• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Sejarah

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

by Admin
16 April 2026
in Sejarah
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Oleh: TB. M. Nurfadhil Satya

Dalam buku Sejarah Tahlil keluaran tahun 2013 yang dikutip oleh NU Online dalam artikel: https://www.nu.or.id/pustaka/sejarah-tahlil-JPnpB, diulas siapa sosok yang dianggap pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya.

Menurut penulis buku itu, sejarah tahlil telah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para Kyai Thariqah Jatman kala itu (pada masa tahun 2000 – 2013, Jatman dibawah kepimpinan Luthfi bin Yahya).

Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, yang dianggap lebih kuat tentang siapa sosok penyusun pertama amaliah tahlil adalah Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan hanya pada argumentasi bahwa Al-Haddad yang wafat pada tahun 1132 H dengan alasan lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al–Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Masa Hidup Abdullah bin Alwi Al Hadad adalah dari tahun 1044–1132 H / 1654–1720 M (meninggal di abad 18 M)

Hal ini patut “diduga” merupakan salah satu upaya Baalwisasi yang telah berhasil selama ini di Nusantara yang berakibat distorsi sejarah yang fatal, pasca terungkap pula pembelokan sejarah lainnya dan makam KRT Sumodiningrat, oleh oknum Habib Ba’alwi yang menjabat sebagai pimpinan wadah para Ulama Ahli Thoriqoh (JATMAN) pada periode tahun 2000 – 2024 M. Juga telah kita ketahui saat ini kepengurusan Jatman telah diambilalih karena menyalahi aturan AD/ART sebagai Banom NU, yang semestinya kepengurusannya hanya 2 periode per lima tahun, yakni tahun 2000 hingga 2010, tapi nyatanya menyalahi aturan hingga sampai tahun 2024, “bablas” menjadi 14 tahun.

Sehingga, selain diduga melakukan upaya “mengabadikan/mark up” masa jabatan sebagai pimpinan otoritas organisasi, sang oknum habib diduga terlibat pula dalam “begal/pendistorsian” sejarah amaliah tahlilan warga NU yang diwariskan, hingga terkesan semua berasal dari klan Ba’Alwi semata.

Namun Alhamdulillah, sejarah ini bisa diluruskan dengan temuan bukti otentik berupa data primer berupa “Manuskrip Sejaman Peninggalan Walisongo Sunan Ampel”, yang disimpan oleh keturunannya dan sekaligus ahli warisnya yakni KH. Muhammad Salim di Cilacap.

Pada Hari Rabu, 15 April 2026, KH. Imaduddin Utsman al Bantani dan Penulis melihat langsung fisik manuskrip tahlilan susunan Sunan Ampel, sehingga telah terbukti bahwa yang menyusun amaliah tahlilan dan mentradisikannya di Nusantara, merupakan peninggalan dakwah Walisongo, dari Sunan Ampel yang hidup di abad 15 Masehi (Diperkirakan masa hidupnya Sunan Ampel dari tahun 1401 hingga tahun 1481 M), yang artinya jauh lebih dulu masanya dari Abdullah Al Haddad maupun Sayyid Ja’far Al–Barzanji.

Sehingga dengan demikian sejarah amaliah tahlil perlu diluruskan, bahwa ternyata telah terbukti merupakan amaliah peninggalan Walisongo wabil khusus dari Sunan Ampel, bukan susunan Habib Abdullah Al Haddad Ba’alwi yang selama ini digaungkan.

ShareTweetShare
Previous Post

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

Next Post

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Related Posts

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
373

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
92

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
488

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
210

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

17 April 2026
330

Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

10 April 2026
233

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

7 April 2026
318

Logika Mantiqi Tentang Batalnya Nasab Ba’alwi: Ustadz Nuruddin dan Santri Pondok Sarang Harusnya Sudah Faham

15 Februari 2026
301

Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

5 Februari 2026
192

Sebelas Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

22 Januari 2026
290
Next Post

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Paling Banyak Dilihat

Berita

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

by Admin
21 Juli 2026
34

GROBOGAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan menerbitkan surat instruksi resmi yang meminta badan otonomnya, yakni PC GP...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25