• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Sejarah

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

by Admin
25 Desember 2025
in Sejarah, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Agaknya Itulah ungkapan yang pantas di berikan untuk nasab dan sejarah klan Ba’alwi. Zaman kini telah bosan tak memberinya celah untuk mengulur waktu lagi. Kasih tak mau lagi mencurah untuk membiarkannya berdusta lagi. Seakan semua mata hanya menatap penuh curiga: alasan apalagi yang hendak kau sampaikan. Seakan semua kesempatan telah menutup tirainya: tiada lagi waktu yang akan aku berikan. Bilakah angin kan berhenti membawa kabar kebenaran; bilakah matahari tetap bersembunyi di balik malam; agar anak-anak bodoh kan tetap dalam genggaman; Dan kedunguan kan tetap menjadi pijakan. Agaknya semua telah sampai pada ujungnya.

Usaha Rumail Abbas untuk membela Baalwi dalam kasus bahwa “nasab lebih mulia dari ilmu”, atas nama Ibnu Hajar, kandas. Kutipan Zen bin Sumet dalam kitabnya Al-Manhajussawi, yang menyatakan bahwa Ibnu Hajar mengunggulkan nasab dari pada ilmu, terbukti palsu.

Kronologis cerita ini: saya menyatakan ajaran bahwa nasab lebih mulia dari ilmu itu adalah murni ajaran Baalwi, tidak ada ulama lain yang mempunyai pendapat seperti klan Baalwi tersebut. Saya membantah Ustad Ajir Ubaidillah, dan sebelumnya Ustad Idrus Ramli, yang menyatakan bahwa Imam Al-Sindi dan Ibnu hajar menyatakan pendapat seperti klan Baalwi: nasab lebih mulia dari ilmu. Adanya berita bahwa Imam Al-Sindi dan Ibnu Hajar mengatakan itu adalah berita hoak yang terdapat dalam kitab Al-Manhajussawi karya Zen bin Sumet. Imam Al-Sindi dan Ibnu hajar tidak pernah menyatakannya. Lalu Rumail membantahnya, kemudian saya menantang Rumail Abbas untuk membawakan kitab Imam Al-Sindi dan Ibnu Hajar yang menyatakan seperti apa yang dikutip Zen bin Sumet. Tetapi Rumail tidak mampu.

Rumail tidak mampu membawakan kutipan asli Imam Al-Sindi dari kitab Imam Al-Sindi sendiri bahwa “Seorang Syarif yang bodoh lebih mulia dari 70 puluh ulama”. Bahkan, bisa jadi kutipan Imam Al-Sindi itu tak pernah dikutip oleh ulama lain selain dari klan Baalwi. Sampai saat ini, hanya kitab Zen bin Sumet dan klan Baalwi lainnya yang memuat kedustaan itu. Tentang kutipan Ibnu Hajar yang mengunggulkan nasab, Rumail juga tidak mampu membuktikan bahwa itu betul-betul ucapan Ibnu Hajar. Itu hanyalah ucapan Baalwi yang berdusta atas nama Ibnu Hajar.

Baca Juga

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Sebelas Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

Lalu Rumail membawakan sebuah kitab yang berjudul Waridatul Gaib karya Syekh Muhammad Mahdi Bahauddin bin Ali Al-Rawas Al-Rifa’I (w.1870 H.). Dalam kitab itu, kutipan yang sama tentang ucapan Ibnu Hajar ditemukan. Dengan itu Rumail Abbas berhujjah bahwa sebelum Zen bin Sumet yang sekarang masih hidup, tahun 1870 Masehi sudah ada ulama yang mengutip itu namanya Syekh Mahdi dari klan Al-Rifa’i. Berarti, kata Rumail, tesis yang menyatakan keunggulan nasab dari pada ilmu, bukan khas ajaran klan Baalwi, karena ternyata ada ulama yang bukan klan Baalwi pun mengutip pendapat Ibnu hajar itu. Rumail merasa mendapatkan angin.

Saya mengatakan: tidak bisa pendapat Ibnu Hajar di di dalam kitab orang lain disebut sahih sebagai pendapat Ibnu Hajar, sementara dalam kitabnya tidak ditemukan. Di tambah justru yang ditemukan dalam kitab Ibnu Hajar pendapatnya bertentangan dengan kutipan itu. Ibnu Hajar lebih mengunggulkan ilmu daripada nasab. Bagi Ibnu Hajar seorang perempuan anak ulama lebih mulia daripada seorang anak laki-laki dari syarif yang bodoh (lihat Al Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra halaman 101 juz 4 ). Jelas apa yang dilakukan klan Baalwi yang menyatakan bahwa Ibnu Hajar lebih mengunggulkan nasab daripada ilmu adalah sebuah pencatutan yang memalukan.

Kendati demikian, saya belum menemukan kitab tua Baalwi yang mengutip kutipan Ibnu Hajar itu. Sehingga kemungkinan yang berdusta bukan klan Baalwi tetapi Syekh Mahdi al-Rifa’I sangat kuat. Tetapi kebenaran selalu mempunyai jalannya sendiri. Doktor Muhammad Abu Bakar Badzib dalam tulisan yang ditemukan Gus Aziz Jazuli membocorkan rahasia bahwa kutipan tentang Ibnu Hajar itu telah ada dalam kitab-kitab tua Baalwi mulai abad ke 12 Hijriyah. Dari situ jelas bahwa Syekh Mahdi al-Rifa’I bukan orang pertama yang mengutip itu dengan dusta, tetapi ia hanya mengutip dari kitab-kitab Baalwi abad 12 Hijriah.

Kitab-kitab Baalwi yang memuat kutipan palsu Ibnu Hajar itu terdapat dalam kitab Iqdul Jawahir karya seorang Baalwi yang Bernama Abdurrahman bin mushtofa alidrus (w.1192) lihat halaman 291 dari kitab tersebut. Selain kitab Iqdul Jawahir dari abad 12 Hijriah, kutipan palsu Ibnu Hajar itu juga terdapat dalam kitab yang ditulis abad 13 Hijriah yaitu kitab Al-Qaulul Waf karya Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah Alhadad (w. 1232 H.) lihat halaman 61 dari kitab tersebut. Dengan ini, runtuhlah tesis Rumail bahwa kutipan palsu Ibnu Hajar itu pertama kali ditemukan di dalam kitab non Baalwi, karena ternyata kutipan palsu tentang bahwa nasab lebih mulia dari ilmu itu bukan berasal dari non Baalwi tetapi memang betul-betul hanya berasal dari kaum Baalwi.

Sekarang, akankah Rumail, Ajir, Idrus Ramli akan sadar, atau akan terus berada di tempat yang salah?

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

ShareTweetShare
Previous Post

Mbah Hasyim Tidak Mempunyai Guru Ahmad Bin Hasan Al-Athas Ba’Alwi: Untuk Rumail Abbas

Next Post

Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967)

Related Posts

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
26

Sebelas Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

22 Januari 2026
24

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

18 Januari 2026
109

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
115

الحمض النووي يجوز استخدامه لنفي النسب ولا يجوز لإثباته

13 Januari 2026
42

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Al-Jawi Asy-Syafi’i Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

10 Januari 2026
165

PERAN PENTING SYEKH USMAN BIN YAHYA BAALWI DALAM MEMBANTU PENJAJAH BELANDA

5 Januari 2026
130

KISAH KLAN HABIB BA’ALWI MENJADI TEMAN DAN ANTEK PENJAJAH BELANDA MENURUT L.W.C. VAN DEN BERG

3 Januari 2026
249

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
379

Koreksi Terhadap Narasi Historiografis Falatehan Sebagai Pimpinan Banten dan Alias M. Hasanudin

23 November 2025
87
Next Post

Fase Akhir Bung Karno dan Kedekatannya dengan Ulama NU (1960–1967)

Paling Banyak Dilihat

Berita

ABUYA MUHTADI TEGASKAN: “GAK ADA HABIB YANG CUCU NABI”

by Admin
23 Januari 2026
3

Cidahu, Pandeglang – Dalam sebuah video yang ditayangkan oleh Arah 9 Channel, pada 20 Januari 2026, tampak Abuya Muhtadi menerima...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

ABUYA MUHTADI TEGASKAN: “GAK ADA HABIB YANG CUCU NABI”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Sebelas Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

21 Januri 2026 Jagat Tangerang Akan Gelar Haul Akbar ke-345 Raden Aria Wangsakara Sang Pahlawan Nasional

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.7k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.1k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25