• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Tujuh Bahaya Bagi Para Pembela Pencangkok Nasab Nabi

by Admin
4 Juni 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Pesantren, Pustaka, Sejarah, Tokoh, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

Nasab Klan ba’alwi sudah mutlak batal. Bukan hanya berdasar kajian ilmu nasab dan ilmu sejarah, tes DNA-pun telah membuktikan bahwa Ba’alwi bukan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Umat Islam begembira menyambut berita itu. Gunung, sungai dan lautan, tersenyum simpul menyambut kebenaran. Burung-burung bernyanyi riang di atas dahan. Kupu-kupu berkumpul di atas bunga-bungaan. Bulan dan bintang-bintang bermarhaban. Awan-awan menangis terharu penuh kebahagiaan. Matahari semakin terang memancarkan cahayanya.

Penduduk-penduduk dari peloksok-peloksok desa yang asri dengan pepohonan dan sawah-sawah membentang; sampai kota-kota dengan gedung-gedung tinggi menjulang, mungkin semuanya telah menyadari bahwa Ba’alwi bukanlah keturunan Nabi. Bukti telah menjadi saksi. Mufti telah baerfatwa pasti, mereka hanya pencangkok nasab Nabi.

Bersamaan dengan semua itu, di bawah ini beberapa bahaya yang menimpa mereka yang masih membela pencangkok nasab Nabi:

1. Pembela pencangkok nasab Nabi berdosa karena melawan perintah Allah SWT agar tidak mengikuti sesuatu tanpa adanya pengetahuan tentangnya. Dari mulai pencangkokan Ubaid sebagai anak Ahmad bin Isa di abad kelima sampai abad kedelapan tidak ada satu kitabpun yang menyatakan bahwa Ubaid adalah anak Ahmad bin Isa. meyakini Ubaid sebagai anak Ahmad bin Isa berdasarkan tulisan yang mulai diciptakan pada abad ke-9 sedangkan Ubaid hidup di abad ke-4 adalah merupakan bukti mengikuti pendapat tanpa adanya ilmu. Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿الإسراء:36 ﴾

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (Al Isra: 36).

2. Pembela pencangkok nasab Nabi termasuk orang yang merendahkan Nabi Muhammad SAW. Imam Ibnu Hajar al-Haitami al-berkata:

ينبغي لكل احد ان يكون له غيرة في هذا النسب الشريف وضبطه حتى لا ينتسب اليه صلى الله عليه وسلم احد الا بحق (الصواعق المحرقة:2/537 (

“Seyogyanya bagi setiap orang mempunyai kecemburuan terhadap nasab mulia Nabi Muhammad s.a.w. dan mendhobitnya (memeriksanya) sehingga seseorang tidak menisbahkan diri kepada (nasab) Nabi Muhammad s.a.w. kecual dengan sebenarnya. (Ash-Showa’iq al Muhriqoh: 2/537)”

3. Keturunan Nabi Muhammad Saw akan senatiasa ada sampai hari kiamat. Imam Mahdi akan berasal dari keturunannya. Menurut Syi’ah, ia berasal dari keturunan Husain melalui Musa al-kadzim, dan ia telah lahir lalu menghilang, dan akan kembali muncul di akhir zaman. Menurut Sunni, ia belum lahir. Ia kan lahir dari keturunan Nabi Muhammad SAW entah dari keturunan yang mana. Yang jelas, ia berasal dari keturunan asli bukan hanya mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tanpa bukti. Maka para pendukung pencangkok nasab Nabi sama saja membiarkan kelak adanya orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi, padahal nasabnya kepada Nabi Muhammad Saw adalah palsu.

4. Jika yang membela dan mempercayai para pencangkok nasab adalah seorang pengasuh pesantren, maka para santrinya kelak akan menjadi target para pencangkok untuk di peras, karena para pencangkok mengetahui bahwa kiainya adalah salah satu mukibbin yang mempercayai mereka sebagai keturunan Nabi.

5. Para santri dari kiai yang membela dan mempercayai pencangkok nasab akan menjadi santri yang tidak punya kemandirian dalam berfikir. Kecerdasannya akan dibatasi oleh bayang-bayang ancaman gurunya bahwa santri yang tidak mempercayai para pencangkok nasab maka ilmunya tida akan barokah dan sanadnya putus. Akhirnya ia akan menjadi santri yang terjajah dalam pemikiran dan perasaan. Ia tidak akan pernah mendapatkan hakikat kebenaran berdasarkan ilmu pengetahuan yang ia miliki.

6. Jika yang mempercayai para pencangkok nasab adalah para pengusaha dan pejabat, maka ia akan menjadi ladang pemerasan dengan kamuflase barokah usaha atau jabatan yang akan ia dapatkan. Padahal jabatan dan kemajuan usahanya selama ini adalah karena nikmat yang Allah berikan berdasarkan kerja kerasnya bukan karena ia mempercayai para pencangkok nasab itu.

7. Jika yang mempercayai para pencangkok nasab itu adalah orang awam, maka ia akan dijadikan pengikut dan pecintanya selamanya. Para pengikut dan pecinta hanya akan dimanfaatkan oleh para pencangkok nasab untuk memperlihatkan kepada orang lain bahwa ia mempunyai kemuliaan dengan banyaknya pengikut dan pecinta yang menjadi jama’ahnya. Selamanya jama’ahnya tersebut hanya didoktrin untuk terus mencintainya dan tidak diajarkan untuk menjadi lebih mulia dari dirinya.

Demikian tujuh bahaya bagi para pembela pencangkok nasab Nabi.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Katanya Bahar Sumet Sedang Membuat Kitab Antitesis

Next Post

Ini Surat Dan Pertanyaan Kiai Imaduddin Kepada RA Dan Ustadz Taufik Segaf

Related Posts

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
80

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
53

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

4 Juni 2026
59

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
53

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

31 Mei 2026
245

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
296

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

21 Mei 2026
211

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
158

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
232

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
700
Next Post

Ini Surat Dan Pertanyaan Kiai Imaduddin Kepada RA Dan Ustadz Taufik Segaf

Paling Banyak Dilihat

Opini

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

by Admin
18 Juni 2026
31

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang) Pemilihan judul pengantar ini, saya merasakan memikul...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25