• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Menuju Muktamar NU 2026: “PBNU Terbebas Doktrin Ba’alwi”

by Admin
3 Maret 2026
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Wajah Nahdlatul Ulama (NU) hari ini tengah mengalami guncangan diskursus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika selama puluhan tahun hubungan antara kiai-kiai NU dan kaum Ba’alwi (Habaib) dianggap sebagai relasi “Habib dan Mukibin” yang tak terpisahkan, kini arus balik dari akar rumput justru menyuarakan hal sebaliknya. Muncul aspirasi kuat agar kepengurusan PBNU di masa mendatang benar-benar “steril” dari dominasi doktrin dan pengaruh struktural kaum Ba’alwi.

Warga Nahdiyyin kini di hadapkan dalam ​gugatan sejarah dan kembalinya Marwah 1926. ​Salah satu argumen paling tajam yang muncul dari kalangan Nahdliyin kultural adalah refleksi sejarah berdirinya jam’iyyah. Saat KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri mendirikan NU pada tahun 1926, organisasi ini murni dipelopori oleh kiai-kiai pribumi sebagai benteng Aswaja Nusantara.

​Fakta sejarah bahwa kaum Ba’alwi baru mendirikan Rabithah Alawiyah pada tahun 1928—dua tahun setelah NU berdiri—kini digunakan sebagai alat legitimasi bahwa NU sejak lahir adalah milik “Pribumi”. Gerakan ini memandang bahwa NU tidak memiliki “hutang sejarah” terhadap organisasi nasab tersebut, sehingga tidak ada kewajiban bagi NU untuk memberikan panggung struktural istimewa kepada mereka.

​Fenomena Kiai Imaduddin dalam diskursus sains melawan mitos menjadi katalisator utama. Meskipun ia “hanya” menjabat sebagai anggota Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, dukungan terhadapnya di tingkat akar rumput melampaui popularitas elit Tanfidziyah. Tesisnya yang menggugat keabsahan nasab Ba’alwi melalui pendekatan kritis historis dan data DNA telah mengubah pola pikir santri.

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

​Bagi banyak kiai di desa, gerakan Kiai Imad bukan sebuah kebencian, melainkan upaya “pembersihan sejarah”. Mereka lelah dengan oknum yang dianggap menjual narasi nasab untuk mendapatkan materi, penghormatan berlebih, atau pengaruh politik di dalam NU, sementara kiai-kiai yang berdarah-darah membina umat justru terpinggirkan.

​Sentimen ini semakin menguat seiring dengan munculnya pesimisme terhadap pengurus PBNU saat ini. Isu penerimaan konsesi tambang dan kedekatan elit organisasi dengan kekuasaan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap jati diri NU sebagai organisasi kerakyatan.

Akar rumput melihat adanya korelasi antara sikap “diamnya” PBNU terhadap isu-isu keadilan sosial dengan masih kuatnya pengaruh “feodalisme spiritual” di lingkaran elit. Keinginan untuk membebaskan PBNU dari “doktrin Ba’alwi” dipandang sebagai langkah awal untuk memerdekakan NU dari segala bentuk sandera kepentingan, baik kepentingan nasab maupun kepentingan materi.

​Wacana “Pribumisasi NU” diperkirakan akan menjadi isu sentral dalam Muktamar mendatang. Aspirasi yang berkembang menuntut agar syarat menjadi pengurus PBNU ditekankan pada ​sanad keilmuan Nusantara dan mengutamakan mereka yang tumbuh dari rahim pesantren lokal. Ditambah dengan ia yang memiliki​loyalitas tunggal terhadap NU dan menghindari tokoh yang memiliki loyalitas ganda terhadap organisasi nasab di luar NU.

Selain itu ditekankan faktor ​Integritas Intelektual dengan memimpin berdasarkan data dan ilmu, bukan berdasarkan klaim kemuliaan darah.
​
​NU berada di persimpangan jalan. Gerakan “PBNU Tanpa Ba’alwi” bukan sekadar isu rasisme atau kebencian personal, melainkan upaya redefinisi identitas. Apakah NU akan kembali ke Khittah 1926 sebagai organisasi kiai pribumi yang mandiri, atau tetap terjebak dalam pusaran konflik nasab yang melemahkan energi organisasi?

​Satu hal yang pasti, suara dari “bawah” tidak lagi bisa dibungkam dengan sekadar dawuh kepatuhan. Mereka menuntut NU yang ilmiah, transparan, dan benar-benar milik rakyat Indonesia.

​Oleh: Didin Syahbudin

ShareTweetShare
Previous Post

MELEPAS BAHAR SMITH POLRES METRO TANGERANG KOTA ADA APA?

Next Post

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan Serang Banten

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
47

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
62

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
132

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
30

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
74

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
126

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
58

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
250

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
239

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
82
Next Post

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan Serang Banten

Paling Banyak Dilihat

Berita

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

by Admin
5 Juni 2026
27

بقلم عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي (رئيس لجنة الفتوى في مجلس علماء اندونيسيا في محافظة بنتن)کتاب الروض الجلي في...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25