• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

DR. Saleh Basyari: Bung Karno Nasionalisasi Aset Ekonomi, Kiai Imad Nasionalisasi Sosial-Keagamaan

by Admin
14 Mei 2026
in Berita
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

JAKARTA – Pakar sosiologi dan peneliti Dr. Saleh Basyari menilai bahwa langkah Kiai Imaduddin Utsman Albantani dalam mendekonstruksi narasi nasab di Indonesia bukan sekadar perdebatan agama biasa. Menurutnya, riset yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum tersebut merupakan langkah besar dalam menuntaskan kajian post-colonialism (pascakolonial) di tanah air.

Dalam sebuah diskusi daring di Padasuka TV (Rabu, 13/05/2026), Dr. Saleh menjelaskan bahwa esensi dari kajian pascakolonial adalah upaya nasionalisasi terhadap aset-aset milik imperialis menjadi aset nasional. Jika di era Bung Karno nasionalisasi dilakukan terhadap aset ekonomi seperti pabrik gula dan perkebunan, maka apa yang dilakukan Kiai Imad adalah “nasionalisasi” di ranah sosial-keagamaan.

Dr. Saleh menyebutkan bahwa selama ini Indonesia masih menyisakan struktur sosial warisan Belanda yang menempatkan kelompok tertentu sebagai penduduk kelas satu (first class). Ia merujuk pada korespondensi sejarah antara Bung Karno dan Ustaz Ahmad Hassan mengenai kritik terhadap sistem aristokrasi “Sayyid” yang dianggap bertentangan dengan prinsip egaliter dalam Islam.

“Kiai Imad menuntaskan apa yang belum selesai. Kita selama ini melupakan aspek nasionalisasi sosial kemasyarakatan. Fenomena penduduk kelas satu yang tiba-tiba muncul di masa kolonial, kini dikoreksi melalui riset ilmiah yang mendalam,” ujar Dr. Saleh.

Menariknya, Dr. Saleh membandingkan posisi Kiai Imad dengan orientalis Belanda, Snouck Hurgronje. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa Kiai Imad bergerak di jalur Oksidentalisme.

“Jika Snouck Hurgronje menggunakan riset untuk kepentingan imperialisme, maka Kiai Imad menggunakan riset ini sebagai instrumen nasionalisme untuk membangun kedaulatan berpikir bangsa. Ini adalah koreksi atas nalar orientalisme murni,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan negara, dalam hal ini Kantor Staf Presiden (KSP), yang mulai memberikan perhatian pada isu ini. Menurutnya, ketika hasil riset ilmiah dijadikan basis kebijakan oleh negara, maka itu adalah puncak dari perjalanan sebuah penelitian.

Dampak dari tesis-tesis Kiai Imad, menurut pengamatan Dr. Saleh, sudah mulai terlihat di akar rumput. Ia mencatat adanya pergeseran otoritas keagamaan di mana masyarakat kini tidak lagi sekadar tunduk pada klaim genetik, melainkan mulai menuntut verifikasi akademik dan bukti sejarah yang sahih.

“Kita melihat ada penyempitan wilayah hegemoni kultural yang selama ini tidak tersentuh. Ini adalah kerja kreatif dan ilmiah yang memberikan dampak nyata pada cara bangsa kita memahami identitasnya sendiri,” tutup Dr. Saleh.

Penelitian Kiai Imaduddin sendiri terus menjadi perbincangan hangat, terutama setelah ia secara resmi menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan hasil temuan risetnya terkait sejarah dan genetik nasab di Indonesia. (KD)

ShareTweetShare
Previous Post

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo

Next Post

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Related Posts

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

3 Oktober 2026
168

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

1 Oktober 2026
140

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

28 September 2026
105

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
218

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

21 September 2026
180

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

17 September 2026
58

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

13 September 2026
116

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

13 September 2026
167

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

11 September 2026
260

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

10 September 2026
148
Next Post

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

by Admin
3 Oktober 2026
168

BOGOR — Penyegelan Pondok Pesantren Darun Naim di Kabupaten Bogor yang mengidientifikasi diri sebagai bagian dari ormas Nahdlatul Ulama (NU)...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pesantren Afiliasi NU di Bogor Disegel, KH Imaduddin: Gaya PKI Semacam Itu Harus ditindak Aparat

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

Resmi, Ini Struktur Lengkap PBNU Masa Khidmah 2026–2031

BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Kiai Hasan Sahal Gontor, Kiai Keturunan Sunan Gunung Jati Yang Sedang Viral: Kiai Palsu, Santri Palsu, Pesantren Palsu

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25