

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
112

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
130

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
142

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
94
Next Post

Nasab Ba Alawi Rungkad Terbongkar Palsu

Paling Banyak Dilihat

Berita

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

by Admin
29 Juli 2026
61

Buku ini berjudul lengkap: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia (Kronik Dialektika Ilmiyah Terbongkarnya Kepalsuan Nasab Habaib Kepada Nabi Muhammad...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25