• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Ulama Kisah

Ini Ba Alawi Asli Dari Yaman

by Admin
9 Desember 2023
in Kisah, Manuskrip, Opini, Pesantren, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banu Alawi adalah keluarga terhormat (syarif) di Yaman. Sejarawan menyebut “Syarif” untuk keluarga Banu Alawi bukan karena ia keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi karena memang mereka adalah keturunan Kahlan bin Saba yang merupakan penguasa Hadramaut dari Dinasti Qahtan. Kahlan sendiri adalah saudara kandung dari Himyar bin Saba.

Keluarga Banu Alawi dinisbahkan kepada Alawi bin Ayan (Alyan dalam riwayat lain). Hal ini, seperti diriwayatkan oleh sejarawan Yaman, al-Hamadani (w. 344 H.) dalam kitabnya “Al-Iklil fi Akhbaril Yaman wa Ansabi Himyar” (kitab al-Iklil memuat kisah-kisah Negara Yaman dan nasab Himyar). Demikian juga disebut dalam kitab “Jamharat Ansabil Arab” (kitab kumpulan nasab orang Arab) karya Ibnu Hazm (w. 456 H.)
Al-Hamadani berkata:

فهؤلاء بنو علوي بن عيان وقد قلوا في ديار همدان، ولم يبق منهم إلا بيت آل عاصم وآل روشا وآل حكيم أبيات صغار. ومن أشراف بني علوي شريح بن مالك، ولا أدري إلى أي هذه البطون هو. وقد يقول بعض علام أرحب: إن علوي صغّر وكبّر. يقولون: أولد علوي بن عليان بن علوي، فأولد عليان بن علوي علوي الأصغر ومنه انتشرت بنو علوي انقضت بنو علوي. (الاكليل: 36)

Perhatikan kalimat “Wamin asyarfi bani alawi..” (dan sebagaian dari syarif-syarif bani alawi). Bani alawi sejak dulu disebut “Asyraf”, bukan karena ia keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi karena mereka adalah orang-orang yang terhormat atau karena mereka keturunan Kahlan dari Bani Qohton yang menguasai Hadramaut di abad ke-4 sebelum Islam.

Baca Juga

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Alawi bin Ayan ini, hidup satu masa dengan leluhur Nabi Muhammad Saw: Qusay bin Kilab. Nantinya, keturunan Alawi bin Ayan ini disebut Banu Alawi, dan banyak melahirkan tokoh-tokoh besar dalam perjuangan Islam dan dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang Ilmu Hadits.

Ibnu Hazm menyebut, keturunan Banu Alawi yang popular diantaranya adalah Yazid bin Qais, yang menjadi “Sohibu syurthah” (Kepala Polisi) di masa Sayyidina Ali Ra (lihat Jamharat Ansabil Arab, halaman 896). Al-Hamadani, menyebut Yazid bin Qais ini sebagaimana di sebut Ibnu Hazm, kecuali itu, al-Hamadani pula menyebut bahwa Qais ini juga diangkat Ali sebagai penguasa Asfihan (lihat al-Iklil, halaman 35).

Nama lain yang popular dari keluarga Banu Alawi adalah Amr bin Salmah. Al-Hamadani menyebutnya sebagai “Syarifan nabihan dzahinan kaliman” (Seorang syarif yang cerdas, penghapal yang kuat, dan ahli bicara). Ia termasuk orang dekat Sayidina Ali. Ketika Hasan bin Ali mengadakan perdamaian dengan Muawiyah, Amr bin Salmah diutus Hasan bersama Muhammad bin al-Asy’ats untuk menemui Muawiyah.

Muawiyah sangat kagum kepada Amr akan kelantangan dan kefasihannya dalam bicara, juga akan kecerdasannya. Muawiyah bertanya kepada Amr: Apakah engkau dari keluarga Mudhar? Amr menjawab “Ana Amr bin Salmah al-Hamadani al-Arhabi al-Alawi” (Aku adalah Amr bin Salmah dari Hamadan, kemudian dari Arhab, kemudian dari Banu Alawi) (lihat al-Iklil halaman 36). Hamadan dan Arhab adalah dua buah Kota Yaman.

Di antara keluarga Banu Alawi juga dikenal sebagai para perawi hadits. Diantara para perawi hadits dari keluarga Banu Alawi, seperti yang disebut oleh Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitab “al-Tahdzib”, adalah Amr bin Salmah di atas. Selain disebut al-Asqolani, Amr bin Salmah, disebut juga oleh Abi Hatim al-Razi dalam kitabnya “Al-jarhu Wat Ta’dil”, disebut pula oleh Imam Adzahabi dalam kitab “Siyaru A’lamin Nubala” dan al-Khatib al-Bagdadi dalam “Tarikh Bagdad” . Selain dari Amr bin Salmah, perawi hadis dari keluarga Banu Alawi adalah Amr bin Yahya, ia adalah salah satu guru dari Ibnu Abi Syaibah.

Demikian kisah tentang keluarga Banu Alawi di Yaman yang dicatat oleh ulama abad ke-4 Hijriah. Pertanyaanya, apakah Syarif Abul Jadid (w. 620 H.), seorang ahli hadits yang disebut kitab al-Suluk di abad ke-8 sebagai keluarga Ba Alawi, Asyraf dari Hadramaut, itu adalah merupakan Banu Alawi yang disebut al-Hamadani di abad empat itu?

Jika benar Syarif Abul Jadid adalah Banu Alawi tersebut, maka ia bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw. Lalu apakah keluarga para habib itu adalah Banu Alawi tersebut? Kemungkinannya sangat kecil, kenapa? Karena keluarga para habib itu datang ke Hadramaut diperkirakan baru abad ke-7 hijriyah, yaitu mulai dari Fakih Muqoddam atau ayahnya (bukan seperti yang terdapat dalam kitab-kitab para habib yang katanya hijrah di abad ke-4 hijriah.

Kemungkinan besar, kitab al-Suluk ketika menyambungkan nasab Syarif Abul jadid kepada Ahmad bin Isa adalah suatu kekeliruan riwayat. Atau, hanya ditambahkan oleh penyalin kitab tersebut di abad ke-9, sementara al-Janadi, pengarang kitab al-Suluk tidak menyebutkannya. Hal itu sangat memungkinkan, karena al-Janadi sendirian dalam meriwayatkan hal tersebut. Tidak ada kitab yang semasa atau sebelum al-Janadi yang menyambungkan nasab Syarif Abul jadid kepada Ahmad bin Isa.

Kata Gus Rumail, kalimat “Syarif” itu menunjukan bahwa ia merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw. Realitasnya, kalimat “Syarif” atau “Asyraf” dalam tradisi penulisan kitab sejarah, tidak melulu menunjukan ia keturunan Nabi Muhammad Saw, seperti kutipan yang penulis kutip dari kitab “al-Iklil” di atas, bahwa Banu Alawi di Yaman adalah keturunan Kahlan dari Bani Qohton, penguasa Hadramaut sebelum Islam.

Penulis: Imaduddin Utsman al-Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Apakah Tulisan Dr. KH. Fahrur Rozi Mampu Mengakhiri Polemik Nasab Ba Alawi?

Next Post

Penyematan “Syarif/Sayyid” Pasti Menunjukkan Status “Keturunan Rasulullah SAW”? 

Related Posts

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
86

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
36

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
214

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
221

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
72

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
179

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
534

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
105

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
95

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
116
Next Post

Penyematan “Syarif/Sayyid” Pasti Menunjukkan Status “Keturunan Rasulullah SAW”? 

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
7

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25