• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Di Banten Hanif Alatas Menganulir Ali Al-Sakran

by Admin
29 Agustus 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Habib Hanif Al-Athos (selanjutnya disebut Hanif), di Banten, menganulir hipotesanya tentang nama-nama keluarga Ba Alawi Bani Jadid yang ada dalam kitab Al-Suluk karya Al-Janadi (w.732 H). Menurut Hanif, hipotesanya, yang termuat dalam tulisannya “Bingkisan Lebaran Untuk Imaduddin Utsman”, mengenai nama-nama yang ada dalam kitab Al-Suluk, salah. Sebelum penulis melanjutkan penjelasan, penulis akan terangkan kronologisnya terlebih dahulu.

Ceritanya begini: ada nama Abdullah disebut dalam kitab sejarah terpercaya, yaitu kitab Al-Suluk, karya Al-Janadi (w.732 H). Menurut keluarga habib, Abdullah itu tidak lain adalah leluhurnya yang bernama Ubaid. Dan, Abu Hasan Ali yang berasal dari keluarga Abu Alwi yang disebut sebagai keturunan Abdullah bin Ahmad bin Isa dalam kitab itu, adalah bagian dari keluarga para habib sekarang ini, karena keluarga mereka disebut Ba Alwi juga. Lalu, nama-nama ulama dari keluarga Abu Alwi yang disebut dalam kitab Al-Suluk itu, menurut para habib, tidak lain adalah nama keluarga para habib juga. Menurut penulis, Abdullah itu bukanlah Ubaid leluhur para habib; Abu Alwi itu bukanlah Ba Alawi para habib; dan nama-nama ulama dari Abu Alwi itu, bukanlah nama-nama keluarga Ba Alawi para habib.

Nama-nama ulama yang disebut dalam Al-Suluk itu itu adalah: pertama, Hasan bin Muhammad bin Ali Ba Alwi, seorang fakih yang hafal kitab Al-Wajiz karya Al-Ghazali, ia punya paman bernama Abdurrahman. Hanif tidak menyinggung nama Hasan. Dalam tulisannya yang berjudul “Bingkisan Lebaran Untuk Imaduddin Utsman”, Ia hanya mengatakan Muhammad bin Ali yang di maksud adalah Fakih Muqoddam. Benarkah Fakih Muqoddam mempunyai anak bernama Hasan dan punya saudara bernama Abdurrahman. Tidak. Dalam kitab nasab para Habib (Syamsudzahirah) Fakih Muqoddam tidak punya anak bernama Hasan dan tidak punya saudara bernama Abdurrahman (lihat kitab Syamsudzahirah halaman 77 dan 78). Ada dua lagi nama Muhammad bin Ali dari keluarga para habib, yaitu: Muhammad bin Ali (Sohib Mirbat) dan Muhammad bin Ali (Maula Dawilah), tetapi kedua-duanya, tidak punya anak bernama Hasan. Kok bisa? Ya tentu. Karena nama-nama itu bukan keluarga para habib.

Nama kedua yang disebut adalah Ali bin Ba Alwi yang apabila solat ia mengulang kalimat “Assalamualaika ayyuhannabiy…”, punya anak namanya Muhammad, punya sepupu (anak paman) namanya Ali bin Ba Alwi. Dalam tulisan “Bingkisan Lebaran Untuk Imaduddin Utsman”, Hanif mengatakan itu adalah Ali Khali Qisam. Penulis bantah, bahwa Ali bin Ba Alwi yang dimaksud Al-Suluk itu bukanlah Ali Khali Qisam, karena Ali Khali qosam pamannya tidak punya anak, bagaimana ia punya anak paman (sepupu) jika pamannya tidak punya anak. (lihat Syamsudzahirah halaman 70).

Di Banten, Hanif mengakui hipotesanya salah, ia mengatakan akan memperbaiki tulisannya itu. Menurut guru nasabnya, katanya, yang dimaksud Ali bin Ba Alwi yang ada di Al-Suluk itu adalah Ali bin Alwi bin Fakih Muqoddam, bukan Ali Khali Qisam. Baiklah mari kita uji secara data-data yang ada dari keluarga habaib sendiri. Karena memang hanya dari kalangan merekalah kita bisa dapatkan biografi secara luas keluarga mereka yang dikatakan sebagai ulama sebelum abad 9 H.

Habib Ali Alsakran (w. 895 H) mengatakan bahwa Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Abdullah (Ali Khali Qisam), jika tasyahud dalam solat selalu mengulang kalimat “Assalamualaika ayyuhannabiy…”. (lihat kitab Al-Burqoh Al Musyiqoh: halaman 48 dan 151 ). Kisah ini mirip kan? Disebut sampai dua kali oleh Habib Ali Al-Sakran . Walau Habib Ali Al-Sakran tidak menyebut kisah itu di petik dari Al-Suluk, tetapi karena Al-Sakran telah jelas mengutip Al-Suluk mengenai nasabnya, penulis yakin, ia mengutipnya dari Al-Suluk. Jadi menurut Habib Ali Al-Sakran, Ali bin Ba Alwi yang ada di Al-Suluk itu adalah Ali Khali Qisam, bukan Ali bin Alwi bin Fakih Muqoddam, seperti kata Hanif di Banten.

Dengan ini, Hanif yakin, bahwa hipotesa Habib Ali Al-Sakran tidak benar. Bahwa Ali bin Ba Alwi yang disebut Al-Suluk itu tidak sebagaimana yang difahami Al-Sakran. Artinya pula, Al-Sakran bisa juga salah dalam hipotesa lainnya, termasuk hipotesa bahwa Abdullah yang ada di Al-Suluk itu adalah leluhurnya yang bernama Ubaid. Dengan demikian, nasab para habib ini dipertaruhkan oleh Hanif.

Kitab Al-Gurar karya Habib Muhammad A-Khirid (w. 960 H) –pun menyebut, bahwa Ali bin Alwi yang ketika solat membaca “Assalamualaika ayyuhannabiy…” adalah Ali Khali Qisam, bukan sebagaimana Hanif dan gurunya, bahwa Ali yang dimaksud itu adalah Ali bin Alwi bin Fakih Muqoddam. (lihat Al-Gurar halaman 103).

Dari kontradiksi ini kita fahami. Jika pendapat Ali Al- Sakran yang dipegang, bahwa Ali itu adalah Ali Khali Qisam, maka ia tertolak oleh kenyataan bahwa Ali Khali Qisam tidak punya sepupu bernama Ali, bagaimana ia punya sepupu jika pamannya tidak punya anak. Kalau Ali itu adalah Ali bin Alwi bin faqih Muqoddam sebagaimana pendapat baru Hanif, berarti membatalkan hipotesa Habib Ali Al-Sakran yang berkonsekwensi membatalkan pula klaim atau hipotesa Al-Sakran bahwa Abdullah adalah Ubaid. Lalu bagaimana?

Menurut penulis, kedua-duanya hanya cocokologi. Nama-nama yang disebut Al-Suluk itu bukanlah keluarga para habib, dan Ba Alawi itu bukanlah klan habib sekarang. Secara tekstual, nama keluarga habib disebut Ba Alawi baru ditemukan abad Sembilan, sebagaimana penisbahan mereka sebagai keturunan Ahmad bin Isa-pun, baru di abad Sembilan itu, sebelumnya tidak pernah ada yang menyebutnya. Di Banten ada yang berlogika, tidak ditemukan bukan berarti tidak ada. Itu betul, tapi, sesuatu yang betul-betul tidak pernah ada, maka mustahil akan pernah ditemukan.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani
Editor: Didin Syahbudin

Tags: ba alawiBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahkitab sezamanmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsupemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Debat Banten Selesai: Nasab Ba Alawi Tak Tertolong

Next Post

Beberapa Catatan Diskusi Banten

Related Posts

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
89

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
247

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

21 September 2026
210

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

14 September 2026
354

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
137

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
511

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

4 September 2026
953

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
466

Kiai Imad Mendoakan NU di Hadapan Makam Mbah Wahab Hasbullah

29 Agustus 2026
153

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
505
Next Post

Beberapa Catatan Diskusi Banten

Paling Banyak Dilihat

Opini

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

by Admin
16 Oktober 2026
13

Oleh: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Daftar Kunjungan Habib Umar bin Hafidz Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Muhammadiyah tgl 12...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25