• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

by Admin
21 Maret 2026
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

Idul Fitri bukan hanya tentang makan makanan enak di hari Lebaran setelah sebulan menahan lapar. Ia adalah momentum langka di mana pintu maaf terbuka lebar, hati dilunakkan, dan ego seolah “dipaksa” turun satu level. Di momen ini, ada satu kelompok yang sejatinya paling beruntung: mereka yang benar-benar saling memaafkan dengan tulus.

Secara syar’i, Islam menempatkan memaafkan pada posisi yang sangat tinggi. Dalam Al-Qur’an, Allah memuji orang-orang yang mampu menahan amarah dan memberi maaf, bahkan ketika mereka punya alasan untuk marah. Lebih dari itu, ada prinsip penting: dosa kepada sesama manusia tidak akan selesai hanya dengan ibadah, sampai urusan itu dibereskan langsung dengan orang yang bersangkutan.

Artinya, orang yang mau merendahkan hati untuk meminta maaf dan yang lapang dada untuk memberi maaf sebenarnya sedang menyelamatkan dirinya sendiri. Ia tidak membawa “utang batin” ke hadapan Allah. Ia pulang ke fitrah dengan lebih ringan.

Rasulullah ﷺ juga memberi isyarat kuat bahwa kemuliaan seseorang bukan terletak pada siapa yang paling benar, tapi siapa yang paling mudah memaafkan. Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa memaafkan tidak akan mengurangi kehormatan seseorang, justru meninggikannya. Jadi kalau ada yang masih gengsi minta maaf duluan, mungkin dia belum sadar: yang cepat memaafkan itu bukan kalah, tapi naik kelas.

Dari sisi sosial, dampaknya juga tidak main-main. Tradisi maaf-maafan di Hari Raya sebenarnya adalah “reset massal” hubungan manusia. Bayangkan, dalam satu hari, jutaan orang berusaha memperbaiki relasi keluarga yang renggang jadi hangat, teman yang lama diam kembali sapa, bahkan yang sempat bermusuhan mulai membuka ruang yang damai.

Ini bukan sekadar budaya, tapi mekanisme sosial yang menjaga keharmonisan masyarakat. Tanpa momen seperti ini, banyak konflik kecil bisa menumpuk jadi besar. Dendam yang tidak selesai bisa diwariskan, hubungan rusak bisa jadi permanen. Tapi dengan adanya Idul Fitri, semua diberi kesempatan untuk memulai ulang.

Yang menarik, keberuntungan ini tidak dibatasi usia. Anak muda yang berani meminta maaf sedang melatih kedewasaan sejak dini. Orang dewasa yang mau mengalah sedang menjaga keutuhan hubungan. Dan yang lebih tua, ketika memaafkan dengan tulus, sedang memberi contoh nyata tentang kebijaksanaan hidup.

Di titik ini, semua setara. Tidak ada yang lebih tinggi karena jabatan, atau lebih benar karena usia. Semua sama-sama hamba yang pernah salah, dan sama-sama butuh maaf. Ketika niatnya lurus, maaf yang diberikan pun jadi bernilai ibadah, bukan sekadar basa-basi.

Namun perlu jujur juga: tidak semua orang mampu sampai di level ini. Ada yang masih terjebak ego, ada yang menyimpan luka terlalu dalam, ada juga yang menjadikan maaf hanya sebagai formalitas tahunan. Di sinilah letak bedanya, yang benar-benar memaafkan itu langka, dan karena itulah mereka istimewa.

Maka, orang yang memanfaatkan Idul Fitri untuk benar-benar berdamai dengan orang lain dan dengan dirinya sendiri adalah orang yang beruntung. Ia tidak hanya merayakan hari kemenangan, tapi benar-benar meraih kemenangan itu.

Karena pada akhirnya, Lebaran bukan soal siapa yang paling meriah merayakan. Tapi siapa yang paling ringan hatinya saat pulang tanpa dendam, tanpa beban, dan penuh keikhlasan.

Oleh: Didin Syahbudin

ShareTweetShare
Previous Post

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Next Post

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

Related Posts

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
38

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
149

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
60

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
61

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
246

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
128

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
140

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
511

Mendiagnosa NU

4 September 2026
54

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
216
Next Post

Setelah Ramadan dan Idul Fitri: Menjaga Jejak Kebaikan dan Menyambung Rantai Istiqamah

Paling Banyak Dilihat

Opini

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

by Admin
14 Oktober 2026
38

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang) Kejayaan keemasan Islam lahir dari keterbukaan berpikir dan keberanian intelektual....

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25