• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Biografi

‎Biografi KH Entol Ahmad Asrori Ulama Muda di Balik Layar Muktamar NU Menes 1938

by Admin
30 Juli 2025
in Biografi, Tokoh, Ulama
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Al-Jawi Asy-Syafi’i Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

Oleh: Hamdan Suhaemi

‎Kelahiran
‎
‎Entol Ahmad Asrori lahir di Desa Menes, Kewedanaan Menes, Pandeglang Karesidenan Banten pada tahun 1911 dari ayah H. Entol Isra dan Siti Saudah Mariyah. Entol Asrori ini dikenal orok Menes yang cerdas, suatu pengakuan dari gurunya yaitu KH. Mas Abdurrahman Janake saat Entol kecil ngaji kepadanya.
‎
‎Ayahnya H. Entol Isra adalah anak keturunan dari Ki Agus Jong, salah satu tokoh sejarah di abad 16 M yang telah membersamai Pangeran Sebakingkin, dalam dakwah Islam di tanah Banten, ia adalah kakak dari Ki Mas Jong yang juga turut membantu sang pangeran.
‎
‎Versi lain bersumber dari Surat Kabar Surosoewan terbit tahun 1929 di Rangkasbitung Lebak, bahwa gelar Entol disematkan oleh Pangeran Sebakingkin untuk Ki Andong Mohol, seorang yang paling setia menemani perjalanan penyebaran IsIam di pegunungan Pulosari.
‎
‎Pendidikan
‎
Masa kecil ‎Entol Asrori banyak dihabiskan di Cibinglu dalam bimbingan dan didikan dasar agama, setelah dari Cibinglu kemudian Entol Asrori ngaji kepada KH. Mas Abdurrahman, ulama besar pendiri Mathlaul Anwar di Menes.

Ketika Entol Asrori dalam bimbingan KH. Mas Abdurrahman dikenalnya anak cerdas yang sanggup lebih cepat menyerap ilmu yang disampaikan oleh gurunya tersebut.

Melihat potensi muridnya ini KH. Mas Abdurrahman menganjurkan ayahnya Entol Asrori, agar segera memondokkan puteranya ke Tebuireng Jombang Jawa Timur, untuk menuntut ilmu kepada Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Setelah beberapa tahun mondok di Tebuireng, maka pada tahun 1934, Entol Asrori pulang ke Menes, dan mengabdi di madrasah Mathlaul Anwar. Dua tahun kemudian KH. Mas Abdurrahman menugaskan muridnya tersebut agar mensyiarkan dakwah Islam ahli sunnah wal Jamaah di Lampung, sekaligus membantu pendirian NU di sana.

Hidmat dan Kiprahnya di NU

Setibanya di Lampung, Entol Asrori tinggal di Menggala, disana ia mengajarkan penduduk setempat dasar dasar ilmu agama IsIam, beberapa bulan disana, kemudian Entol Asrori pindah ke Tanjungraja, Lampung Utara, kebetulan disana telah berdiri cabang NU pertama di Lampung, yang dibentuk pada tahun 1934 oleh KH. Fadlil Amin (mungkin muridnya KH. Mas Abdurrahman Menes).

Menurut Faruq Khairudin putra Abu Katsir (1904-1968) bahwa ” Kiai Entol Asrori adalah tokoh agama yang jasanya selalu dikenang, bicara tentang NU di Tanjungraja, tak bisa lepas dari peran beliau “.

Selama di Tanjungraja tepatnya tahun 1936, ada peristiwa yang kemudian menjadikan Entol Asrori terkenal, karena kealiman dan kepintarannya bicara yaitu perdebatan dengan beberapa tokoh yang berbeda pandangan tentang hukum agama dalam beberapa masail.

Perdebatan yang memakan waktu 3 hari 3 malam yang kemudian Entol Asrori sanggup menyelesaikannya dan mematahkan argumentasi lawan debatnya tersebut. Hingga tersiar kealimannya di seantero Lampung Utara.

Ternyata dibalik acara debat tersebut, ada sayembara yang diumumkan salah satu tokoh ulama, siapa yang sanggup menjawab masail maka kalau laki laki akan dinikahkan dengan puterinya yang bernama Siti Sarah. Karena debat tersebut dimenangkan oleh Entol Asrori dari Menes, maka Siti Sarah dinikahkan dengannya hingga pesta pernikahannya berlangsung selama 7 hari.

Dari pernikahannya dengan Siti Sarah, kiai Entol Asrori dianugerahi putera puteri hingga 10 orang, namun yang hidup hanya 2, pertama Nyai Enong Latifah yang kedua adalah KH. Entol Ali Sibromalisi, namun kini Nyai Enong sudah wafat, hingga yang masih hidup putranya Kiai Entol Asrori hanya KH. Entol Ali.

Panitia Muktamar NU

Dalam Swara Nahdlatoel Oelama edisi bundel hal 172-173, ada Voorstel (pengajuan) kepada Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), Voorstel tersebut diajukan oleh KH. Mas Abdurrahman dan KH. Entol Yasin, terkait kesiapan Menes menjadi tempat diselenggarakannya Muktamar NU yang ke-13.

Dengan latar belakang voorstel itulah akhirnya Hoofd Bestuur Nahdlatul Ulama di Surabaya telah memutuskan muktamar di tahun 1938 digelar di Kawedanan Menes Kabupaten Pandeglang, dan telah ditetapkan KH. Tb. Rusydi menjadi ketua pelaksanaanya, sedangkan ketua persidangan Muktamar ditunjuk KH. Zainul Arifin, berdasarkan usulan KH. Wahid Hasyim.

Terdengar kabar dari Menes, bahwa akan diselenggarakan Muktamar NU yang ke 13 bertempat di Menes, maka pasangan muda Entol Asrori dan Siti Sarah yang tinggal di Tanjungraja Lampung Utara akhirnya pulang ke Menes, ikut membantu gurunya KH. Mas Abdurrahman dalam perhelatan besar tersebut.

Dalam momentum muktamar itulah, istrinya Kiai Entol Asrori yakni Nyai Siti Sarah untuk pertama kalinya naik podium dan menyampaikan usulannya agar perempuan dilibatkan dalam kepengurusan NU. Voorstel ( usulan) itu ternyata diterima oleh para muktamirin, hingga dari usulan itu menjadi cikal bakal berdirinya Muslimat NU.

Mendirikan Lembaga Pendidikan

Jauh setelah muktamar NU yang ke 13 itu, KH. Entol Asrori bersama istrinya mendirikan lembaga pendidikan yang beliau namakan pesantren Ahlisunnah wal Jamaah pada 11 Februari 1953 di Menes, dekat gedung MA lama, pertigaan menuju alun-alun Menes. Hingga kini pesantren Ahlisunnah wal jamaah itu diasuh oleh putranya yakni KH. Entol Ali Sibromalisi.

Hasil didikan KH. Entol Ahmad Asrori antara lain Mama KH. Tb. Maani Rusdi ( Ketum PB Malnu) dan KH. Agus Muzani, Rois Syuriah PWNU Lampung priode 1985-1990 dan KH. Entol Ahmad Asrori adalah juga mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah ( sanad Caringin).

Wafat

Mama KH. Entol Ahmad Asrori bin H. Entol Isra wafat pada malam Senin 20 Dzulhijjah 1396 berketepatan pada 12 Desember 1976, dan meninggalkan jejaknya yang hebat antara lain karya karya tulis yang berbahasa Arab, antara lain Asasul Islam, juga telah mewariskan jejak monumentalnya yakni Ponpes Ahli Sunnah wal Jamaah.

Serang 29 Juli 2025

Tags: ‎Biografi KH Entol Ahmad Asroridi Balik LayarKiai Entol MenesMuktamar NU Menes 1938Ulama Muda
ShareTweetShare
Previous Post

جواب عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي لمقدمة أحمد بن عوض العماني في كتابه الكشف الستار عن الدلائل والآثار

Next Post

Houthi dan Penolakan Nasab Beberapa Hasyimiyin: Pemurnian Keturunan atau Pelunasan Dendam?!

Related Posts

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

22 Januari 2026
52

Prof. Peter Carey Geram: Klaim Habib Luthfi soal KRT Sumadiningrat Adalah Fiksi Sejarah dan Pelecehan Terhadap Martabat Mataram

18 Januari 2026
118

Klaim Habib soal Proklamasi: Prof. Anhar Gonggong Tegaskan Itu Ilusi dan Menista Sejarah Bangsa

18 Januari 2026
138

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
99

Tidak Sah Membuktikan Nasab dengan Ketenaran dan Penyebaran Jika Terdapat Penentang: Tanggapan Syaikh Imaduddin Utsman Al-Bantani Al-Jawi Asy-Syafi’i Terhadap Syaikh Ibrahim bin Manshur dari Ulama Kerajaan Arab Saudi

10 Januari 2026
170

لايجوز إثبات النسب بالشهرة والإستفاضة إذا وجد المعارض: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على الشيخ ابراهيم بن منصور من علماء المملكة العربية السعودية

10 Januari 2026
59

فتوى الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي حول عدم ثبوت نسب عائلة باعلوي في تريم الى رسول الله صلى الله عليه وسلم شرعا وتاريخيا وجينيا

6 Januari 2026
80

MUHAMMAD ABUBAKAR BADZIB BONGKAR KEDUSTAAN ZEN BIN SUMET DAN RUMAIL ABBAS TENTANG IBNU HAJAR

25 Desember 2025
250

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
385

Kitab Al-Manhajussawi Karya Ba’Alwi dan Kutipan Palsu: Pelajaran Untuk Gus Ajir Ubaidillah

28 November 2025
823
Next Post

Houthi dan Penolakan Nasab Beberapa Hasyimiyin: Pemurnian Keturunan atau Pelunasan Dendam?!

Paling Banyak Dilihat

Berita

ABUYA MUHTADI TEGASKAN: “GAK ADA HABIB YANG CUCU NABI”

by Admin
23 Januari 2026
193

Cidahu, Pandeglang – Dalam sebuah video yang ditayangkan oleh Arah 9 Channel, pada 20 Januari 2026, tampak Abuya Muhtadi menerima...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

ABUYA MUHTADI TEGASKAN: “GAK ADA HABIB YANG CUCU NABI”

DNA Berhaplogroup G, Apakah Klan Ba’Alwi Keturunan Budak Bani Hasyim?

Mendukung Tesis KH. Imaduddin Utsman Terhadap Nasab Ba’alawi

Sebelas Kemungkinan Mengapa DNA Bani Hasyim Ada Yang Berhaplogrup Bukan J1

21 Januri 2026 Jagat Tangerang Akan Gelar Haul Akbar ke-345 Raden Aria Wangsakara Sang Pahlawan Nasional

Isra Mi’raj di Pesantren Sidadung: Spirit Santri Putri Menjemput Cahaya dan Amanah Peradaban

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.7k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.1k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25