• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Pak Muhdor Tanggul (Diam Lebih Baik Daripada Berbicara Menampakan Kebodohan)

by Admin
29 Juni 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Opini, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pak Muhdor dengan berapi-api berpidato di hadapan awam. Rupanya ia sangat kesal sekali dengan penulis. Ia instruksikan kepada gerombolannya untuk menolak penulis di beberapa daerah yang ia sebutkan. mungkin menurutnya daerah daerah itulah yang menjadi basis fans-nya. Dia tidak tahu, bahwa daerah-daerah yang disebutkannya itulah sebenarnya tempat bercokolnya para pionir-pionir dan tokoh-tokoh yang pertama memunculkan wacana “habaib bukan cucu Nabi’.

Daerah-daerah yang disebutkannya itulah, para kiai dan tokohnya banyak yang mengunjungi penulis atau mengundang penulis untuk suatu acara. itu membuktikan, bahwa sebenarnya secara sosio-antropologis, keberadaan ba’lawi di suatu daerah memunculkan masalah-masalah kemasarakatan yang unik. Bahkan ada seorang tokoh Jember yang menghadiahkan penulis tiket haji khusus untuk tahun depan, mungkin sebagai tanda terimakasih atas kajian penulis akan terputusnya nasab habaib di Indonesia.

Provokasi yang Pak Muhdor lakukan dalam pidato itu, bisa dianggap oleh pribumi Indonesia sebagai arogansi warga keturunan pendatang terhadap warga pribumi asli Indonesia. ini yang harus dihindari. Tentang kajian ilmiyah terputusnya nasab habib yang penulis sampaikan, itu bisa dijawab dengan kajian ilmiyah pula. Dan dari semua jawaban, baik berupa kitab berbahasa Arab atau buku yang berbahasa Indonesia, semuanya terbukti tidak bisa membawa dalil-dalil yang menjawab keterputusan nasab Ba’alwi itu.

Dalam pidato itu Pak Muhdor dengan jumawa membawa sebuah kitab yang katanya abad ke-4 Hijriah. Dengan itu ia mengatakan bahwa kitab itu adalah dalil yang kuat untuk menjawab keterputusan nasab Ba’alwi.

Baca Juga

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

Namun sayang, kitab yang dibawa dan dibaca dengan cara baca yang di bawah standar kiai Indonesia itu ternyata adalah kitab “Abnaul Imam”. Rupanya Pak Muhdor ketinggalan kereta. Kitab Abnaul Imam adalah kitab yang sudah lama dibahas oleh penulis. dan terbukti kitab itu kitab palsu. kitab itu dicetak tidak sesuai manuskrip aslinya. Dan hal itu telah diakui oleh muhaqqiqnya yaitu Yusuf Jamalullail.

Oleh karena itu, sungguh sangat disayangkan, orang yang dianggap jama’ahnya sebagai ulama, ternyata tidak mempunyai wawasan yang dalam tentang kitab-kitab kuning terutama kitab tentang nasabnya sendiri. nasab yang selama ini diyakini dan dibanggkan serta digembar-gemborkan di hadapan khalayak umum itu, ternyata tidak berbasis pengetahuan dan data dari para pengasongnya, contohnya Pak Muhdor ini.

Selain kebodohannya tentang kitab Abna’ul Imam ini, Pak Muhdor juga telah menampakan kebodohan beberapa waktu lalu dengan menyebutkan bahwa para Imam Madzhab yang empat: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, tidak menolak nasab Ba’lawi. Ini adalah sebuah pernyataan yang jauh dari ilmiyah. Bagaimana mereka menolak nasab Ba’lawi, sedangkan Imam Abu Hanifah contohnya, ia wafat tahun 150 H? Bagaimana orang yang wafat tahun 150 H bisa menerima atau menolak nasab Ubed yang wafat tahun 838 H?

Penulis, sangat menghargai kebijakan Ustad Taufik Segaf tentang instruksinya kepada Ba’lawi agar tidak menjawab tesis penulis dengan sembarangan. karena memang menjawab sebuah tesis ilmiyah memerlukan sebuah penalaran yang paripurna dan ketelitian yang sempurna. Jika setelah mengadakan kajian kemudian hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan memang “diam” adalah jalan terbaik. walaupun mengakui nasabnya batal itu lebih baik untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Jadi, penulis menyayangkan adanya provokasi Pak Muhdor Tanggul agar fansnya mengadakan gerakan menolak para kiai dan ulama yang setuju dengan kajian tesis penulis. Penulis mengharapkan, aparat keamanan menindak tegas oknum radikal semacam Pak Muhdor Tanggul ini, karena hal itu akan mencederai keharmonisan, kerukunan dan kedamaian warga negara, sekaligus mengancam keamanan dan ketertiban negara.

Khusus tentang usaha Pak Muhdor yang berusaha menjawab tesis penulis dengan kitab kuning itu, penulis acungkan jempol. Namun, sebelum jawaban itu disampaikan ke hadapan publik, sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan orang alim di kalangan Ba’lawi, sehingga tidak tampak memalukan seperti itu: menjawab dengan berapi-api namun dengan kitab semacam kitab “Abnaul Imam” yang terbukti palsu.

Dalam kesempatan ini pula, penulis sampaikan, khusus untuk Pak Muhdor Tanggul, jika sudah dirasa mampu untuk menjawab tesis penulis, maka penulis tantang Pak Muhdor untuk berani berhadapan langsung dengan penulis untuk mengadu data tentang terputusnya nasab Ba’lawi ini.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Laporan Kepada K.H. Afifuddin Muhajir Tentang Kepalsuan Kitab Arraudul Jali

Next Post

Mata Sigmund Freud Melihat Kelakuan Habib dan Budak-Budaknya: Projection

Related Posts

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
114

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
28

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
199

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

29 Juli 2026
146

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
60

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
130

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
245

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
169

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
129

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
119
Next Post

Mata Sigmund Freud Melihat Kelakuan Habib dan Budak-Budaknya: Projection

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

by Admin
2 Agustus 2026
114

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin Utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.6k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25