• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Dekonstruksi Malam Jum’at

Hingga kini stigma horor ada di malam Jum'at masih saya dengar, mulai cerita hantu gentayangan di malam Jum'at sampai soal tuyul dan babi ngepet, tiba-tiba bekumpul di malam Jum'at. Faktanya saya tungguin malam Jum'at tidak ada apa-apa, justru yang saya dengar suara pengajian, suara baca dalailan, manaqiban, dan juga marhaban. Sampai begadang pun saya lakukan, demi melihat fenomena gentayangan dari makhluk-makhluk itu. Namun itu nonsense.

by Admin
7 Januari 2022
in Opini
4 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kiai Hamdan Suhaemi

Setahu saya malam Jum’at selalu identiknya seram, angker dan keramat. Dari kecil di otak saya, deskripsi atas penyebutan tersebut mulai tertanam. Singkatnya malam Jum’at dibuat seolah horor, dan dalam situasi mistik. Pertanyaan timbul sekarang, dari mana asal usulnya malam Jum’at identik dengan seram, angker dan ngeramat itu ?.

Dulu, 1988 masih gemar nonton layar tancep, giliran malam Jum’at, banyak alasan jika diajak kawan nonton film layar tancep di tetangga kampung atau desa. Faktanya dulu memang tempat-tempat tertentu masih angker (rit), namun beda jika bukan malam Jum’at, nonton pun sampai tengah malam, kita sekawanan tidak beranjak pulang sebelum selesai.

Hingga kini stigma horor ada di malam Jum’at masih saya dengar, mulai cerita hantu gentayangan di malam Jum’at sampai soal tuyul dan babi ngepet, tiba-tiba bekumpul di malam Jum’at. Faktanya saya tungguin malam Jum’at tidak ada apa-apa, justru yang saya dengar suara pengajian, suara baca dalailan, manaqiban, dan juga marhaban. Sampai begadang pun saya lakukan, demi melihat fenomena gentayangan dari makhluk-makhluk itu. Namun itu nonsense.

Baca Juga

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Lalu, saya kini berfikir untuk keluar dari paham keliru itu, paham bahwa malam Jum’at adalah angker. Ada tawaran dekonstruksi atas keadaan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dikaji ulang. Maka saya memilih diksi dekonstruksi. Apa itu dekonstruksi ?.

Dekonstruksi adalah suatu pemikiran untuk memahami kontradiksi yang ada di dalam teks dan mencoba untuk membangun kembali makna-makna yang sudah melekat dalam teks tersebut. Pemikiran mengenai dekonstruksi tidak menerima suatu teks secara konstan sesuai dengan makna teks tersebut. Pemikiran dekonstruksi percaya bahwa suatu teks pasti memiliki makna-makna yang tersembunyi dan memiliki arti yang berbeda.

Pemikiran mengenai dekonstruksi dirintis oleh Jacques Derrida, filsuf kontemporer Perancis 1930-2004. Pemikiran dekonstruksi merupakan kunci dari pemikiran postmodernisme. Derrida menganggap bahwa teori ilmu pengetahuan berkembang secara kaku, hingga tidak bisa dibantah. Pemikiran Derrida beranggapan suatu ilmu pengetahuan bisa dikaji ulang kebenarannya tidak mutlak, dan harus bisa dibuktikan kebenarannya.

Meminjam konsep Derrida, saya maksud untuk sebagai pijakan dalam tulisan ini. Sudah menjadi nalar saya untuk menelaah soal diatas menggunakan pisau analis Derrida, dan ini tidak pada soal malam Jum’atnya. Tapi lebih mendekonstruksi pemahaman atas keangkeran malam Jum’at yang sebenarnya tidak seperti itu.

Jumat adalah hari istimewa yang dengannya Allah mengagungkan dan menghiasinya. Allah memuliakan umat Muhammad SAW dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat nabi terdahulu. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan hari Jumat. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti kitab al-Lum’ah fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi.

Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jum’at.

Dalam kitab Manahij al-Imdad, Syaikh Ikhsan Jampes telah menjelaskan.

أَيْ يَخْلُقُ اللهُ تَعَالَى لَهَا إِدْرَاكًا لِمَا يَقَعُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ فَتَخَافُ…الى ان قال….وَالسِّرُّ فِيْ ذَلِكَ أَنَّ السَّاعَةَ كَمَا تَقَدَّمَ تَقُوْمُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بَيْنَ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَمَا مِنْ دَابَّةٍ اِلَّا وَهِيَ مُشْفِقَةٌ مِنْ قِيَامِهَا فِيْ صَبَاحِ هَذَا الْيَوْمِ فَإِذَا أَصْبَحْنَ حَمِدْنَ اللهَ تَعَالَى وَسَلَّمْنَ عَلَى بَعْضِهِنَّ وَقُلْنَ يَوْمٌ صَالِحٌ حَيْثُ لَمْ تَقُمْ فِيْهَا السَّاعَةُ

Artinya: Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik, kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1 ).

Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Artinya: Tiada seorang muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.

Saking istimewanya, Jum’at adalah hajinya orang miskin seperti yang telah dijelaskan oleh Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya: Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.

Menarik dari atas sampai bawah, saya berkeyakinan kuat bahwa anggapan malam Jum’at sebagai malam angker, mistik, dan horor itu adalah bualan, dan tradisi kebodohan yang dikembangkan para dukun yang mengidentifikasikan Jumat sebagai malam horor agar korban selalu bergantung padanya.

Pada akhir kalimat, izinkan saya untuk mendekonstruksi makna Jum’at tidak lagi sebagai makna yang baru diciptakan sebagai kebutuhan dunia kelenik, mistik, melainkan mengembalikan makna asalinya, bahwa siang atau malamnya hari Jum’at adalah hari kasih sayang manusia terhadap manusia yang sudah meninggal, hari kasih sayang suami atas istrinya, hari kepedulian yang kaya kepada yang miskin, hari silaturahminya manusia dengan manusia lainnya, hari kebaikan, hari yang dipenuhi keberkahan, kemuliaan. Al-Fatihah untuk semua manusia yang tenang di alam baka.

Ciujung 6-1-22

ShareTweetShare
Previous Post

Sultan Zainal Asyikin, Sang Khalifah Tarikat Qodiriyah

Next Post

Islam Nusantara Segera Menjadi Arus Baru Pemikiran Islam Dunia

Related Posts

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
28

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

29 Oktober 2026
31

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
49

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
60

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
65

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
142

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
64

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
107

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
431

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
83
Next Post

Islam Nusantara Segera Menjadi Arus Baru Pemikiran Islam Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

RMI PWNU BANTEN INISIASI SILATURAHMI BISNIS PESANTREN, PERKUAT KOLABORASI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI

by Admin
3 November 2026
12

SERANG, BANTEN – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten mengambil langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui penyelenggaraan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

RMI PWNU BANTEN INISIASI SILATURAHMI BISNIS PESANTREN, PERKUAT KOLABORASI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI

RMI PWNU BANTEN BANGUN EKOSISTEM BISNIS PESANTREN, DORONG PESANTREN JADI PUSAT PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

RMI PWNU BANTEN APRESIASI LANGKAH CEPAT KAPOLRI COPOT KAPOLRES SUKOHARJO, TEGASKAN PENTINGNYA PENGHORMATAN TERHADAP PESANTREN

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25